
"Mila benar-benar licik dan keterlaluan! Dia menggunakan cara kotor seperti itu demi meraup simpati dari penonton dengan cara menjatuhkan aku? Diposisi ini jelas aku yang dirugikan tapi kamu pasti tahu kan Mila bahwa Tuhan itu tidak pernah tidur!" batin Shae sedih dan rasanya Shae ingin kembali menangis karena betapa jahatnya tindakan yang dilakukan oleh Mila kepadanya.
"Hahahaha! Gue suka cara lo Mila!" ucap Evi puas dari depan layar TV yang ia tonton.
"Mila benar-benar cerdik dan juga licik! Aku yakin pasti banyak penonton yang terpengaruh sama dramanya Mila dan mereka akan ogah mendukung Shae, hahahaha." sahut Rachel dengan hati yang sangat girang sekali.
"Oke fix mulai dari sekarang kita akan menggunakan banyak pulsa kita buat memberikan dukungan lewat SMS hanya untuk Mila karena kompetisi itu kan pakai sistem SMS sebagai penentuan utama." tutur Evi.
"Setuju! Kita support Mila sampai dia menangin kompetisi itu karena penentu utama adalah vote SMS yang terbanyak. Kalau Mila berhasil juara satu dan dapatin hadiahnya, kita minta aja uang yang banyak ke Mila nanti? Setuju nggak Vi?"
"Setuju banget Hel, hahahaha."
Evi dan Rachel kompak dalam tertawa. Mereka tertawa terbahak-bahak sampai mereka mengundang kedatangan bu Rianti ke ruang santai karena penasaran kepada kedua putrinya yang sedang menertawakan hal apa.
"Girang sekali anak-anak mama? Mama barusan dengar apa? Uang? Kalian berdua lagi ngetawain apaan sih? Apa jangan-jangan kalian berdua sedang girang karena kalian berhasil dapetin cowok tajir nak? Asyik, mama bakalan kecipratan uang nih?" tanya bu Rianti sembari duduk diatas sofa.
"Mama ini gaje banget sih! Orang kita berdua lagi ngetawain Shae kok." jawab Evi seraya membuka kulit kacang.
"Ngetawain Shae? Memangnya Shae ada disini? Dimana dia? Biar mama jambak dan gampar mukanya! Shae! Keluar kamu! Mama benci banget sama benalu sampah itu!" ucap bu Rianti geram seraya mengecek ke bawah kolong meja.
"Di TV mam!" tutur Rachel mengejutkan bu Rianti.
"Apa! Shae muncul di TV?!" tanya bu Rianti seolah tidak percaya.
Dengan jelas bu Rianti bisa melihat anak tiri yang ia benci itu tengah berdiri dengan anggun diatas panggung meski raut wajah Shae terlihat aura kesedihannya yang sangat dalam setelah mendapatkan fitnah yang keji dari Mila.
"Itu beneran Shae? Pasti dia ikut audisi terus kepilih deh. Tapi mama yakin Shae nggak bakalan bisa menang. Setahu mama IMPC Academy kan pakai sistem SMS dan mama yakin dukungan SMS buat Shae pasti bakalan rendah karena lihat saja look dia yang sangat tidak menarik." ujar bu Rianti dengan tatapan benci, tapi hatinya merasa iri melihat anak tiri yang ia benci bisa tampil di TV dan disaksikan oleh banyak orang.
__ADS_1
"Mama benar. Kita berdua juga yakin kalau si benalu biadab itu gak bakalan bisa masuk ke babak final!" sahut Rachel kepanasan.
***
Clay juga sedang menyaksikan acara perkenalan ke 30 kontestan yang akan bertanding mulai pekan depan. Bersama dengan ibu dan adiknya. Ibu Clay bernama Tara dan adik perempuannya bernama Dinda.
"Gila, keren banget suara Shae." ucap Clay bangga kemudian mulai menyeruput segelas kopi yang barusan dibikinin oleh ibunya.
"Ibu tahu Shae itu salah satu teman kamu. Tapi apa kamu mau mendukung seorang tukang bully seperti dia nak?" tanya bu Tara tidak setuju jika anaknya mendukung Shae.
"Itu cuma taktik licik Mila aja bu buat gaet dukungan dari penonton. Shae bukan orang yang seperti itu. Ibu percaya kepadaku kan? Shae itu orang baik." jawab Clay membela Shae.
"Kalau kamu yakin Shae adalah orang baik semoga saja itu cuma tuduhan Mila saja ya nak." harap bu Tara sembari mengambil sepotong pisang goreng di piring.
"Pasti itu cuma tuduhan keji dari Mila saja bu. Sepanjang aku mengenal Shae, sedari dia kecil, gak pernah satu kalipun aku melihat Shae membully temannya. Justru aku sering melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau Shae lah yang sering dibully sama orang lain. Maka dari itu aku jadi menaruh simpati kepada Shae. Aku tulus berteman dengan dia." tutur Clay menceritakan tentang Shae apa adanya.
"Aku dukung Reyhan aja deh bu gemes lihat mukanya unyu-unyu kek oppa Korea. Suaranya juga bagus." jawab Dinda yang seorang pecinta hal berbau Korea itu tentu saja langsung menyukai peserta yang ganteng imut seperti si Reyhan itu.
"Aduh adik kakak ini udah punya pacar belum di sekolah?" tanya Clay mulai menggoda adiknya.
"Kakak ini apaan sih? Aku kan masih SMP kak mana mau aku pacar-pacaran." jawab Dinda malu-malu.
Clay sangat menyayangi adiknya. Sampai kapanpun Clay akan selalu bekerja keras demi membiayai pengobatan adiknya. Ibu dan adiknya adalah harta yang paling berharga bagi Clay. Harta yang tidak bisa dibeli dengan uang.
***
Usai konser perkenalan berlangsung, semua kontestan kembali ke asrama. Didalam kamar, Shae menarik tangan Mila membawa Mila ke tempat yang sepi yaitu keatas gedung asrama. Ambar sendiri sudah terlelap dalam tidurnya. Sesampainya diatas gedung Mila langsung menegur Shae dengan melotot.
__ADS_1
"Apaan sih lo narik gue sampai sini? Lo mau balas dendam? Lo mau dorong gue sampai gue jatuh ke bawah dan gue mati? Gitu?" tanya Mila menuduh yang bukan-bukan.
"Emang udah watak lo kali ya, licik dan tukang fitnah! Gue minta baik-baik kepada lo kalau lo harus klarifikasi ke semua orang kalau apa yang lo bilang tadi di panggung itu gak bener! Mila, sejak kapan gue pernah ngebully lo? Yang ada lo tuh yang pernah ngebully gue dikampus! Jangan playing victim ya! Memutar balikkan fakta!"
Mila menghembuskan nafas malas.
"Gue gak peduli dan gue gak bakalan klarifikasi. Ini adalah bagian dari permainan gue, dan lo rasain aja derita lo. Dahlah, gue mau istirahat. Gak penting ngomong sama lo, bye!"
Mila menepis tangan Shae. Diatas gedung asrama angin malam terasa cukup kencang. Rambut mereka berdua berkibar terkena angin dibawah cahaya bulan purnama yang temaram.
Shae kini berdiri sendirian diatas gedung setelah Mila kembali turun ke bawah. Lagi-lagi Shae menangis sedih. Hidupnya benar-benar tertekan dari segala sisi. Shae mencoba membuka sosial medianya. Shae membaca banyak sekali komentar yang bernada hujatan itu ditujukan kepada dirinya.
"Dasar tukang bully lo!"
"Tampang pas-pasan tapi gaya lo belagu suka ngebully orang. Pasti lo sirik sama kecantikan Mila kan, makannya lo ngebully dia!"
"Baru kali ini ada peserta antagonis jahat di IMPC Academy! Semoga langsung keok guys!"
"Sebagus apapun penampilan lo, gue gak bakalan sudi kasih satu vote SMS pun kepada lo peserta toxic!"
"Mati aja lo dasar tukang bully! Kalau lo punya malu mending lo mengundurkan diri aja deh!"
"Udah wajah pas-pasan, belagu, tukang bully pula! Mati aja sana!"
Shae memejamkan matanya. Air matanya mengalir semakin deras setelah membaca semua komentar yang membully dirinya akibat fitnah yang dilontarkan oleh Mila.
Bersambung...
__ADS_1