STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL

STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL
Kematian Mila


__ADS_3

Clay dan Shae tiba didepan restoran itu. Mobil mereka diparkir di tempat parkir. Shae melihat kearah luar lewat kaca mobil ada dua orang kaya yang habis mengunjungi restoran itu. Mengapa orang kaya? Itu terlihat dari pakaian mereka berdua. Mereka seperti sepasang kekasih yang habis bermesraan didalam private room restoran ini. Malam ini Clay ingin menikmati waktu berduanya dengan Shae karena selama ini Shae terlalu sibuk dengan karirnya.


Clay keluar duluan dari dalam mobil lalu membukakan pintu mobil dengan romantis untuk sang tuan putri Shae. Shae memegang tangan Clay yang menyambutnya, menuntun dengan lembut, melangkah beriringan memasuki bangunan mewah itu.


"Selamat datang di restoran kami mas dan mbak?" sambut bodyguard yang berjaga didepan pintu restoran dengan ramah.


Clay dan Shae memberikan senyuman kepada bodyguard itu lalu mereka berdua pun masuk kedalam restoran. Mereka menikmati dinner mereka dengan lancar dan mesra. Namun wajah kembali terlihat bingung sesaat setelah mereka menikmati makanan lezat.


"Shae? Kenapa wajah kamu terlihat bingung? Ada masalah apa? Cerita sama aku sayang?"


"Gapapa Clay. Aku cuma lagi capek aja karena show dimana-mana. Kita pulang sekarang ya karena aku ingin langsung istirahat?"


"Pulang sekarang? Padahal aku ingin mengajakmu berdansa malam ini. Yaudah karena aku capek, ayo kita kembali ke apartemen kamu?"


"Makasih ya Clay karena kamu mau ngertiin aku?"


"Aku hanya ingin kamu nyaman menjadi pasanganku."


Clay membuka telapak tangannya, menuntun sang kekasih dengan lembut lagi, keluar bersama dengan kompak dan kembali kepada kendaraan mereka berdua. Hidup Shae sekarang benar-benar indah sekali. Shae berhasil mendapatkan apa yang dia impikan. Mimpi menjadi penyanyi terkenal yang dulu ia alami sekarang berubah jadi kenyataan.


***


Mila tengah menjerit didalam kamarnya membuat kehebohan seisi rumah.


"Aku benci Shae! Benci dia! Benci!" teriak Mila sembari melempar vas bunga kearah pintu kamarnya.


Lantas karena teriakan Mila, kedua orang tua Mila pun berlari kedalam kamarnya.


"Mila kamu ini kenapa sih! Udah dua minggu kamu terus mengurung diri didalam kamar kamu? Kamu ini kan juara dua IMPC Academy sayang? Janganlah begini? Ayo keluar sayang? Kita makan malam sama-sama?" ajak ibunya dengan nada bicara yang lembut.

__ADS_1


Meski Mila telah lakukan kesalahan fatal dengan memfitnah Shae demi ambisinya menjadi juara, biar gimanapun Mila tetap anak kandung mereka dan mereka gak akan membenci darah daging mereka sendiri. Mila melotot kepada ibunya.


"Kenapa Shae selalu bahagia mah? Kenapa Shae, kenapa Shae! Dia berhasil dapatin Clay, cowok yang aku suka, dia juga berhasil jadi juara satu, dan sekarang, udah berbulan-bulan aku masih aja dibully di social media. Gara-gara fitnahan aku itu! Aku capek mah, aku frustasi! Rasanya kematian itu lebih untuk aku!" ucap Mila seraya menangis sedih.


"Kesalahan yang kamu buat itu resikonya besar. Kenapa sebelum kamu berniat melakukan kesalahan itu kamu gak mikirin dulu dampaknya? Kamu ini kan dikenal sama banyak orang, jelas saja semua orang akan tahu betapa bobroknya kamu kalau kamu nekat bertindak seperti itu! Sekarang semua orang kagum dan tergila-gila kepada Shae. Dia adalah anak yang baik dan apa yang kamu alami sekarang itu adalah akibat perbuatan kamu sendiri. Bersabar dulu nak, mama yakin suatu saat semua pasti akan kembali normal. Orang-orang pasti akan melupakan kesalahan kamu dan perbaiki hubungan kamu dengan Shae. Mama lihat meski kamu udah minta maaf, tapi kamu gak follow instagram Shae? Padahal Shae follow kamu loh itu? Jadi wajar saja kalau orang-orang menganggap kamu itu gak tulus minta maaf sama Shae?"


Mila semakin meradang kemudian mengangkat salah satu bantal diatas kasurnya dan melemparkan bantal itu ke wajah ibunya.


"Mama ini gila ya! Mama nyuruh aku follow sosmed penyanyi busuk itu! Yang ada aku bisa mati mah! Aku gak sanggup melihat karirnya yang semakin ngetop dan Clay yang menjadi kekasihnya. Aku gak sanggup lihat itu semua mah! Aku gak suka lihat penyanyi munafik itu bahagia!"


"Mama capek ngomong sama kamu! Dinasehatin malah ngeyel! Udah lah mendingan mama makan aja sekarang sama papa, perut mama laper. Ayo pah? Nanti kalau kamu laper datang aja ke meja makan. Mama pasti sisain buat kamu." ucap ibunya Mila lalu mengajak papanya Mila untuk ikut keluar dari dalam kamar Mila.


Mereka berdua menikmati makan malam dengan santai namun tiba-tiba, mereka mendengar suara sesuatu yang terjatuh di samping rumah.


"Apa itu yang terjatuh ya Pah?" tanya ibunya Mila.


"Biar papa cek sebentar." jawab Papanya Mila.


"Mama! Ma! Mama! Sini!" teriak Papanya Mila sangat kencang.


"Ada apa sih Papah!" sahut ibunya Mila lalu ibunya Mila berlari keluar rumah.


Ternyata oh ternyata, mereka berdua pun berteriak histeris saat melihat Mila lompat dari lantai dua dan kepalanya menghantam batu sampai berdarah-darah. Begitu juga dengan tubuh Mila yang jatuh diatas pot-pot tanaman.


Mila segera dibawa ke rumah sakit buat ditangani dokter namun nyawanya tidak terselamatkan lagi karena pendarahan hebat yang terjadi di otaknya.


"Milaa." isak ibunya sedih.


Mereka berdua terpukul dengan keputusan anaknya yang memilih untuk bunuh diri.

__ADS_1


***


Keesokan harinya didalam kamar apartemennya, Shae membuka channel TV. Shae melihat berita kematian seorang juara dua ajang kompetisi, Mila. Shae terkejut melihat Mila bunuh diri.


"Dia pasti depresi karena selalu dibully oleh netizen. Aku harus melayat ke pemakaman dia nanti." ucap Shae.


***


Satu bulan kemudian


"Action!"


Shae berlari ditengah badai hujan, badai hujan buatan. Shae sedang syuting film Melodi Dibawah Hujan. Radith berlari mengejarnya dari belakang.


"Kenapa kamu lari dariku sayang?" ucap Radith sembari menarik tangan Shae dan Shae pun terjatuh kedalam pelukan Radith dibawah guyuran air hujan buatan itu.


Mereka tatap-tatapan mesra dalam durasi yang tidak sebentar lantas Shae melepaskan pelukan Radith.


"Aku ini hanya wanita miskin yang tidak berguna. Aku gak pantas menjadi kekasih dari laki-laki hebat seperti kamu Mario. Biarkan aku pergi dan meratapi nasib hidupku yang malang ini." jawab Shae sembari menangis.


Mario kembali memeluk Shae dari belakang.


"Cinta kita adalah cinta sejati. Cinta sejati itu akan sulit buat dipisahkan. Jangan pernah pergi dariku sayang, aku mencintaimu. Meski ibu aku tak mau menerimamu tapi yang penting adalah kita saling mencintai dengan tulus, itu saja Regina sayang?"


Shae kembali melepaskan pelukan Radith lalu Shae menampar wajah Radith.


"Tidak! Jangan buat ibu kamu murka Mario. Sudahlah, kita memang bukan takdir untuk bersama-sama." balas Shae sembari memalingkan wajahnya kearah depan.


"Cut!" teriak sutradara.

__ADS_1


Semua kru memberikan tepuk tangan untuk mereka berdua namun sebenarnya mereka lebih kagum kepada Shae karena meski pendatang baru, tapi kualitas akting Shae sudah cukup bagus.


Bersambung...


__ADS_2