
"Mila! Kamu ini kenapa sih kok gak bisa mengontrol diri kamu sendiri disaat sedang tampil diatas panggung? Gara-gara kecerobohan kamu tadi Shae hampir saja celaka!" bentak Clay kepada Mila didepan semua pengunjung cafe yang hadir.
Mila melirik kearah semua pengunjung yang hadir, sekarang mereka semua kompak menatap tajam Mila secara bersamaan. Mila merasa dipermalukan oleh Clay hanya demi membela Shae.
"Maafin aku Clay tapi aku kan nggak sengaja. Aku nggak sengaja menyenggol Shae lagian salah Shae juga dia nggak lihat-lihat waktu aku sedang jingkrak-jingkrak diatas panggung! Harusnya dia bisa sedikit menghindar." balas Mila membela dirinya.
"Cukup Mila! Kenapa kamu malah balik nyalahin Shae orang jelas-jelas kamu yang bersalah? Baru kali ini aku semarah ini sama kamu. Tadi aku lihat dengan jelas kamu seperti sengaja menyenggol Shae sampai Shae terjatuh kebawah panggung. Katakan mengapa kamu tega melakukan perbuatan jahat itu kepada Shae? Kamu disuruh sama dua saudara tirinya ya!" tanya Clay dengan tatapan tajam. Clay benar-benar marah melihat kelakukan Mila kepada Shae.
"Clay udah cukup! Kamu nggak boleh nyudutin Mila kaya gitu dong? Aku yakin Mila nggak sengaja dan kamu lihat kan aku baik-baik aja sekarang?" sahut Shae tidak mau Mila dipojokan didepan banyak orang sama Clay.
"Iya sekarang kamu baik-baik aja. Tapi kalau aku nggak sigap berlari kedepan buat nangkap kamu, pasti sekarang kamu udah kenapa-kenapa. Shae, mulai sekarang kamu harus lebih berhati-hati lagi kepada orang-orang yang sok baik di sekitarmu. Karena orang yang kamu anggap baik bisa saja dia ingin menghancurkan kamu dari belakang." ucap Clay sembari menatap serius ke wajah Shae.
Mila menangis sedih karena baru kali ini dirinya merasa malu didepan banyak orang. Niat hati membuat saingannya celaka tapi malah dirinya yang langsung kena batunya.
"Udah Clay pikiran kamu terlalu berlebihan. Mila maafin Clay ya? Clay hanya terlalu khawatir aja, jadi pikiran dia jadi kemana-mana seperti ini." lembut Shae berkata seraya memegang kedua tangan Mila.
"Kamu adalah teman terbaikku." lanjut Shae berkata seraya tersenyum manis untuk Mila.
Tapi Mila langsung membuang tangan Shae yang sedang memegang kedua tangannya. Dalam hatinya Mila semakin benci kepada Shae karena gara-gara Shae, dirinya jadi malu didepan umum seperti ini.
Manager yang bertugas di cafe segera datang buat melerai keributan yang sedang terjadi.
"Ada apa ini kok pertunjukan musiknya berhenti? Masih sisa delapan lagu lagi kan? Ayo lanjutin lagi. Nggak ada yang kenapa-napa kan?" titah manager cafe.
__ADS_1
"Nggak kok pak. Yaudah yuk semuanya kita lanjutkan penampilan kita sampai selesai. Kita kan harus selalu profesional?" ajak Shae kepada anggota band yang lain.
Shae kembali menatap Mila sembari tersenyum tapi Mila tidak membalas senyuman Shae melainkan menatap dingin kepada Shae. Shae jadi merasa bersalah kepada Mila karena Shae yakin Mila pasti merasa sangat malu sekali. Shae berencana sehabis selesai manggung nanti Shae mau berbicara empat mata dengan Mila dari hati ke hati biar Mila nggak salah paham lagi.
Usai pertunjukan band mereka selesai, Shae bergegas mengejar Mila yang berjalan cepat pergi dari panggung sembari menenteng gitarnya. Sedari tadi mata Mila terlihat memerah menandakan kalau suasana hati Mila sedang tidak baik-baik saja.
"Mila, kamu mau kemana? Jangan buru-buru gitu dong?" panggil Shae dari arah belakang Mila.
Mila mengacuhkan panggilan Shae, kejadian tadi benar-benar membuatnya dendam dan semakin membenci Shae. Tapi Shae berhasil menyusul Mila di depan cafe Roselia. Shae meraih tangan Mila. Mila terus saja memasang wajah jutek sedari tadi.
"Apaan sih Shae, jangan ganggu aku deh! Aku mau pulang aku udah ngantuk!" bentak Mila kepada Shae.
"Aku mau bicara bentar sama kamu Mila,"
"Soal tadi waktu Clay memarahi kamu. Mila aku mohon ucapan Clay jangan dimasukin ke hati ya? Udah lupain aja! Anggap aja kejadian tadi itu nggak pernah terjadi didalam hidup kamu. Aku yakin kamu nggak sengaja nyenggol aku kok."
"Kamu nggak usah sok peduli deh Shae. Aku yakin mulut sama hati kamu itu beda. Mulut kamu ngomongnya gitu sok baik tapi hati kamu berkata lain! Kamu pasti suka kan lihat aku dimarahin sama Clay didepan ratusan orang? Mikir dong! Hal tadi adalah hal yang bikin aku malu seumur hidup! Clay memfitnahku seperti itu dan semua orang percaya kalau aku sengaja mau mencelakai kamu. Tadi mereka semua menatap sinis kepadaku."
Dari depan pintu utama cafe Roselia, Clay tengah mengamati perdebatan Shae dan Mila. Selama ini semua orang di kampus mengenal Mila adalah satu-satunya teman wanita yang mau berkawan baik dengan Shae tapi sekarang hubungan persahabatan mereka mulai renggang hanya karena masalah cowok.
Clay bergegas menghampiri mereka buat menghentikan perdebatan mereka.
"Aku minta maaf. Aku akan klarifikasi kepada semua orang tadi bahwa aku yang bersalah. Aku cuma shock aja lihat Shae yang hampir celaka. Aku akan bilang kepada mereka semua bahwa tuduhan yang aku tuduhkan kepadamu itu salah. Ayo Mila, kita masuk lagi kedalam?"
__ADS_1
Mila dan Shae kompak menatap Clay dengan serius tapi Mila sudah tidak peduli lagi soal itu. Yang penting bagi Mila hanyalah Clay menjadi miliknya. Kemudian Mila langsung pergi saja meninggalkan mereka berdua tanpa berpamitan dengan sopan.
"Mila! Mila!" panggil Shae kembali ingin mengejar Mila tapi Clay mencegah Shae mengejar Mila dengan memegang kuat tangan Shae.
"Clay lepasin! Aku mau menenangkan hati sahabatku!"
"Nggak Shae, cukup! Kamu nggak usah pedulikan dia lagi. Kalau persahabatan kamu sama dia renggang kan kamu masih punya aku, Ero, dan Bondi. Slow aja ya?"
Tamparan kencang mendarat di wajah Clay. Ekspresi wajah Clay benar-benar terkejut saat wajahnya pertama kali mendapatkan tamparan dari Shae, wanita minderan dan malang yang selama ini selalu ia bela ketika ditindas.
Tapi Shae juga merasa bersalah karena sudah lepas kontrol menampar wajah Clay.
"Ya ampun, Clay maafin aku? Aku kelepasan menampar kamu. Maafin aku Clay?" ucap Shae panik.
Clay menarik nafasnya dalam-dalam kemudian mengajak Shae untuk duduk sebentar diatas kursi panjang didepan cafe.
"Sekali lagi aku minta maaf ya? Aku benar-benar lepas kontrol udah nampar kamu. Kalau kamu mau bales silahkan aja Clay. Tapi yang penting bagiku adalah persahabatan kita nggak pernah renggang?"
Clay tersenyum kemudian memberikan sebotol air mineral untuk Mila minum.
"Suaramu serak tadi kan abis nyanyi banyak lagu. Diminum dulu airnya, ingat minggu depan kalau kamu terpilih kamu kan mau tampil di mini konser komunitas pecinta kesenian yang aku gabung. Jangan sampai suara kamu tidak maksimal saat tampil di konser itu nanti. Siapa tahu kamu bakal dilirik sama produser yang datang."
"Makasih Clay? Aku pikir kamu akan marah sama aku karena barusan aku lakuin hal itu. Aku menyesal sekali. Tapi ternyata kamu adalah salah satu laki-laki yang paling baik dan paling lembut yang pernah aku kenal."
__ADS_1
Bersambung...