
"Kamu adalah teman dari Mila? Ada hal apa kamu sampai nekat naik keatas panggung seperti ini? Siapa nama kamu Mbak?" tanya Kak Cakra sembari melangkah menghampiri Tati.
"Namaku adalah Tati. Mila adalah salah satu sahabat terbaikku. Aku adalah saksi dari peristiwa pembullyan yang dulu dilakukan oleh Shae kepada Mila sewaktu kita masih SMA. Kita bertiga sama-sama bersekolah di sekolah yang sama." jawab Tati sembari menitikkan air mata buaya.
Kak Cakra memanggil Shae buat naik keatas panggung.
Shae menatap Tati dengan tatapan tajam. Shae yakin pasti Tati disuruh oleh Mila buat melakukan semua ini menjatuhkan namanya didepan banyak orang yang sedang menonton malam kemenangan IMPC Academy musim ini.
Waktu itu Shae, Mila, dan Tati memang satu sekolah bahkan juga pernah sekelas, tapi Shae sama sekali tidak pernah berteman dekat dengan Mila ataupun Tati pada waktu itu. Shae mulai berteman dekat dengan Mila adalah saat mereka berdua masuk ke kampus yang sama karena mereka juga berasa dari komplek perumahan yang sama waktu itu jadi mereka berteman dekat. Pertemanan Shae dan Mila semakin dekat ketika Mila menawarkan Shae menjadi vokalis band yang ia pimpin. Tapi saat masa SMA, Shae memang gak pernah membully satu muridpun di sekolah.
"Tati adalah saksi hidup aku. Saksi pembullyan yang dulu dilakukan oleh si muka dua Shae kepadaku. Perih banget rasanya! Aku dijambak, digampar, kepalaku dibenamkan kedalam ember berisi air bekas pel, benar-benar cewek berhati setan kamu Shae. Kamu melakukan itu di belakang semua orang sehingga tidak ada murid lain ataupun guru-guru yang tahu pembullyan yang kamu lakukan kepadaku!" ucap Mila dengan wajah yang berapi-api.
"Iya dan aku adalah saksinya. Dulu aku dan Mila sama-sama tidak berani buat mengadu kepada pihak sekolah karena Shae begitu kelam dan mengerikan saat itu. Didepan semua orang di sekolah Shae bertingkah layaknya murid biasa yang polos dan tidak suka membully, tapi aslinya dia adalah lebih dari sekedar pembully!" sahut Tati seraya menatap tajam kepada Shae.
Shae menangis sedih. Rasanya keadaan di sekitarnya terasa gelap. Rasanya Shae ingin pingsan dan tidak kuasa menahan apa perkataan-perkataan yang dituduhkan oleh Mila dan Tati. Dari bangku penonton Pak Farhan tengah menatap ke panggung dengan tatapan sedih melihat anaknya yang baik hati itu disudutkan oleh sebuah kebohongan gila seperti itu.
Kak Mirza angkat mikrofon lalu berbicara,
"Buat yang mengizinkan cewek itu naik keatas panggung, keterlaluan! Kenapa mengizinkan dia! Ini adalah kompetisi menyanyi! Bukan cerita hidup yang kelam di masa lalu! Kompetisi ini jadi tercemar gara-gara kisah hidupnya Mila yang katanya dibully sama Shae! Baru kali ini IMPC Academy ada hal yang seperti ini! Kak Cakra!" marah Kak Mirza.
Kak Indah bangkit lalu membalas ucapan Kak Mirza.
__ADS_1
"Biar semua orang tahu siapa dan seperti apa watak dari jagoan Kak Mirza yang sebenarnya. Bukti semakin kuat dengan saksi mata yaitu teman Mila itu. Saya dulu juga korban bully! Butuh waktu lama untuk memulihkan luka menyedihkan itu! Saya bisa merasakan apa yang sekarang Mila rasakan." kata Kak Indah.
"Tapi ini gak etis Kak Indah! Malam grandfinal yang harusnya menjadi malam paling berkesan malah ternoda dengan kehadiran cewek berwajah jutek itu diatas panggung!" tegas Kak Mirza sembari menunjuk kearah Tati.
"Semuanya, kami akan kembali setelah pesan-pesan yang berikut ini." ucap Kak Cakra seraya memandang kearah kamera.
Commercial break dilakukan lebih cepat karena pihak penyelenggara akan mengademkan suasana didalam stadion dulu. Beberapa saat kemudian acara kembali dimulai. Mila dan Shae masih berdiri diatas panggung itu.
"Daripada masalah lama ini dibahas terus gak kelar-kelar, di malam grandfinal ini, alangkah baiknya kalau kalian berdua berdamai. Kalau benar Shae pernah membully Mila dulu, alangkah lebih baik kalau sekarang minta maaf sama Mila dan kalian berdamai, saling berpelukan maka dengan itu masalah akan berakhir. Fans dari kalian tidak akan perang lagi di sosial media. Saya lihat fans kalian di sosial media selalu ribut membela idola mereka masing-masing." ucap Kak Cakra.
"Shae, apa kamu mau minta maaf? Kamu wajib minta maaf sama orang yang pernah kamu bully itu!" titah Kak Indah dari kursi juri.
Kak Indah menghela nafasnya,
"Kalau kamu gak mau minta maaf maka kamu akan selalu dibully sama para pendukung Mila, Shae. Ayolah minta maaf? Orang yang hebat adalah orang yang berjiwa besar dan mengakui kesalahannya." tukas Kak Mila.
"Shae emang gitu dari dulu Kak Indah, dia adalah orang yang egois dan keras kepala. Aku udah gak heran sama sikapnya dan dirinya yang bermuka dua itu!" sahut Mila sembari memasang wajah sok melas.
Hati Shae benar-benar hancur pada malam hari ini. Fitnahan menerpa dirinya dan itu semakin kuat. Kehadiran Tati membuat semuanya menjadi lebih menyedihkan lagi.
"Shae ayo minta maaf? Kalau kamu gak mau minta maaf sama Mila, saya yakin pendukung kamu akan kecewa karena sikap kamu yang begitu egois." titah Kak Indah lagi.
__ADS_1
Pendukung Mila didalam studio heboh memaksa Shae buat meminta maaf kepada Mila.
"Ayo minta maaf dasar penjahat! Minta maaf!" teriak mereka.
Shae semakin deras air matanya. Pak Farhan dan Kak Mirza juga menangis melihat posisi Shae sekarang. Sedangkan Mila, hatinya tengah gembira sekali karena kemenangan ada didepan matanya. Dengan kejadian ini Mila yakin akan semakin banyak orang yang benci kepada Shae.
"Hahaha, rasakan kamu Shae! Kamu udah merebut Clay dariku, cowok yang aku suka! Sekarang kamu hancur sehancur-hancurnya, hahaha." batin Mila.
Bu Rianti, Evi, dan Rachel sangat bahagia melihat apa yang sedang terjadi dengan anak tirinya itu tapi tiba-tiba, layar besar dibelakang panggung memutar sebuah video, video dimana ada Tati yang sedang berbicara di telepon dengan seseorang. Sontak semua orang pada menatap kearah layar itu.
"Baik Mila, tapi sesuai perjanjian ya soal bayaran itu. Gue akan buat fitnahan soal Shae ngebully lo itu akan semakin heboh lagi. Sebenarnya Shae gak pernah membully lo dan gue tahu itu, tapi demi uang, gue siap jalanin rencana lo biar orang-orang makin banyak yang simpati kepada lo. Gue gak peduli sama nama baik dia. Oke, nanti gue usahain bisa naik keatas panggung." ucap Tati lalu Tati menutup telepon itu.
Mila terlihat panik.
"Video apa ini? Siapa yang udah merekamnya?" batin Mila bertanya-tanya.
"Itu kan Tati teman kamu Mila. Kenapa dia berbicara seperti itu? Siapa yang merekam video itu?" tanya Kak Cakra kepada Mila.
Mila diam saja tidak tahu mau menjawab apa.
Bersambung...
__ADS_1