
Keesokan harinya, Shae berdandan wanita sederhana. Shae duduk didepan kamera dan ada seseorang yang merekam dirinya. Shae akan klarifikasi soal star syndrom yang ia alami. Kesalahan yang membuatnya hancur.
Shae akan meminta maaf kepada orang-orang yang telah ia lukai perasannya. Shae ingin belajar kembali menjadi orang yang seperti dulu.
"Teman-teman, semua fans aku, aku sadar kalau selama ini, aku udah salah. Aku bukan inspirasi bukan kalian. Aku sombong, aku belagu, aku gak menganggap keberadaan orang biasa pilih-pilih saat fotbar. Aku minta maaf banget. Aku sadar aku hanya wanita biasa, yang tumbuh menjadi terkenal, setelah memenangkan sebuah pertandingan bernyanyi. Aku ingin kembali seperti dulu. Aku mohon maafin aku ya all? Aku mau belajar membuang sikap buruk aku ini. Sekarang aku udah putus dengan Radith. Aku udah bukan milik siapa-siapa lagi. Aku milik ayahku, almarhumah ibuku, dan aku adalah milik kalian semua fans yang masih mau anggap aku jadi idola kalian. I love you all." ucap panjang Shae sembari menangis.
Setelah perekaman itu usai, video akan segera diposting di media sosial Shae. Shae merasa lega karena udah minta maaf. Masalah dimaafin atau tidak biarlah itu menjadi urusan nanti yang penting Shae udah meminta maaf.
***
Shae kembali ke rumah ayahnya, Pak Farhan. Didepan rumah Pak Farhan sedang dimarahi oleh Bu Rianti.
"Kamu ini laki-laki gak berguna ya! Kenapa anak kamu yang benalu itu gak ngasih duit lagi! Dasar anak gak berguna. Gara-gara kesombongan dia, karirnya jadi hancur!" bentak Bu Rianti.
Shae keluar dari dalam mobil lalu Shae berlari menghampiri mereka berdua. Kedatangan Shae membuat Bu Rianti dan Pak Farhan terkejut. Evi dan Rachel juga keluar dari dalam rumah.
"Ibu kenapa sih selalu marahin ayah aku? Dia ini suami ibu loh." tegur Shae.
Rachel melangkah kedepan Shae lalu tangannya menampar Shae.
"Rachel! Apa yang kamu lakukan!" marah Pak Farhan setelah melihat anaknya ditampar.
"Terus aja terus! Belain benalu sombong itu!" sahut Bu Rianti kesal.
"Aku udah minta maaf sama semua orang. Aku minta maaf atas sikapku selama ini dan aku ingin memperbaiki semuanya." ucap Shae dengan wajah sedih.
"Saya udah gak peduli lagi sama kamu dan ayah kamu! Sebenarnya selama ini saya dekat dengan seorang pengusaha kaya raya. Saya akan segera menikah dengan dia!" cakap Bu Rianti membuat Pak Farhan dan Shae terkejut.
"Apa! Jadi diam-diam kamu tega mengkhianati aku Rianti?" tanya Pak Farhan shock.
"Iya! Saya gak peduli! Saya akan segera menggugat cerai kamu dan pergi dari kehidupan kamu dan anak kamu, untuk selama-lamanya!" tegas Bu Rianti.
"Kamu tega Rianti! Kamu bejat!" sedih Pak Farhan berkata.
Shae memegang kedua bahu ayahnya, menenangkan ayahnya, tapi ayahnya pingsan tak berselang lama.
__ADS_1
"Ayah? Ayah? Bangun ayah? Ayah!" teriak Shae panik.
"Kita tinggalin aja mereka Evi, Rachel," ajak Bu Rianti.
Evi dan Rachel mengangguk lalu mereka bertiga masuk kedalam rumah buat mengemas pakaian mereka kemudian pergi dari rumah Pak Farhan.
"Ayah bangun ayah! Kalian mau kemana?" tanya Shae sembari memegang kaki Bu Rianti.
Bu Rianti menendang perut Shae lalu berkata,
"Bukan urusan kamu penyanyi sombong! Kita akan pergi selamanya dari kehidupan kalian dan itu yang kalian inginkan kan!" jawab Bu Rianti lantas mereka bertiga kembali melanjutkan langkahnya pergi dari rumah.
"Mereka benar-benar tega ninggalin bapak disaat kondisi bapak seperti ini. Sebaiknya aku harus segera bawa bapak ke rumah sakit." ucap Shae lalu menelpon ambulance.
***
Keesokan harinya, kondisi Pak Farhan sudah kembali membaik. Shae menjaga ayahnya dengan baik dirumah sakit. Disaat ini Shae kembali teringat Clay, orang yang paling sakit hati atas perbuatannya. Shae ingin pergi ke rumah Clay buat minta maaf sama dia. Shae juga berharap ingin kembali lagi menjalin hubungan dengan Clay karena Clay adalah pria yang baik dan tulus.
"Aku berharap kita masih bisa bersama Clay, tapi apa mungkin? Semoga saja masih bisa. Karena kamu adalah harta yang sangat berharga. Seorang laki-laki yang tulus mencintaiku apa adanya tapi aku tega menyakiti hati kamu, melepas kamu begitu saja hanya demi gimmick dengan aktor bejat sialan itu." batin Shae menyesal.
Ternyata saat Shae mencoba mengetuk pintu ada orang didalam. Dia adalah ibunya Clay.
"Eh, nak Shae ya? Udah lama banget gak datang kesini?" sapa ibunya Clay ramah.
"Maafin aku ya? Setelah apa yang aku lakukan sama Clay tapi ibu masih ramah kepadaku?" tanya Shae terharu.
"Sudahlah, saya tidak mau membahas hal itu. Sekarang masuk yuk kedalam?" ajak ibunya Clay.
Lalu Shae masuk kedalam rumah Clay. Shae duduk di sofa ruang tamu.
"Kalau ibunya masih ramah, semoga saja Clay juga masih ramah. Mereka adalah keluarga yang baik dan ramah. " harap Shae dihatinya.
Ibunya Clay membawakan teh hangat dan juga beberapa toples kue kering untuk Shae.
"Silahkan dinikmati Shae. Kamu apa kabar?" tanya ibunya Clay sembari duduk di sofa.
__ADS_1
"Kabar aku baik kok Bu. Kabar ibu sendiri gimana?"
"Baik, baik sekali."
"Kabar adiknya Clay?"
"Oh dia juga baik. Perawatan akan terus dilakukan atas penyakitnya. Clay selalu menyediakan uang untuk biaya pengobatan dia."
"Kabar Clay pasti baik juga kan Bu?"
"Sangat baik. Kamu pasti ingin ketemu sama dia kan Shae?"
Shae mengangguk sembari tersenyum.
"Dimana dia? Aku mau minta maaf dengan tulus kepada dia."
"Sekarang Clay sudah gak tinggal disini lagi. Kamu mau ibu kasih tahu alamat rumahnya? Kamu datang sendiri kesana ya nak Shae?"
"Iya Bu, aku ingin tahu dimana alamat rumah Clay yang baru?"
Lantas ibunya Clay memberi tahu Shae lokasi rumah baru Clay sekarang. Shae akan segera pergi kesana dan Shae berharap semoga Clay sedang berada di rumahnya karena nomor lama Clay yang Shae simpan, sudah tidak aktif lagi.
Singkat waktu Shae berhasil sampai di rumah baru Clay. Letaknya ada didekat perbukitan yang asri dan indah. Rumah baru Clay cukup mewah.
"Senangnya lihat Clay udah bisa beli rumah sendiri." ucap Shae seraya memandangi rumah baru Clay.
Lalu Shae turun dari mobil dan segera melangkah kedepan rumah Clay. Shae memencet bel dan tak berselang lama seorang ART keluar bukain pintu.
"Iya siapa?"
"Saya adalah teman Clay. Apa dia sedang ada dirumah?"
"Oh Tuan Clay ada, mari masuk non?"
Shae tersenyum lalu Shae masuk kedalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu, menunggu Clay keluar buat menemuinya.
__ADS_1
Bersambung...