
"Selamat malam semua pengunjung Cafe Roselia yang sangat saya cintai. Sudah siap mendengar suara penyanyi yang luar biasa indah? Baiklah kalau gitu tidak usah berlama-lama mari kita sambut penampilan dari The Suamas BAND!!!" ucap seorang MC ditengah panggung cafe Roselia. Sebuah panggung berbentuk bulat dengan ukuran yang cukup luas. Cahaya lighting menyambut anggota band yang mulai naik keatas panggung. Total pengunjung yang hadir pada malam itu sekitar seratus orang dan semua duduk dengan tenang di kursi mereka masing-masing.
The Suamas Band adalah band menyanyi yang dipimpin oleh Mila selaku gitaris. Suamas artinya singkatan dari Suara Emas. Shae si pemilik suara emas tugasnya hanya sebagai vocalis. Ore si laki-laki berambut kribo dengan tampang lucu itu tugasnya sebagai pianis didalam Suamas Band.
Ore sangat mahir bermain piano dan yang satu lagi sang drummer adalah Bondi. Laki-laki tinggi kekar dengan wajah biasa-biasa saja namun punya mimpi yang tidak biasa. Mimpi apa itu? Bondi bermimpi menjadi seorang ilmuwan sedangkan menjadi drummer band yang ia lakoni sekarang itu hanya sekedar hobi semata. Hobi yang mendatangkan sedikit cuan dan uangnya bisa Bondi gunakan untuk uang jajan atau uang beli rokok.
Mila selaku ketua didalam band itu selain tugasnya menjadi gitaris saat pertunjukan manggung, Mila juga yang menerima datangnya tawaran manggung dari cafe-cafe atau acara pernikahan yang mengundang band mereka buat tampil.
Shae berdiri didepan microfon, Shae menatap satu persatu pengunjung cafe Roselia yang datang hingga tatapannya berhenti kepada Clay, sahabat terbaiknya. Clay tersenyum kepada Mila sembari menyeruput segelas matcha yang ia pesan.
Ternyata malam ini Clay sengaja datang ke cafe Roselia demi melihat penampilan bernyanyinya. Clay pasti ingin mengetahui gimana kualitas suaranya dari hari ke hari. Kehadiran Clay membuat Shae merasa sedikit tenang tidak segerogi tadi.
Shae selalu merasa kurang percaya diri ketika tampil didepan banyak orang. Wajahnya yang sangat biasa aja bahkan kalah cantik dibandingkan penampilan Mila yang tomboy itu membuat Shae benar-benar merasa minder. Shae yakin semua pengunjung yang hadir melihatnya bukan karena melihat kecantikannya tapi karena kualitas suara yang dia miliki.
Sementara itu tanpa Shae ketahui, Mila diam-diam sedang melirik sinis kearahnya sembari tersenyum kecil. Mila melirik sinis kepada Shae tanpa sepengetahuan Shae dari arah belakang Shae sembari memegang gitar yang sebentar lagi akan ia mainkan itu. Mila seperti sedang merencanakan sesuatu yang membahayakan Shae.
Alat-alat musik mulai dimainkan oleh anggota band dengan tugas mereka masing-masing. Suara emas itu sebentar lagi akan terdengar danĀ pastinya suara emas itu adalah suara yang akan memanjakan telinga semua pengunjung. Lagu pertama yang mereka mainkan berjudul Betapa Indahnya Percintaan Kita. Lagu bertema cinta namun musik yang dimainkan sama Suamas Band adalah musik ngebeat.
__ADS_1
Shae mulai melantunkan lirik lagu itu. Suara indahnya terdengar merdu. Artikulasinya sangat jelas tidak kumur-kumur. Vibra suaranya sangat kuat dan stabil sudah seperti seorang penyanyi terkenal yang profesional. Shae begitu menghayati lantunan lirik demi lirik yang ia nyanyikan.
" Band kereeen!" celetuk seorang pengunjung cafe.
"Setiap malam aja tampil pasti aku akan datang untuk beli makanan kesini tiap malam! Hanya demi melihat Suamas Band!" sahut pengunjung yang lain dengan suara kencang. Membuat Shae tersenyum manis kepada mereka.
"Benar! Jangan sampai Suamas band kehilangan vocalis yang luar biasa keren seperti Shae! Kita suka karena ada Shae! Shae! Shae!" sahut yang lain lagi.
Hampir sebagian orang berteriak menyebut nama Shae. Mereka semua ngefans Suamas band karena ada Shae bukan yang lain. Bisa dibilang Shae adalah nyawa dari band itu. Sembari memainkan gitarnya, Mila merasa kesal seraya menatap ke kursi penonton karena semua orang lebih menyukai Shae, memuji Shae, padahal Mila merasa penampilannya sebagai cewek bergitar itu tidak kalah keren dari penampilan bernyanyi Shae.
Beberapa pengunjung ada yang sedang membicarakan suara Shae sembari mendengarkan betapa kerennya suara Shae.
"Kamu benar, aku pasti akan jagoin dia kalau dia ikutan kompetisi bernyanyi. Sungguh suara yang sangat keren. Aku mengagumi itu." balas teman si pengunjung itu.
Musik yang dimainkan begitu menghentak malam meriah di cafe Roselia. Warna warni lighting bergerak cepat menyerbu empat orang yang sedang memberikan penampilan terbaik mereka pada malam ini. Sesuai dengan musik yang dimainkan yaitu musik beat, maka lighting yang diatur pun harus cepat dan heboh.
Selesai menyanyikan lagu pertama Suamas Band langsung berlanjut ke lagu yang kedua yang judulnya adalah Hentakan Semangat Penuh Cinta. Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Suamas Band adalah lagu orisinil buatan mereka sendiri, bukan mengcover lagu dari penyanyi lain. Suamas Band adalah band yang ingin sangat kreatif dalam bermusik.
__ADS_1
Yang jago menciptakan lagu-lagu keren itu beserta aransemen musiknya adalah Ero. Sedari kecil Ero sudah mencintai dunia musik.
Shae kembali menampilkan suara indahnya. Suara keren sekelas penyanyi festival itu memang patut dihargai dengan bayaran yang tinggi.
Clay sangat terpukau menyaksikan penampilan Shae dari kursi duduknya. Clay tidak berhenti untuk tidak bisa menikmati penampilan yang dipertunjukkan oleh Suamas Band.
Clay terus saja memberikan senyuman yang manis kepada Shae namun itu selalu disadari terus sama Mila. Mila selalu curi-curi pandang kearah Clay dan selalu saja di momen tersebut pasti Clay sedang tersenyum manis untuk Shae.
"Ah! Kesal! Shae mulu yang diperhatikan! Padahal, meski aku berpenampilan tomboy begini tapi aku kan jauh lebih cantik dan jauh lebih beraura daripada Shae! Aku jadi makin curiga kalau Clay memang sudah naksir sama gadis bertampang pas-pasan itu." batin Mila penuh rasa iri namun Mila tetap fokus memetik senar gitarnya.
Mila tiba-tiba maju agak kedepan sembari berputar-putar memainkan gitarnya seolah Mila sangat terhanyut dalam pertunjukan musiknya sendiri. Mila seperti sangat bersemangat dalam menunjukkan penampilannya.
Tapi, tiba-tiba suara indah itu terhenti kala Shae punggungnya tersenggol Mila hingga Shae hampir saja terjatuh dari atas panggung kecil itu. Untung saja Clay bergegas berlari kedepan buat menangkap Shae yang akan terjatuh dari atas panggung.
Shae terjatuh tepat ke dalam pelukan Clay. Shae sangat kaget ketika dirinya hampir saja celaka. Dari atas panggung semua anggota band berhenti beraksi. Ero dan Bondi berlari kedepan buat melihat keadaan Shae. Mila semakin terbakar tatkala melihat Shae yang baik-baik aja dan malah sekarang sedang bertatapan dengan Clay.
Tapi Mila buru-buru turun ke bawah panggung. Mila berpura-pura khawatir melihat Shae yang hampir celaka seperti itu padahal sebenarnya Mila sengaja menyenggol Shae hingga Shae hampir terjatuh ke bawah panggung.
__ADS_1
Coba saja kalau Clay tidak sigap menangkap Shae, mungkin Shae tidak bisa lagi melanjutkan penampilannya pada malam ini.
Bersambung...