
Gaun pemberian dari bapaknya sewaktu Shae berulang tahun yang ke 17 tidak Shae biarkan bersemayam di dalam tong sampah terus, tapi Shae ambil gaun itu dan ia akan membawanya menuju kost-kostan. Bukan masalah gaun itu sudah rusak sehingga dibiarkan saja tergeletak didalam tempat sampah namun kenangannya yang akan terukir abadi pada diri Shae. Pemberian dari bapaknya itu akan selalu ia kenang dengan manis.
***
Mereka akhirnya sampai di depan butik itu. Butik Lumaskot namanya. Lula sesuai nama pemiliknya adalah seorang desainer terkenal dimana gaun-gaun rancangannya juga sering dipakai oleh penyanyi papan atas saat mereka konser.
"Butik ini besar banget, pasti harga gaunnya mahal-mahal. Nggak ah Clay, kita cari butik yang kecil saja?" tolak Shae ketika sedang berdiri didepan butik itu bersama dengan Clay.
"Nggak apa-apa. Pemilik suara terbaik harus memakai gaun yang terbaik juga dong. Ayo masuk jangan malu-malu?" ajak Clay seraya mengulurkan tangannya.
"Iya Clay." balas Shae seraya tersenyum senang dan menerima uluran tangan dari Clay.
Mereka berdua masuk kedalam butik itu. Didepan pintu kaca ada dua bodyguard kekar yang bertugas menjaga butik itu. Shae masuk kedalam butik itu langsung dibuat takjub dengan ruangan yang ada. Sangat indah, luas, dan mewah. Aroma pengharum ruangan didalam butik ini benar-benar memanjakan saluran pernafasannya.
"Ya ampun, butik ini benar-benar harum dan luar biasa." ucap Shae terpaku sembari menatap beberapa pegawai yang sedang bertugas melayani pelanggan.
"Ayo kamu memilih gaun mana yang ingin kamu miliki?" titah Clay.
"Iya Clay."
Shae mulai melangkah buat memilih-milih gaun mana yang ia inginkan. Semua gaun yang ada terlihat menarik tapi perhatian Shae tertuju ke sebuah gaun berwarna hitam dimana ada taburan tujuh biji mutiara yang menghiasi ruffle dari gaun itu. Mutiara-mutiara itu sangat indah dan gaun ini terlihat sangat berkelas dan menawan. Saat Shae ingin mengangkat gaun ini dia berhenti karena setelah melihat harganya yang selangit.
Gaun ini dijual dengan harga diatas lima juta rupiah tentu saja itu akan membebani keuangan Clay. Shae tahu diri dan tidak jadi memilih gaun yang ia inginkan itu. Shae kemudian berlanjut memilih gaun mana yang ia inginkan bukan dari desainnya melainkan Shae sedang mencari harga mana yang paling ekonomis.
Setelah lama mencari-cari gaun mana yang paling murah akhirnya Shae menemukan juga meski harganya masih diatas satu juta tapi ini yang paling murah.
"Clay, aku memilih gaun yang ini aja?" ucap Shae seraya mengangkat gaunĀ berwarna putih itu.
Sesuai dengan harganya desain dari gaun itu terlihat yang paling tidak menarik dibandingkan desain gaun-gaun lain yang ada didalam butik ini.
__ADS_1
"Bukannya tadi kamu mau angkat gaun hitam itu ya? Yang ada mutiaranya itu loh? Kenapa kamu gak milih yang itu saja?"
"Nggak Clay harganya mahal. Aku tahu diri dan belum tentu suatu saat nanti aku bisa dengan cepat mengembalikan uang kamu kalau harganya segitu. Aku pilih yang ini aja."
Clay menyuruh Shae mengembalikan gaun murah yang sedang ia pegang itu kembali ke tempatnya kemudian Shae manut saja sama apa yang diperintahkan oleh Clay. Setelah itu Clay membawa Shae kembali ke tempat dimana gaun hitam mutiara tadi berada.
"Ngapain kamu bawa aku kesini lagi? Dengan tegas aku akan menolaknya jika kamu memaksaku memilih gaun hitam ini."
"Tapi gaun hitam ini yang kamu inginkan kan? Jangan membohongi diri kamu sendiri. Aku mampu kok membelikan kamu gaun ini."
"Batalkan niat kita jauh-jauh kesini kalau ujungnya gaun mahal ini yang terpilih. Lebih baik besok tampil dengan memakai gaun robek milikku saja dibanding memakai gaun mahal itu tetapi aku merasa bersalah kepada keluarga kamu."
Shae terlihat ngambek kemudian berlari keluar dari dalam butik.
"Shae!" teriak Clay kemudian berlari menyusul Shae keluar.
Shae berlari namun terhenti ketika dengan cepat lengannya dipegang kuat oleh Clay.
"Aku akan pergi jika kamu tetap keukeuh memaksaku memilih gaun mahal itu!"
"Iya aku janji tidak akan memaksamu lagi."
"Kamu tahu, memilih gaun yang paling murah itu saja aku udah merasa bersalah apalagi jika aku memilih gaun yang mahal?!"
Baru kali ini Clay melihat Shae semarah itu. Bahkan Shae sampai marah sembari menangis.
"Iya-iya, aku gak akan memaksa kamu lagi buat memilih gaun seharga tujuh juta itu lagi, meski sebenarnya aku juga mampu buat bayarin itu. Pendapatan aku sebagai seorang youtuber dengan ratusan ribu subscriber tidak menyulitkanku dalam hal ini Shae."
Clay punya penghasilan yang cukup lumayan dari AdSense pada setiap bulannya. Konten yang dia bahas adalah unboxing ponsel-ponsel keluaran terbaru dimana cukup banyak orang yang tertarik buat menonton konten Clay.
__ADS_1
"Yaudah yuk kembali kedalam? Hapus air mata kamu." titah Clay dengan lembut.
Shae masih enggan buat menghapus air matanya dan malah Clay, Clay yang menghapus air mata Shae sendiri dengan sendu dan lembut. Tatapan Clay menyiratkan bahwa ada sesuatu yang tersembunyi di hatinya. Sesuatu yang sepertinya adalah satu kata yang biasa disebut dengan cinta.
Saat Clay menghapus air matanya dengan penuh perhatian, entah mengapa Shae merasa baper dibuatnya. Shae merasa getaran dan kenyamanan yang berbeda. Shae juga membalas tatapan Clay dengan tatapan yang lembut juga.
"Makasih Clay, jangan suka memaksaku lagi ya?"
"Iya."
Kemudian mereka berdua kembali masuk kedalam butik. Gaun termurah yang tadi dipilih oleh Shae akhirnya menjadi gaun yang akan digunakan oleh Shae saat tampil di acara mini konser besok malam.
***
Sepulangnya dari butik Shae tengah duduk didalam kamar kost sembari mengecek gaun yang dibelikan oleh Clay. Shae juga melihat-lihat gaun lamanya yang sudah robek
Meski gaun ini adalah yang paling murah di butik itu tapi gaun ini jauh lebih indah dari gaun yang dulu diberikan oleh bapaknya. Itu karena harga gaun yang dibelikan oleh Clay sedikit lebih tinggi dibandingkan gaun yang dulu dibelikan oleh bapaknya. Tapi bagi Shae, kedua gaun indah didepan matanya itu memberikan sebuah arti kenangan tersendiri.
"Kedua gaun ini akan selalu aku kenang dalam hidupku, selamanya." ucap Shae terharu sembari memeluk kedua gaun itu.
Shae menyimpan kedua gaunnya dengan rapi didalam sebuah lemari. Kemudian Shae melangkah ke dekat jendela menatap area luar kost yang gelap dari dalam kamar.
Shae tiba-tiba membayangkan sosok Clay tengah berdiri bersama motornya didepan bangunan kost ini seperti tadi sewaktu Clay mengantarnya pulang ke kost. Shae membayangkan Clay sedang tersenyum manis kepadanya dari depan bangunan ini.
Bahkan Shae sampai senyum-senyum sendirian menatap halaman kosong itu dalam lamunannya membayangkan sosok Clay. Shae kemudian tersadar bahwa dirinya tengah membayangkan sahabatnya sendiri.
"Loh? Ada apa dengan aku? Kenapa aku malah bayangin Clay sampai senyum-senyum sendiri kek gini?" tanya Shae kepada dirinya sendiri.
Merasa malu Shae malah menampar wajahnya sendiri.
__ADS_1
"Arghh! Come on Shae! Kamu ini lagi bayangin apaan sih!" gerutu Shae kesal kemudian menutup lagi gorden jendela.
Bersambung...