STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL

STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL
Shae Lolos atau Tereliminasi?


__ADS_3

Shae merasa deg-degan dengan komentar dari kak Mirza. Apalagi kak Mirza adalah salah satu juri yang menjagokan dirinya. Shae merasa jika penampilannya tidak memuaskan maka akan mengecewakan kak Mirza.


"Memuaskan saya!" lantang kak Mirza kemudian kak Mirza kembali berdiri sembari memberikan tepuk tangan.


"Makasih banyak kak Mirza," balas Shae seraya sedikit membungkuk.


Di kursi penonton didalam studio yang jumlahnya ratusan orang banyak dari mereka yang tersenyum puas setelah melihat penampilan Shae pada malam hari ini.


"Kamu tidak mengecewakan saya pada malam ini Shae. Maju terus! Tunjukkan penampilan yang lebih baik lagi di babak berikutnya kalau kamu berhasil lolos. Tapi menurut saya diluar dari gosip buruk yang beredar soal kamu, kamu adalah peserta yang sangat layak untuk lolos buat maju ke babak berikutnya. Maju terus Shae, bravo!" komentar panjang kak Mirza kemudian kembali duduk diatas kursinya.


"Wah Shae malam ini dapat komentar positif dari banyak juri ya. Baiklah kalau gitu Shae, silahkan minta dukungan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sedang menonton kamu pada malam ini. Shae, kamu hebat!" puji kak Cakra.


"Alhamdulillah, terimakasih banyak semuanya. Buat yang mau dukung aku, aku mohon vote aku lewat SMS dengan cara ketik REG spasi SHAE kirim ke 7288. Terimakasih banyak." ucap Shae meminta dukungan kemudian Shae kembali ke belakang panggung.


Shae merasa lega karena sudah berhasil menampilkan penampilan yang terbaik. Tinggal menunggu hasilnya di akhir acara nanti apakah dirinya akan lolos atau malah tereliminasi.


Didalam rumah pak Farhan, semua keluarga tengah menonton Shae di televisi. Bu Rianti tampak cemberut setelah melihat penampilan anak tirinya yang begitu memukau. Begitu juga dengan Evi dan Rachel yang tampak bete karena banyak juri yang memuji penampilan Shae.


"Sebagus apapun penampilan lo tapi gue yakin dukungan SMS buat lo bakalan kalah telak dengan peserta yang lain karena imej lo itu udah buruk Shae." ucap Evi seraya menatap dingin ke layar televisi.


"Kamu gak boleh ngomong seperti itu Evi. Kalau sudah rezekinya Shae lolos ke babak berikutnya itu tidak ada yang mustahil." sahut pak Farhan seraya meminum air putih.


"Bapak ini berisik banget sih! Udah sana balik ke kamar!" usir bu Rianti kepada suaminya.


"Nggak mau. Bapak mau nonton acaranya sampai selesai. Bapak ingin melihat Shae lolos ke babak berikutnya." jawab pak Farhan sembari tersenyum optimis.


"Idih gak usah ngimpi deh bapak! Udah ah, mendingan ganti acara aja sinetron kesukaan aku." ucap bu Rianti kemudian mengganti channel televisi.

__ADS_1


Pak Farhan menarik nafas sabar kemudian pak Farhan kembali minum air putih lagi.


***


1 Jam Kemudian


Tiba saatnya babak penentuan siapa peserta yang akan melaju dan siapa yang akan tersingkir. Pak Farhan mendesak bu Rianti untuk segera mengganti ke channel KMTV. Karena bu Rianti juga penasaran, bu Rianti pun mengganti lagi channel TVnya ke channel KMTV.


"Tiga peserta dengan polling SMS tertinggi adalah Ian, Elma, dan Yati. Peserta yang masuk ke bottom two adalah Shae dan Deni. Shae dan Deni adalah peserta dengan penampilan terbaik malam ini namun sayang, keberuntungan belum berpihak kepada mereka sehingga mereka berdua harus masuk ke babak bottom two. Penentuan berdasarkan polling SMS terendah dan siapa polling SMS yang paling rendah diantara mereka berdua maka dialah yang harus tereliminasi pada malam ini." ucap panjang kak Cakra.


Deni memang berpenampilan biasa saja meski suaranya bagus. Penampilannya terlihat cupu dan berkacamata. Sedangkan Shae karena dukungan yang dia raih masih kurang. Ditambah lagi fitnahan Mila yang membuat imejnya menjadi buruk.


"Hahaha, anak kebanggaan bapak detik-detik tersingkir tuuh." ucap girang bu Rianti sembari melirik senang kepada pak Farhan.


"Semoga saja Shae masih bisa bertahan. Semoga keberuntungan berpihak kepadanya. Ya Allah, kasihan anak hamba. Selama ini dia selalu hidup dalam kesedihan. Berikan dia kesempatan untuk kembali tampil di babak selanjutnya." doa tulus pak Farhan dari dalam hatinya.


"Mampus lo benalu busuk! Lo sangat layak buat langsung tersingkir di ajang itu, hahaha." tawa Evi dihatinya.


"Semoga yang tereliminasi adalah si benalu gak penting itu!" harap Rachel juga dihatinya.


"Baiklah tanpa tunggu lama lagi mari kita buka polling SMSnya dan peserta yang harus tereliminasi pada malam ini adalah..."


***


***


***

__ADS_1


"DENI!"


Shae merasa shock setelah tahu dirinya masih bisa bertanding dibabak berikutnya babak 25 besar. Shae seolah tidak percaya dengan hasil akhir dari polling SMS dimana dirinya lebih tinggi dari Deni, disaat imejnya yang begitu buruk.


Betapa riang hatinya karena masih diberikan kesempatan untuk tampil di babak yang lebih menegangkan. Shae langsung bersujud syukur setelah tahu polling SMSnya lebih tinggi daripada Deni. Hanya selisih 1% lebih tinggi saja dari Deni. Selisih yang sangat tipis.


"Gak mungkin! Gak mungkin benalu gila itu lolos ke babak selanjutnya! Pasti itu disetting! SMSnya disetting aku yakin 100%!" pekik Evi tidak terima dan suara bisingnya memecahkan keheningan malam.


"Sepemikiran Vi! Kompetisi nggak bener! Mana mungkin peserta dengan imej buruk seperti Shae tapi voting SMSnya lebih tinggi daripada Deni yang notabene imej Deni itu baik ya meski look dia sangat biasa aja sih." sahut Rachel ikutan protes.


"Alhamdulillah, terimakasih banyak ya Allah." ucap syukur pak Farhan sembari mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan.


"Ah mendingan tidur aja! Gak mood!" kesal bu Rianti kemudian melemparkan remote TV keatas meja.


"Sama! Mendingan tidur! Besok pagi siap-siap aja akun sosmed IMPC Academy gue bombardir dengan nyinyiran gue dasar kompetisi settingan! Huu disetting, acara settingan!" geram Evi kemudian bergegas masuk kedalam kamarnya diikuti oleh Rachel sembari menguap.


Pak Farhan hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah ketiga wanita itu. Pak Farhan akan senantiasa berharap semoga Shae bisa terus melaju hingga ke babak final dan memenangkan kompetisi IMPC Academy musim ini sebagai juara satu.


"Bapak selalu bangga kepadamu nak." ucap bahagia pak Farhan.


***


Seorang laki-laki tampan tengah tersenyum puas diatas kasurnya sembari memandangi layar ponselnya. Laki-laki itu telah menghabiskan pulsa sebanyak tiga juta rupiah demi voting peserta jagoannya di IMPC Academy.


"Aku menghabiskan saldo sampai tiga juta buat voting kamu Shae. Alhamdulillah, kamu masih bisa melaju ke babak selanjutnya. Aku berjanji akan melakukan hal yang sama lagi untuk penampilan kamu selanjutnya. Semoga dukungan akan semakin banyak yang mengalir untuk kamu. Aku sendiri juga harus semakin kreatif dalam mengembangkan channel youtubeku biar pemasukan dari iklan akan semakin banyak." ucap panjang Clay kemudian Clay mulai rebahan.


Clay bisa tidur dengan nyenyak malam ini.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2