STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL

STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL
Pura-Pura Tersakiti


__ADS_3

Acara konser perkenalan ke 30 kontestan dari berbagai macam provinsi di Indonesia telah dimulai. Waktu telah menunjukkan pukul 8 malam waktu Indonesia Barat. Waktu dimana kebanyakan penonton televisi sedang berkumpul didepan televisi karena jam-jam ini adalah jam santai melepas penat setelah seharian capek bekerja.


Host yang bernama Cakra Pradipta memanggil ke 30 kontestan buat naik keatas panggung dan memperkenalkan diri mereka masing-masing kepada penonton di studio dan juga penonton di rumah.


Tiba giliran Shae buat memperkenalkan dirinya didepan jutaan manusia yang sedang menyaksikan acara konser perkenalan itu dari rumah.


"Selamat malam semuanya? Kenalin, nama aku Shae Puspita Sari. Aku berasal dari Jakarta. Dalam kompetisi IMPC Academy musim ini, aku merasa bahagia banget karena udah dikasih kesempatan buat bertanding dan sekalian mempelajari banyak ilmu-ilmu dalam dunia musik, aku akan selalu berusaha menampilkan penampakan terbaik aku. Mohon dukungannya ya warga Jakarta dan semua warga Indonesia yang berkenan buat dukung aku? Terimakasih banyak." ucap Shae didepan mikrofon dengan perasaan yang sangat gerogi sekali.


Ternyata Evi dan Rachel sedang menonton acara itu. Mereka berdua tengah menonton sembari ngemil kacang kulit. Mereka berdua sangat terkejut ketika melihat saudara tiri mereka muncul di televisi.


"What! Apa ini gue lagi mimpi? Itu yang di TV si benalu sialan itu gak sih?" tanya Evi seolah tidak percaya.


"Siapa lagi kalau bukan dia! Pasti dia ikutan audisi IMPC musim ini dan dia lolos karena memang suara dia itu bagus kan!" jawab Rachel sembari mengunyah kulit kacang.


Saking terkejutnya melihat Shae muncul di TV, sampai-sampai Rachel tidak fokus hingga yang ia kunyah bukan kacangnya melainkan kulitnya.


"Ah! Meskipun dia saudara tiri, gue gak bakalan sudi dukung si benalu itu! Semoga dia tersingkir langsung di babak awal kompetisi. Gue bakal ngikutin ajang menyanyi ini cuma untuk melihat benalu itu kalah dalam pertandingan. Aku sangat yakin wajah jeleknya itu tidak akan mungkin bisa menarik atensi dari para penonton." tutur Evi seraya menatap tajam ke layar TV.


"Sepemikiran Vi. Aku juga yakin si benalu kurang ajar itu gak akan mungkin bisa bertahan lama di ajang itu. Paling dia bakalan pulang dengan tangan kosong. Kasihan banget ya hidup dia." sahut Rachel dan sebenarnya hatinya merasa sirik melihat Shae yang muncul di TV.


Shae diperintahkan oleh sang host buat menunjukkan sedikit saja kualitas suaranya. Shae merasa semakin gerogi tapi Shae mulai melantukan lagu hits dari juara 1 IMPC Academy musim lalu, lagu berjudul Luka dari Kayla Maharani.

__ADS_1


Teknik bernyanyi Shae yang sudah cukup matang membuat beberapa juri yang sedang duduk manis di meja juri menjadi terpukau.


Bahkan ada salah satu dari mereka yang sampai berdiri memberikan tepuk tangan untuk Shae karena saking sukanya dengan kualitas suara Shae. Juri itu adalah Mirza Pratama. Seorang penyanyi senior yang kondang pada tahun 2000an.


"Wow luar biasa. Shae Puspita langsung mendapat applause dari kak Mirza." ucap sang host ikut merasa kagum.


Shae membungkukkan sedikit badannya sembari menatap penuh haru kearah Mirza. Shae juga mendapat tepuk tangan yang meriah dari para penonton. Betapa Shae makin bersemangat karena hal itu. Di barisan belakang, Mila tampak kepanasan melihat Shae yang mendapatkan pujian dari banyak orang di panggung.


"Sepertinya Shae akan menjadi salah satu peserta unggulan musim ini, bukan begitu kak Mirza?" tanya sang host.


"Saya yakin Shae bisa menembus 5 besar. Teknik bernyanyi dia sudah sangat matang. Bahkan barusan saya tidak mendengar ada sedikitpun fals saat Shae menyanyikan lagu dek Kayla Maharani, juara 1 kita musim lalu. Kalau Shae berhasil menjadi juara 1 musim ini, saya berjanji akan memberikan bonus untuk Shae berupa uang sebesar 100 juta dan kalung berlian." ucap Mirza berjanji.


"Shae adalah jagoan saya!" teriak kak Mirza sangat bersemangat buat mendukung Shae.


"Terimakasih banyak kak?" balas Shae dari atas panggung. Tak terasa air mata penuh haru mulai menetes di wajah sendunya itu.


"Sial! Semoga si benalu jelek itu langsung tereliminasi di babak awal kompetensi ini! Dia nggak pantes jadi juaranya!" batin Mila berharap diselingi ekspresi sirik melihat saingannya langsung amendapatkan dukungan dari seorang juri ternama.


Setelah sesi perkenalan dilakukan oleh Shae, tiba giliran Mila untuk memperkenalkan dirinya didepan semua penonton. Mila sama sekali tidak merasa gerogi karena Mila begitu percaya diri dengan wajah cantiknya.


"Hai selamat malam semuanya? Kenalin namaku Mila Cempaka. Aku juga berasal dari daerah Jakarta. Harapanku berada disini karena aku ingin membuktikan kepada keluargaku dan juga kepada orang-orang yang membullyku dulu, bahwa aku bisa sukses dan menang dalam kompetisi ini." ucap Mila didepan semua orang yang menonton sembari menitikkan air mata buaya.

__ADS_1


Mila merasa kualitas suaranya tidak sebagus yang lain namun Mila akan mencoba meraih simpati penonton dengan drama pura-pura tersakiti di masa lalunya. Biar banyak yang akan memberikan dukungan kepadanya dan itu akan sangat berguna untuk dirinya.


"Sepertinya Mila punya kenangan yang pahit di masa lalunya ya? Come on Mila, kamu harus segera bangkit dan melupakan semua kenangan pahit yang kamu alami di masa lalu. Jadikan semua itu sebagai cambuk untuk kamu membuktikan kepada mereka bahwa kamu bisa lebih sukses dari orang-orang yang membully kamu dulu." ucap sang host memberikan support system untuk Mila.


Mila menangis namun itu adalah air mata buaya. Mila pura-pura pernah dibully padahal dirinyalah pembully.


"Kejadian itu benar-benar membuatku menjadi trauma kak. Mengingat wajah-wajah yang membully aku rasanya menyakitkan. Aku disiksa baik secara fisik dan mental. Sedihnya, salah satu pembullyku dulu, sekarang menjadi sainganku juga di tempat ini. Aku masih trauma tapi aku akan berusaha buat bertahan dan berjuang karena aku disini untuk keluarga aku dirumah. Mama, papa, meski berat, aku lakukan ini demi kalian." ucap Mila berbohong.


"Dia ada disini? Siapa dia?" tanya kak Mirza dari kursi juri.


"Yang barusan kak Mirza jagokan." jawab Mila dan kemudian semua mata tertuju kepada Shae.


"Aku? Aku tidak pernah membully Mila. Bahkan dia yang membully aku bersama dengan kedua saudara tiri aku. Kenapa fitnah ini begitu kejam? Mila, kamu keterlaluan!" batin Shae sembari menatap kesal kepada Mila.


Host menyuruh Shae buat klarifikasi apa yang diucapkan oleh Mila dan Shae segera melakukan klarifikasi bahwa apa yang dibilang oleh Mila itu tidak benar.


"Kamu jangan main licik kaya begitu dong Mil? Sejak kapan aku pernah menyakiti kamu? Bukankah itu kebalikannya? Jangan memutar balikkan fakta ya!" ucap Shae tegas menyuarakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Cukup Shae! Kamu jangan memutar balikan fakta! Aku udah gak mau lagi ngomong sama kamu! Kamu jahat! Kita berdiri disini kita buktikan siapa yang akan mendapatkan banyak dukungan dari penonton. Semoga para penonton tidak memberikan dukungan kepada orang yang jahat dan salah ya?" harap Mila berkata seraya memasang tampang melas kepada semua orang yang menonton baik di studio maupun dirumah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2