STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL

STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL
Bertemu Produser Musik


__ADS_3

"Perkenalkan?" ucap pak Yoyo mengajak Shae berjabat tangan.


Shae pun berjabat tangan dengan pak Yoyo.


"Nama saya pak Yoyo. Saya adalah manager dari Pak Beni Yunanda. Tugas saya selain membantu pak Yoyo mengurus label rekamannya, saya juga terkadang turun ke lapangan buat mencari bakat-bakat baru dalam bermusik."


"Wah, sungguh pekerjaan yang bagus dan mulia pak. Anda membantu orang-orang yang memiliki keunggulan dalam hal bermusik buat mengorbitkan mereka dan mereka akan dikenali oleh banyak orang. Lalu apa maksud anda datang kesini mencari saya?"


"Iya, karena pak Beni tertarik dengan kemampuan bernyanyi kamu Shae."


Shae menoleh kebelakang menatap Clay yang tengah tersenyum seraya mengangguk kepadanya.


"Besok pak Beni ingin bertemu dengan kamu, dia ingin mengajak kamu berbicara berdua membahas sesuatu yang penting untuk kamu dan juga pak Beni. Besok pagi jam sembilan jangan lupa dateng ke cafe Roselia ya?"


"Cafe Roselia ya? Baik, saya pasti akan datang pak."


Betapa senangnya hati Shae tatkala dirinya diajak ketemuan oleh produser musik itu besok pagi. Sepanjang malam sebelum mentari pagi menyapa, Shae tak bisa memejamkan kedua matanya. Shae terus membayangkan kalau besok pak Beni berkata kepadanya,


"Saya akan mengajak kamu rekaman lagu, saya ingin mengorbitkan kamu sebagai idola baru yang terkenal dan digilai oleh banyak orang. Maukah kamu menerima tawaran saya?"


Shae terus berkhayal pak Beni Yunanda akan bilang seperti itu kepadanya esok hari. Didalam kamar kostnya Shae terus saja membayangkan hal itu seraya memeluk erat bantal gulingnya.


Hingga jarum jam di dinding menunjukkan pukul dua dinihari, Shae baru bisa memejamkan kedua matanya.


***


Keesokan paginya Shae tengah sikat gigi didalam kamar mandi. Shae tengah bersiap-siap pergi menuju cafe Roselia. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, Shae tidak sabar lagi menunggu jam sembilan pagi bertemu produser musik terkenal itu di cafe Roselia.


Usai mempersiapkan dirinya, berpakaian rapi, memakai parfum, sedikit tancap make up, Shae akan segera pergi ke pinggir jalan buat mencari angkutan umum namun lagi-lagi, si Clay datang menghampirinya menggunakan motor yang biasa selalu menemani mereka pulang dan pergi. Motor itu diberi nama Supri oleh Clay.


"Clay lagi, dateng lagi bareng Supri. Makasih Clay tapi aku mau naik angkot aja. Lagian cafe Roselia kan deket sini juga. Kamu kan harus pergi ke kampus Clay?"

__ADS_1


"Hari ini jam pelajaran aku di siang hari. Aku punya waktu buat menemani kamu pergi ke cafe Roselia. Good luck ya Shae, semoga pak Beni Yunanda mengajak kamu ketemuan karena dia mau menawari kamu rekaman."


"Moga aja. Yaudah kalau gitu makasih karena lagi-lagi aku ngrepotin kamu lagi?"


"Nggak ngrepotin kok, ini dipakai dong helmnya."


Shae memakai helm yang diberikan oleh Clay kemudian tak butuh waktu lama buat mereka berdua sampai ke cafe Roselia tepat pada jam sembilan pagi. Shae bergegas turun dari motor tak sabar lagi bertemu dengan pak Beni Yunanda berbicara berdua dengan sosok hebat itu untuk yang pertama kalinya.


"Clay, aku masuk dulu ya kedalam? Duh aku jadi deg-degan nih!"


"Apapun ceritanya kamu harus tetap percaya diri ya? Jangan minder! Karena percaya diri adalah kunci sebuah kesuksesan!"


Shae mengangguk diiringi senyuman yang manis kemudian Shae mulai melangkah masuk kedalam cafe. Karena saking geroginya mau bertemu orang penting Shae malah tak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita cantik yang mau membeli minuman di dalam cafe ini.


"Aduh, maaf mba? Saya gak sengaja,"


"Iya gapapa, lain kali lebih hati-hati ya?" jawab wanita cantik itu.


"Eh iya, kamu Shae kan! Pemilik suara indah itu."


"Ah bisa aja kamu, suara kamu jauh lebih indah! Kamu Anita kan? Aku tahu nama kamu dari Clay."


"Iya aku Anita, salam kenal ya Shae?"


"Iya. Kamu sama kaya aku kah? Biasa suka nyanyi dari cafe ke cafe?"


"Iya. Semalam setelah aku tampil, aku dicariin sama pak Yoyo katanya pagi ini pak Beni selaku produser musik ngajak aku ketemuan disini."


"Loh, kalau gitu kita sama dong? Pak Beni juga ngajak aku ketemuan disini. Tapi semalam kata pak Yoyo, ketemuan berdua aja nggak tahu kalau kamu bakal diajak ketemuan juga."


"Shae, kalau gitu kita masuk kedalam sama-sama ya? Siapa tahu pak Beni Yunanda sudah ada didalam?"

__ADS_1


"Iya, Ayo Anita."


Kemudian mereka berdua saling melangkah beriringan dengan kompak menuju kedalam ruangan cafe Roselia. Sedangkan Clay tengah mengamati Shae masuk kedalam diiringi senyuman kecil. Clay berharap semoga Shae ketemuan dengan pak Beni itu karena Shae mau diorbitkan sama pak Beni sebagai penyanyi pendatang baru di dunia musik Indonesia.


Ketika Shae dan Anita sudah masuk kedalam cafe Roselia, benar saja kalau ternyata pak Beni sudah ada didalam cafe. Pak Beni sedang duduk santai sembari meminum secangkir kopi susu hangat yang ia pesan.


"Pak Beni?!" panggil Shae sembari mengangkat salah satu tangannya.


Melihat kedatangan Shae dan Anita, pak Beni bergegas bangkit lalu mengajak mereka berdua untuk duduk satu meja dengannya.


"Wuahahahaha," tawa pak Beni menyambut kedatangan mereka.


Wuahahahaha adalah ketawa khas yang sudah melekat pada diri pak Beni. Semua orang yang kenal dekat beliau pasti sudah tidak asing lagi dengan ketawa khas pak Beni tersebut, wuahahahaha.


"Kalian mau pesan apa?" tawar pak Beni sembari menatap super serius kepada Shae dan Anita.


"Nggak pak, saya sudah sarapan tadi di kost." jawab Shae berbohong.


"Sama pak." sahut Anita mengikuti jawaban Shae.


"Baiklah kalau kalian tidak mau pesan apa-apa, padahal saya mau mentraktir dua penyanyi berbakat seperti kalian. Baiklah langsung ke poin penting aja kenapa saya mengajak kalian berdua ketemuan disini." tutur pak Beni membuat mereka berdua semakin penasaran.


Shae dan Anita kompak menatap dengan tatapan serius kearah pak Beni dan pak Beni mulai membahas soal apa yang ingin dia bicarakan dengan Shae dan Anita.


"Shae! Menilai suara indah dan keren yang kamu miliki, saya yakin kalau kamu mengikuti kompetisi bernyanyi di stasiun televisi swasta, saya yakin kamu bisa masuk ke babak utama. Kamu adalah penyanyi yang memiliki suara luar biasa. Nada tinggi kamu yang sangat melengking itu jarang dimiliki oleh penyanyi lain loh. Semalam, waktu saya mendengar di akhir lagu ketika part kamu di nada tinggi, kamu bisa melakukannya dengan mulus tanpa miss sedikitpun! Saya salut dengan kemampuan yang kamu miliki Shae." ucap pak Beni memuji Shae sembari bertepuk tangan.


Shae merunduk kemudian tersenyum manis.


"Terimakasih banyak pak atas pujiannya?" balas Shae senang.


"Untuk Anita, meski suara kamu tidak sebagus suara Shae, tapi visual kamu adalah yang paling menarik semalam. Suara kamu juga tidak jelek. Suara kamu juga bagus-bagus aja kok tapi kamu memiliki dua poin utama itu." lanjut pak Beni berkata membuat Shae agak bingung dengan maksud tujuan pak Beni berkata seperti itu kepada wanita cantik yang duduk di sampingnya itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2