STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL

STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL
Clay Sangat Banyak Membantunya


__ADS_3

Keesokan harinya Shae memutuskan buat bolos kuliah dulu karena suasana di kampus sedang tidak membuatnya nyaman.


Selama ini mungkin Shae masih bisa bertahan walau sering dibully oleh Rachel dan Evi setiap hari, tapi sejak bertambahnya satu orang yang ikut membully dirinya, yaitu Mila, Shae menjadi semakin tidak nyaman dan menderita.


Semalam juga Shae tidak pulang ke rumah. Shae menyewa kost murah selama satu bulan kedepan demi menghindari pertemuan dengan ibu tiri dan kedua saudara tirinya. Lagi-lagi Clay yang mengeluarkan uangnya buat Shae membayar uang kost itu.


Pukul 10 pagi ini Shae tengah menunggu Clay pulang kuliah di sebuah angkringan yang luas dan sepi. Angkringan kayu itu dikelilingi sebuah empang ikan yang luas dan didalam empang itu menyimpan banyak lauk makanan yang lezat di dalamnya.


Sembari menunggu laki-laki baik hati itu pulang, Shae sedang menghafalkan beberapa lagu mellow yang Shae pilih menjadi lagu buatnya tampil di acara mini konser itu.


Tidak mungkin Shae menyanyikan lagu-lagunya The Suamas Band karena hubungannya dengan pemimpin band itu sedang tidak baik.


Shae menghabiskan waktunya buat menghafalkan lirik lagu-lagu itu dengan sungguh-sungguh dan berkonsentrasi. Hingga dalam waktu singkat saja Shae sudah bisa menguasai nada lagu-lagu yang baru ia pelajari itu dengan cukup baik.


Shae menempatkan vibra dengan pas dan baik disetiap lirik lagu yang ia dendangkan.


Meski menunggu lama tapi Shae tetap setia menunggu Clay pulang di angkringan. Shae sudah mengabarkan terlebih dulu kepada Clay bahwa ia tengah menunggunya di angkringan ini. Sepulang kuliah Clay bergegas datang ke angkringan ini.


Tak berselang lama Clay datang naik motornya. Kedua bola mata itu menetra dengan intens ke sebuah motor yang tengah melaju menuju angkringan itu. Motor yang dikendarai oleh teman terbaiknya itu membuat semangat Shae kembali bertambah.


Motor Clay berhenti melaju tepat didepan angkringan itu kemudian Clay turun dan memarkirkan motornya didepan angkringan. Clay mengambil sebuah kresek berisi makanan yang barusan ia beli.


"Kamu bawa apa itu Clay? Aromanya enak." tanya Shae penasaran.


Kruyuuk kruyuuuk


Terdengar bunyi keroncongan dari perutnya Shae.


"Ahaaaa, pasti kamu lagi laper kan? Kamu belum makan siang pasti?" tanya Clay sembari duduk disisi Shae.

__ADS_1


"Iya. Belum sarapan juga dari pagi."


"Ya ampun kamu ini! Calon penyanyi terkenal harus pandai menjaga kesehatan dong. Ini aku beliin kamu nasi padang. Aku juga belum makan siang, sebelum kita pergi ke tempat les vocal kita makan siang dulu ya?"


"Tempat les vocal? Aku nggak ikut les vocal Clay!"


"Kamu akan ikut dan aku yang akan bayarin biaya les vocal kamu."


"Clay!"


"Aku akan marah kalau kamu menolak kebaikanku ini."


"Iya udah kalau kamu maksa Clay, makasih ya?"


"Iya."


Mereka berdua menikmati dua bungkus nasi padang yang dibeli oleh Clay itu bersama. Shae betul-betul merasa beruntung punya sahabat sebaik Clay. Disaat dirinya sekarang posisinya lagi dibawah banget seperti ini, Clay tetap ada untuknya. Clay betul-betul definisi sahabat yang sejati selalu ada disaat suka maupun duka.


"Oke makanan ini udah abis. Kita buang bungkus nasinya di tempat sampah ya? Buanglah sampah pada tempatnya. Sifat disiplin akan kebersihan harus selalu kita terapkan. Seperti orang-orang Jepang. Mereka betul-betul disiplin dalam hal kebersihan lingkungan."


"Kamu benar Clay."


Mereka berdua membuang sampah pada tempatnya demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.


Selesai makan nasi Padang mereka berdua lanjut pergi bersama menuju tempat les vocal terdekat. Sepanjang perjalanan menuju tempat les vocal, Shae kembali mengucapkan rasa terimakasih yang seluas-luasnya buat kebaikan hati Clay diatas motor yang sedang melaju kencang itu.


"Clay makasih?"


"Stop bilang makasih Shae, udah panas kuping aku dengerin kamu ngomong makasih mulu!"

__ADS_1


"Iya maaf Clay, hehe."


Shae berjanji sampai kapanpun dirinya tidak akan pernah pergi meninggalkan teman sebaik Clay walau Clay sedang kesusahan sekalipun.


Sesampainya di depan tempat les vocal mereka berdua bergegas turun kemudian mereka berdua masuk kedalam. Clay mulai mendaftarkan Shae buat mengikuti les vocal. Selepas mendaftar Shae sudah bisa berlatih vocal di tempat itu mulai siang ini hingga sore hari nanti menjelang waktu Magrib.


Sebelum Shae berlatih didalam Shae kembali mengucapkan terimakasih karena lagi-lagi Clay yang membiayai pendaftaran les vocal.


"Makasih banget Clay? Aku berjanji suatu saat akan aku kembalikan semua uang yang telah kamu keluarkan buat biaya-biaya keperluan aku. Aku tidak pernah mau menerima semua bantuan kamu dengan cuma-cuma. Aku nggak enak Clay udah cukup! Abis ini jangan bantuin aku lagi ya? Biar aku yang memperjuangkan semuanya sendiri saja."


"Iya terserah kamu Shae. Yang semangat ya latihannya? Aku yakin kamu pasti bisa lebih cepat menguasai teknik bernyanyi kamu."


"Iya Clay, makasih!" ucap Shae super senang kemudian Shae memeluk Clay karena saking senangnya.


Clay tersenyum manis semanis gula merah ketika Shae tengah memeluknya seperti ini. Getaran cinta atau rasa suka itu mulai Clay rasakan. Gadis biasa ini telah mencuri hatinya. Di waktu yang tepat nanti Clay akan mengungkapkan semuanya kepada Shae. Betapa beruntungnya Shae mulai disukai oleh laki-laki sempurna seperti Clay ini. Meski Shae belum tahu fakta yang sebenarnya kalau Clay itu diam-diam mulai mencintainya.


Shae pun berlatih vokal didalam tempat les itu dengan penuh rasa semangat. Orang-orang yang bersemangat dan berjuang keras dalam menggapai impiannya tidak mustahil orang itu bisa meraih apa yang dia mau.


"Shae padahal kamu baru pertama kali melatih vocalmu disini tapi ternyata kemampuan bernyanyi kamu sudah cukup mumpuni ya. Saya yakin tidak akan membutuhkan waktu yang lama buat kamu untuk bisa menguasai teknik bernyanyi yang baik dan benar wahai anak didikku." ujar seorang coach yang bertugas melatih Shae.


Para peserta latihan yang lain tampak mengagumi diri Shae. Banyak diantara mereka yang membutuhkan waktu lama buat bisa menguasai dasar teknik bernyanyi yang baik. Beberapa dari mereka juga iri kepada Shae. Karena Shae dianugerahi memiliki suara yang luar biasa.


"Shae kamu nggak perlu les vocal lagi! Suara kamu udah ok kok!" kata salah satu dari mereka sembari mengacungkan jempol.


"Aduh kamu ini! Terimakasih banyak coach. Sebenarnya saya sudah biasa menyanyi dari cafe ke cafe lain. Saya pernah tergabung dalam sebuah grup band kecil jadi saya udah bisa sedikit bernyanyi. Saya harap dengan saya mengikuti les vocal disini kualitas suara saya akan lebih baik. Karena saya bakalan ikut tampil dalam sebuah mini konser beberapa hari lagi coach." jawab Shae ceria.


"Wuah, good job ya Shae, semoga mini konser itu berjalan dengan lancar. Nanti saya akan menyempatkan waktu buat dateng ke acara mini konser itu. Jangan lupa undang saya ya? Jangan lupa juga beritahu tempat konsernya nanti ada dimana. Saya penasaran sama penampilan kamu." pinta coach itu membuat Shae semakin ceria karena coach itu akan meluangkan waktu buat menonton pertunjukkannya.


"Siap coach, dengan senang hati saya akan memberitahukan dimana tempat konser itu nanti."

__ADS_1


Selesai latihan, mentari senja mulai terlihat di ufuk barat betapa indahnya hal itu. Seindah hati Shae sekarang setelah sedari kemarin terus saja bersedih. Shae keluar dari dalam gedung sembari berjingkrak ceria layaknya seorang anak kecil yang bahagia setelah dikasih uang jajan sama ortunya. Ternyata didepan gedung laki-laki peduli itu masih setia menunggunya.


Bersambung...


__ADS_2