STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL

STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL
Memergoki Radith Sedang Berhubungan Intim Dengan PSK


__ADS_3

Shae mencoba menelpon Radith, tapi Radith gak angkat telpon darinya padahal HP Radith aktif. Shae mencoba menelpon sekali lagi, tapi Radith juga tak kunjung angkat telepon darinya.


"Sayang, kamu lagi ngapain sih? Kok gak angkat telepon aku sih?" tanya Shae dengan wajah bete.


Karena itu Shae jadi ingin pergi ke rumah Radith. Shae menyuruh sopirnya buat mengantarkan dirinya pergi menuju rumah Radith. Sesampainya didepan gerbang rumah Radith, Shae langsung turun dari mobil. Shae meminta satpam buat bukain gerbangnya tapi satpam penjaga rumah Radith terlihat enggan buat bukain pintu gerbang sehingga Shae gak boleh masuk.


"Maaf nona, tapi saya dilarang membuka gerbang untuk siapa saja. Tuan Radith sedang gak mau diganggu."


"Tapi Pak, aku ini kan pacarnya? Masa aku gak boleh masuk kedalam? Dengan aku masuk, aku bisa menenangkan hatinya kalau emang Mas Radith sedang sedih atau apa?"


Pak Satpam itu bingung mau bertindak apa tapi Shae tetap memaksa satpam itu buat bukain gerbang dan mengizinkan dirinya untuk masuk.


"Kalau gerbang ini gak dibuka saya akan suruh Mas Radith buat mecat kamu!" paksa dan ancam Shae.


Satpam itu ketakutan lantas membukakan pintu gerbang untuk Shae. Kemudian Shae masuk ke pelataran rumah Radith. Shae melangkah ditengah-tengah dua pancuran air yang indah. Shae langsung membuka pintu depan rumah, langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Shae memanggil-manggil nama Radith didalam rumah.


"Mas Radith? Kamu dimana mas? Sayang? Aku datang nih?" panggil Shae.


Shae melangkah menaiki anak tangga. Tidak ada sambutan dari Radith ataupun ART yang bekerja di rumah Radith karena ART sedang pergi ke pasar buat belanja.


Ketika Shae menapaki lantai dua, telinga Shae menangkap suara ******* wanita dari dalam sebuah kamar. Shae tahu kamar itu kamar siapa, kamar itu adalah kamar Radith.


"Suara ******* siapa itu? Suara ******* itu seperti seseorang yang tengah merasakan kenikmatan. Apa jangan-jangan Mas Radith sedang menonton video seperti biasa atau?"


Shae langsung menendang pintu kamar Radith. Shae mendapati pacarnya sedang berhubungan intim dengan wanita lain.


"Aaaaaaa!" teriak Shae panik.

__ADS_1


Radith dan wanita tersebut lebih panik lagi. Mereka sedang saling bertindihan dibawah selimut putih.


"Apa-apaan kalian!" teriak Shae murka.


Radith langsung memakai celana dan berlari menghampiri Shae sedangkan wanita itu masih bersembunyi dibawah selimut putih.


"Gak usah berisik lo! Gua udah biasa lakuin hal kaya gini. Cuman lo aja yang sok suci, nolak terus kalau gue mau giniin lo!"


"Lo adalah penyesalan terbesar dalam hidup gue!"


"Gimmick sama lo udah gak ada untungnya lagi buat gue sejak video kesombongan lo viral! Gue buang lo jauh-jauh dari hidup gue!"


Shae menampar Radith. Tapi Radith tidak terima dan langsung membalas Shae dengan menampar wajah Shae juga.


"Lo mau mengakhiri hubungan kita padahal gue selama ini cinta lo dengan tulus Mas!"


"Tega omongan lo ya! Clay, mantan pacar gue, yang gue sia-siakan begitu saja demi lo, jauh lebih baik daripada lo bajingan! Lo emang ganteng, tapi hati lo buruk!"


"Gak usah ngebacot lo! Pergi dari kamar gua! Gua mau lanjutin lagi permainan panas gua dengan lacur itu."


Ternyata wanita lain yang barusan berhubungan badan dengan Radith adalah seorang PSK. Shae menatap kearah Radith sembari menangis lalu dengan teganya Radith menendang perut Shae sampai Shae tersungkur keluar dari dalam kamar Radith.


"Aw," rintih Shae sembari memegang perutnya.


Sementara Radith mulai mengunci pintu kamarnya dari dalam. Shae lalu bangkit dan lekas pergi dari rumah Radith. Shae menangis sejenak di dalam mobilnya. Sang sopir terlihat kebingungan melihat majikannya yang sedang menangis sedih.


"Nona, nona mau pulang ke apartemen sekarang?" tanya sang sopir.


Shae diam saja. Hatinya benar-benar sangat kacau. Kecewa dan marah bercampur menjadi satu. Menerima tawaran gimmick, berpacaran dengan Radith adalah penyesalan terbesar dalam hidupnya. Shae meminta sang sopir segera membawanya kembali ke apartemen.

__ADS_1


Singkat waktu malam pun tiba. Shae tengen mengguyur dirinya dibawah air shower dalam kamar mandi. Shae teringat kenangan bersama laki-laki baik hati itu, Clay. Dia adalah laki-laki terbaik yang pernah Shae kenal namun telah Shae sia-siakan begitu saja.


Shae mengingat momen-momen indah ketika sedang bersama dengan Clay dulu. Sebelum hubungan mereka berdua hancur sejak Shae menerima tawaran gimmick itu. Sekarang, Shae merasa hampa, frustasi, down, dan merasa hidupnya sudah tidak ada artinya lagi.


"Kecewa, itulah yang aku rasakan sekarang. Bahkan air ini terasa panas, air ini terbakar oleh api kekecewaan yang begitu panas." ucap Shae.


Shae berhenti menyiram tubuhnya. Shae keluar dari dalam kamar mandi. Air mata mengalir di wajahnya namun tatapannya terlihat kosong. Shae melangkah keluar dari apartemennya. Shae melangkah menuju keatas gedung apartemen. Beberapa kali Shae berpas-pasan dengan penghuni apartemen yang lain.


"Shae, kamu mau kemana? Kok tubuh kamu basah?" tanya mereka.


Tapi Shae tidak peduli dengan pertanyaan mereka. Shae membuat mereka semua bingung tapi mereka yakin Shae sedang stress karena tekanan yang ia terima di sosmed setelah videonya viral.


Shae berdiri diatas gedung. Angin malam terasa dingin ditambah bajunya yang basah kuyup. Shae melangkah ke tepian, seperti orang yang akan terjun dari atas gedung.


Shae melihat ke bawah, sangat tinggi dan pasti Shae akan hancur jika terjun ke bawah sana.


"Semua orang membullyku, semua orang menghujatku, karirku hancur, pacarku tega, sekarang aku berada pada titik yang paling rendah didalam hidupku. Rasanya kematian itu jauh lebih baik untuk aku. Iya, membunuh diri ini adalah solusi yang cocok buat aku. Selamat tinggal ayah, Clay, selamat tinggal semuanya, selamat tinggal dunia yang penuh dengan kejahatan." ucap Shae lalu Shae lompat dari atas gedung.


Shae terjatuh diatas jalan. Shae merasakan sakit yang teramat sangat. Shae melihat darah menggenangi jalan lalu Shae menutup mata dan Shae membuka matanya kembali.


Shae tersenyum. Shae merasa bahagia karena Shae menang melawan iblis yang berusaha menggoda dirinya buat melawan takdirnya lebih dulu.


"Aku tidak akan mati, tidak, sehancur apapun diriku, seburuk apapun aku, sebesar apapun dosaku, aku tidak akan mensia-siakan hidupku. Karena hidup adalah anugerah yang jndah." ucap Shae sembari berbalik badan.


Bunuh diri bukan solusi yang tepat. Bayangan mengerikan terjatuh kebawah dan api neraka yang begitu panas membuat Shae membatalkan niat bodohnya itu.


"Aku akan menata hidupku kembali. Aku akan minta maaf kepada orang-orang yang telah aku sakiti. Aku akan kembali hidup seperti dulu. Kembali menjadi Shae yang ramah dan penuh dengan semangat." tukas Shae kembali tersenyum ceria.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2