STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL

STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL
Kesombongan Itu


__ADS_3

Keesokan harinya, Shae diantar pergi ke kampus oleh Radith. Shae masih ingin menyelesaikan kuliahnya karena pendidikan juga penting untuk dirinya. Shae dan Radith sama-sama turun dari mobil. Shae dan Radith berciuman pipi dulu sebelum Shae masuk kedalam kelasnya.


"Gue kuliah dulu ya sayang?"


"Iya sayang."


Radith mencium bibir Shae didepan banyak orang. Kemudian Shae mulai melangkah masuk kedalam kelasnya. Tapi tiba-tiba ada seorang mahasiswa baru yang berlari menghampiri Shae. Mahasiswa baru itu ingin sekali minta foto dan minta tanda tangan Shae.


Tapi penampilan mahasiswa baru itu terlihat dekil membuat Shae merasa ogah buat berdekatan dengannya. Sekarang Shae merasa malas jika dekat-dekat dengan orang yang terlihat miskin seperti mahasiswa baru ini.


"Kamu Kak Shae kan? Juara satu IMPC Academy musim ini?"


Shae mengangguk dengan tatapan ilfil.


"Pasti lo mau minta foto kan?"


"Iya pasti."


"Gue sibuk, lain waktu aja ya!"


"Yah, padahal minta foto sama tanda tangan doang itu cuman sebentar Kak?"


"Gak usah maksa dong! Suka-suka gue mau gimana jadi fans kok ngatur sih?"


Wajah cewek itu terlihat sedih. Terus tiba-tiba datang dua orang mahasiswa baru yang terlihat cantik, wangi, dan sepertinya mereka adalah anak orang kaya. Mereka berdua ingin minta foto kepada Shae.


"Kak Shae, kita mau minta foto dong?" pinta dua cewek kaya raya itu.


"Hm, boleh." jawab Shae singkat.


Shae dan kedua cewek kaya itupun berfoto bersama. Shae terlihat ceria ketika berfoto bersama mereka berdua. Sontak saja cewek yang terlihat miskin itupun menangis. Momen kesombongan Shae direkam oleh Evi dan Rachel.


"Shae sombong banget ya sekarang?" bisik Evi.


"Sebenarnya wajar sih, gue kalau diposisi dia juga bakalan lebih sombong dari itu sih." sahut Rachel.

__ADS_1


"Tapi kita bisa memanfaatkan ini buat jatuhin karir dia." balas Evi.


"Lo jangan nekat dong? Kalau karir dia jatuh ntar siapa yang ngasih duit ke bapak? Kita jadi gak bisa minta duit bapak lagi dong!"


"Bodo amat Hel. Sampai kapan kita bergantung kepada bapak dan ibu terus. Mendingan kita usaha sendiri, kita cari cowok tajir, terus kita pepet dan kita kuras duit mereka."


"Hmm, iyasih. Mungkin kita bisa dapatkan lebih dari yang kita mau. Yaudah, buruan rekam."


Usai berfoto dengan kedua cewek kaya itu Shae ingin segera melangkah masuk kedalam kelasnya meninggalkan si cewek miskin itu tapi cewek miskin itu memegang tangan Shae.


"Kak Shae?"


"Apa sih megang-megang tangan gue? Lepasin gak!"


Cewek miskin itupun melepaskan pegangannya.


"Barusan Kak Shae foto sama mereka berdua mau? Tapi kenapa sama aku gak mau? Apa karena aku cewek miskin jadi Kak Shae merasa gak sudi buat deket-deket sama aku?"


"Itu kamu tahu jawabannya. Sebagai penyanyi terkenal yang punya banyak kesibukan, gue harus selalu menjaga kesehatan gue. Aku hanya takut kamu membawa kuman aja sih kan biasanya orang-orang miskin itu tidak menjaga kebersihan mereka dengan baik. Yaudah jangan panggil nama gue lagi!" sombong Shae.


Sekarang semenjak berpacaran dengan Radith, Shae benar-benar berubah sikapnya.


***


Beberapa hari kemudian, video Shae bersikap sombong kepada seorang fans viral di medsos. Shae membaca berita viral itu di internet. Shae geram dengan orang yang sudah merekam dan memviralkan video itu.


"Siapa pula orang yang udah viralin video ini? Kalau gue tahu dia siapa, gue pastikan gue akan beri perhitungan sama dia!" ucap Shae geram.


Karena itu juga perlahan jumlah followers Shae di Instagram menurun drastis. Banyak orang yang kecewa banget dengan sikap sombong Shae. Shae yang sekarang terkena star syndrom itu.


Tawaran untuk manggung juga berkurang. Shae merasakan dampak dari kesombongannya setelah video itu viral. Shae akan membicarakan hal ini dengan Mas Iwan. Shae menemui Mas Iwan dirumah Mas Iwan.


Shae mengetuk pintu depan rumah Mas Iwan dan yang membukakan pintu itu adalah seorang anak Mas Iwan yang masih SMP, dia adalah seorang perempuan.


"Eh ada kakak sombong? Ada apa kesini Kak?" tanya anak itu membuat Shae mendelik kesal.

__ADS_1


"Tutup mulut lo ya bocah ingusan! Dimana ayah lo!" tanya Shae kasar.


"Ayah ada didalam lagi santai habis makan siang." jawab anak itu.


"Suruh dia keluar sekarang!" titah Shae dengan membentak.


"Kakak udah sombong galak juga, aku gak suka sama Kakak. Aku gak bakalan ngefans sama Kakak meski lagu-lagu Kakak bagus dan easy listening." tukas anak itu membuat Shae rasanya ingin gampar wajah anak itu.


"Suruh ayah lo keluar sekarang!" bentak Shae seraya menunjuk wajah anak itu.


"Eh eh eh, Shae? Kamu jangan memarahi anak saya dong? Ada apa kamu? Gisel, kamu masuk kedalam ya nak?" titah Mas Iwan kepada anaknya.


"Baik ayah."


Mas Iwan menarik tangan Shae membawa Shae dengan cepat kedepan rumah.


"Hellouw? Ada apa kamu datang kesini Shae?"


"Gue mau bahas karir gue yang mulai down nih. Kalau begini terus bisa-bisa karir gue akan beneran hancur dan duit gue lama-lama bisa abis." ketus Shae seraya bersedekap.


"Kamu tahu kenapa hal itu bisa terjadi? Kamu sadar gak sih sama apa yang udah kamu lakukan? Kamu ini publik figure, kamu ini dilihat sama jutaan mata. Kalau kamu semena-mena, maka itu akan berimbas ke karir kamu Shae."


"Mas Iwan jangan nyalahin gue! Tapi salahin diri lo sendiri! Lo kan manager gue! Lo gak becus kerjanya! Masa udah dua minggu gue gak dapet job manggung!"


"Kamu udah dua minggu gak dapet job, sepertinya orang-orang udah enggan buat mengundang kamu karena kasus kesombongan kamu kepada seorang fans kemarin. Buang star syndrom kamu jauh-jauh kalau kamu mau kembali seperti semula. Kalau kamu tetap bersikap sombong, maka saya akan mundur jadi manager kamu."


"Mas Iwan gak bisa kaya gitu dong! Gue kan udah bayar Mas! Masa main mundur aja sih!"


"Mulai bulan depan saya mengundurkan diri. Sisa dua minggu lagi buat saya bekerja secara profesional kepadamu. Habis itu silahkan cari saja manager lain."


"Gak perlu nunggu dua minggu, kamu gue pecat!"


Shae mendelik mengerikan kepada Mas Iwan kemudian Shae menendang kursi didepan rumah Mas Iwan. Shae pergi dari rumah Mas Iwan dengan amarah yang begitu kuat.


Didalam mobilnya, Shae bingung mau berbuat apa. Shae ingin melakukan sesuatu yang bisa menghibur hatinya, melupakan sejenak permasalahan yang sedang terjadi. Shae kepikiran Radith, dengan pergi ke bar, bermesuman dengan Radith, dan mabuk-mabukan sepuasnya disana, Shae merasa itu akan membuat hatinya bisa kembali senang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2