
"Bagi saya pribadi, saya lebih mengapresiasi peserta yang mau bangkit dari keterpurukannya. Buat apa menjadi yang terbaik kalau dibalik itu semua penuh akan kepalsuan." komentar kak Indah benar-benar menyudutkan sosok Shae seolah Shae adalah peserta yang fake dan penuh dengan kepura-puraan dalam hidupnya.
Padahal yang sebenarnya seperti itu adalah si licik dan keji, Mila.
"Kita gak bisa untuk gak objektif seperti itu kak Indah. Sekali lagi saya tegaskan kalau kompetisi menyanyi ini bukan kompetisi untuk menunjukkan siapa yang sikapnya paling baik atau siapa yang sikapnya paling jahat, karena bagi saya kompetisi ini dibentuk untuk menemukan siapa penyanyi dengan kualitas suara terbaik. Masalah sifat itu kembali ke diri kita masing-masing. Sebagai orang yang cerdas pasti kita akan meniru sisi positif dari seseorang mau dia manusia sekelam apa pada masa lalunya." komentar bijak dari kak Mirza yang melegakan hati Shae.
Shae sendiri memang sedang menonton penampilan peserta grup 5, 30 besar IMPC Academy pada malam ini bersama dengan para peserta lain didalam asrama. Mereka semua berkumpul ramai didalam ruangan yang sama. Shae selalu merasa sakit hati ketika dirinya disudutkan didepan jutaan penonton di seluruh Indonesia.
Memang, karena fitnahan dari Mila sebagian peserta lain jadi ikutan memusuhi Shae. Namun Shae berusaha untuk tetap tegar dan yakin suatu saat, dirinya bisa membuka topeng kemunafikan Mila.
Usai penampilan Mila tiba saatnya penentuan siapa yang akan lolos dan siapa yang akan tersingkir.
"Penerima polling SMS tertinggi kita pada malam ini, selamat kepadaaa.... MILA!" ucap lantang kak Cakra diatas panggung.
Mila langsung sujud syukur ketika dirinya ternyata adalah penerima polling SMS tertinggi pada malam ini. Otomatis Mila akan langsung lolos ke babak selanjutnya. Drama sok tersakiti yang ia buat sukses mengantarkannya melaju ke babak selanjutnya. Dukungan dari penonton yang lebih memilih kehidupan pribadi peserta dibanding kualitas jauh lebih besar.
"Mila benar-benar licik. Dia bertanding dengan kebohongannya bukan dengan kualitas yang ada pada dirinya." batin Shae kecewa saat menyaksikan Mila melaju ke babak selanjutnya. Itu artinya hari-hari Shae di asrama bakalan semakin berat karena Mila masih ada disini.
***
Keesokan harinya hari sabtu, 25 peserta yang tersisa setelah menjalani pertandingan babak awal semua sedang dikumpulkan didepan asrama. Mereka semua sedang disuruh berjemur sebentar dibawah sinar matahari pagi yang menyehatkan oleh ibu asrama.
"Bu Asrama, berapa lama kita dijemur disini? Aku takut kulitku gosong nih?" tanya Mila membuat ibu asrama itu merasa agak heran.
"Kamu takut kulit kamu gosong peserta yang lain biasa aja tuh. Lagian ini kan masih pagi. Justru sinar matahari pagi bagus untuk kesehatanmu Mila." jawab ibu asrama seraya berkacak pinggang.
__ADS_1
"Tapi bu aku gak nyaman kaya gini?" lirih Mila berusaha protes.
"Stop Mila! Jangan mentang-mentang kamu pernah menjadi korban bully lantas saya akan membeda-bedakan kamu dengan yang lain? Tentu saja tidak. Ini adalah keadilan. Semua peserta saya perlakukan sama saja. Mau dia jahat atau dia baik, mengerti! "
"Mengerti bu asrama."
Beberapa peserta merasa aneh dengan sikap Mila yang agak rese itu terutama Shae dan Ambar. Mila hanya bisa manyun saja ketika dirinya dipaksa berjemur dibawah sinar matahari pagi.
"20 menit cukup abis itu kalian jooging pagi mengelilingi asrama ini. Mengerti?" titah bu asrama.
"Mengerti bu." sahut semuanya.
"Aduuh ribet banget itu ibu-ibu bertubuh bengkak! Lagian ini kan kompetisi menyanyi bukan atlet yang mau tanding olahraga? Ngapain pakai olahraga segala setiap pagi malas banget deh." gerutu Mila didalam hatinya sembari menatap kesal kearah Shae.
Ketika 25 peserta sedang berlari mengitari asrama, Mila menghasut dua peserta lain sesama wanita buat membantunya memberi pelajaran kepada Shae.
Nuri dan Tiara adalah dua peserta lain yang pro kepada Mila.
"Iya ada apa Mila?" tanya Tiara balik.
"Abis kita lari pagi kita ngobrol sebentar ya dibelakang asrama?" ajak Mila.
"Oke, lima putaran lagi ya, semangat!" sahut Nuri setuju saja.
Setelah selesai memutari asrama sebanyak 10x semua peserta disuruh beristirahat dulu sebelum mandi. Shae duduk berdua bersama dengan Anjar di taman rumput samping asrama. Shae tengah meminum sebotol air mineral yang menyegarkan dahaga.
__ADS_1
"Duh, capek banget ya Shae? Tapi dengan kita sering olahraga pagi kaya gini badan kita jadi makin fit. Kalau badan kita fit kita pasti makin semangat dalam latihan." ucap Ambar bahagia.
Berolahraga memang punya banyak manfaat salah satunya membuat mood jadi bahagia.
"Yups, tepat sekali kamu Ambar. Kata guru olahraga aku waktu SMA, olahraga adalah salah satu cara untuk membahagiakan diri kita. Ada suatu hormon yang bernama Endorfin yang bisa membuat diri kita merasa bahagia setelah berolahraga. Luar biasa banget kan manfaat olahraga?"
"Iya, aku juga pernah dengar hal itu. Daripada kebanyakan makan mendingan kebanyakan olahraga kan Shae?"
"Dua-duanya harus berjalan dengan seimbang. Kalau kita kebanyakan makan gak apa-apa asal kita rajin olahraga biar badan tetap fit!"
"Kamu benar Shae."
Dari belakang Shae dan Anjar, Mila si licik tengah berdiri nanar sembari berkacak pinggang. Disisi Mila ada Nuri dan Tiara yang bersiap membantu Mila buat memberikan pelajaran kepada Shae. Mila mengkode kepada Nuri untuk segera menjalankan rencananya melalui alis mata. Mila menaikkan salah satu alisnya kemudian Nuri mengerti apa yang harus dia lakukan.
Nuri melangkah menghampiri Shae dan Ambar yang tengah asyik ngobrol itu.
"Hai pembully?" sapa Nuri sembari menoyor kepala Shae.
"Heh! Nuri kamu yang sopan ya! Ngapain kamu melakukan hal itu kepada Shae?" tanya Ambar sembari berdiri kesal.
"Loh gak ada salahnya kan aku membalas pembully seperti dia itu? Dulu dia lakuin hal yang lebih kejam lagi kepada Mila!" sahut Nuri membela Mila.
"Ha? Emangnya kamu lihat dengan mata kepala kamu sendiri? Kalau Shae pernah membully si ratu drama Mila? Come on Nuri, bisa aja Mila cuma membual. Selama kamu gak melihat langsung dengan mata kamu, kamu gak boleh percaya sama fitnahan Mila. Asal kamu tahu waktu hari pertama aku dan Shae ditempatkan di kamar yang sama dengan Mila, Mila langsung menyerang Shae. Aku yakin akan pikiranku. Siapa yang jahat dan siapa yang baik." ucap Ambar lalu menatap ilfil kearah Mila dan Tiara.
"Sialan banget si Ambar jelek itu! Dia lebih membela Shae benalu daripada membela aku? Dasar satu komplotan!" batin Mila seraya bersedekap tangan.
__ADS_1
Bersambung...