
"Aduh, Clay pasti ngambek sama aku. Bahkan setelah dia mengetahui gimmick aku sama Radith, dia sampai mutusin aku. Kalau ini adalah hal yang terbaik, yaudahlah, aku gapapa kok Clay diputusin oleh kamu, asal karir aku tetap bagus. Mendingan kedepan aku fokus sama karir aku di dunia musik dan juga dunia seni peran. Keduanya adalah hal yang sama-sama menguntungkan buat aku." ucap Shae merasa tidak peduli walau udah diputusin oleh Clay sekalipun.
Clay merebahkan dirinya diatas kasur. Mood buat konten YouTube jadi berkurang. Rasanya dunianya terasa gelap setelah baru saja memutuskan hubungan dengan Shae. Padahal tak lama lagi mereka berdua sebenarnya akan merencanakan pertunangan.
"Pertunangan itu telah gagal sebelum waktunya. Pernikahan yang aku impikan telah kandas. Aku tidak mau mengungkit segala kebaikan yang telah aku lakukan kepada kamu Shae, aku melakukannya dengan ikhlas. Tapi aku berharap, semoga kehidupan kamu tetap baik-baik saja. Semoga pembohongan publik yang kamu lakukan itu tidak akan membuatmu menyesal. Lebih baik aku fokus sama konten, pendidikan, dan keluarga. Aku memutuskan untuk tidak mengenal cinta dulu dalam beberapa waktu kedepan." ucap Clay dalam hatinya.
***
1 Bulan Berlalu
Clay dan Shae sudah tidak pernah kontak lagi semenjak putus hubungan. Shae sudah tidak peduli lagi terhadap laki-laki baik hati itu. Sekarang makin hari gimmicknya dengan Radith makin membuat banyak fansnya baper dan kerap memuji kemesraan mereka berdua.
Hari ini adalah hari perdana Film Melodi Dibawah Hujan tayang di bioskop. Shae dan Radith harap-harap cemas dengan berapa perolehan jumlah penonton pada hari pertama.
Didalam sebuah rumah yang megah, rumah Pak Bandi, Shae, Mas Iwan, Radith, dan juga Pak Bandi sedang berkumpul bersama didalam ruangan santai.
"Wah, followers kamu makin hari makin naik pesat ya Shae? Begitu juga dengan Radith. Itulah efek dari gimmick yang kalian berdua lakukan. Itu sangat menguntungkan buat kalian. Saya juga merasa untung kalau film saya laku keras." ucap Pak Bandi seraya menghisap rokok.
Shae mengambil secangkir teh manis hangat diatas meja lalu meminumnya dengan penuh kegembiraan.
"Semoga saja sesuai ekspetasi kita semua ya?" harap Shae.
"Baru kali ini gimmick aku sukses besar. Bahkan jauh lebih sukses daripada gimmick dengan artis-artis sebelumnya. Shae membawa keberuntungan buat aku." ucap Radith senang lalu merangkul hangat bahu Shae.
"Kalau gitu daripada gimmick terus, kenapa gak kalian jadikan realita saja? Ayo kalian berdua pacaran beneran, bukan gimmick. Siapa tahu cocok, makin nyaman, terus berakhir ke pelaminan?" tanya Mas Iwan.
Shae menatap kepada Radith. Radith sendiri sebenarnya merasa ogah kalau harus pacaran beneran dengan Shae karena wajah Shae yang terlihat pas-pasan itu. Sama sekali bukan selera Radith. Tapi mengingat Shae yang seperti menguntungkan buatnya, Radith pun mau saja pacaran beneran dengan Shae.
__ADS_1
"Kalau aku sendiri sih mau ya, gak tahu nih sama Shae? Emangnya kamu mau jadi pacar aku?" tanya Radith.
Radith adalah pria yang sangat tampan meski kualitas aktingnya pas-pasan. Bahkan jauh lebih pas-pasan daripada wajah Shae. Radith cuma menang tampang dan body doang.
Tapi Shae mau aja jadi pacar Radith daripada terus hidup membohongi fansnya, membohongi semua orang.
"Iya aku mau Dit." jawab Shae sembari tersenyum manis.
Lantas mereka berdua berpelukan bahkan Radith sampai mencium bibir Shae meski aslinya merasa jijik.
Mereka berduapun benar-benar berpacaran. Waktu terus berlalu. Berpacaran dengan Radith, membuat Shae terjerumus kedalam pergaulan liar. Tak jarang Radith membawa Shae pergi ke sebuah bar buat mabok-mabokan. Seru-seruan bareng pemuda pemudi nakal.
Sifat Radith yang sombong juga menular kepada Shae. Terkadang Shae jadi ogah saat diajak foto bareng fans, bahkan Shae pernah memaki fansnya yang bau mulut. Shae juga pernah ogah bersalaman dengan fansnya yang dekil karena Shae menganggap mereka pembawa bakteri dan penyakit.
Shae sekarang berubah jadi publik figur yang sombong dan liar. Shae benar-benar terkena star syndrom dipuncak karirnya ini. Suatu ketika Shae kembali berjumpa dengan Evi dan Rachel didekat sebuah mall.
"Aw, kalau jalan lihat-lihat dong!" bentak Shae kepada Evi.
Sedangkan sebuah kerikil tajam menancap di telapak tangan Evi setelah terjatuh barusan. Tapi Evi merasa sudah tidak asing lagi dengan suara orang yang menabraknya. Evi mengambil kerikil itu lalu Evi melihat kearah depan.
"Shae, itu lo?" tanya Evi.
Selama ini, semenjak Shae sukses memenangkan lomba dan karirnya yang semakin naik, Shae sudah tidak pernah lagi kontak dengan Evi dan Rachel, dua saudara tiri yang selalu menyakitinya itu.
Shae membuka kacamatanya lalu menatap Evi dan Rachel dengan tatapan tajam. Lalu mereka berdua sama-sama bangkit.
"Mau ngapain lo ke mall?" tanya Evi.
__ADS_1
Sekarang Evi dan Rachel sudah tidak ada nyali buat menindas Shae lagi seorang penyanyi terkenal yang digilai oleh banyak fans.
"Emang penting buat lo pada tahu ya! Minggir!" bentak Shae seraya mendorong bahu Evi.
Rachel gak terima melihat Evi diperlakukan seperti itu oleh Shae.
"Sekarang lo songong ya mentang-mentang udah jadi penyanyi terkenal! Dasar benalu!" marah Rachel.
"Yang benalu itu kalian berdua kali, sampah! Kalian ini abis belanja di mall, itu pakai duit siapa?" tanya Shae seraya melirik kearah tas-tas besar yang dibawa oleh Evi dan Rachel.
"Ya duit bapak lah." jawab Rachel.
"Terus duit bapak itu dari siapa?" tanya Shae lagi.
"Gak penting kita tahu darimana yang penting bapak masih sayang sama kita, Dia memberi kita uang buat belanja." sahut Evi.
"Minimal tahu diri ya sayang! Duit bapak itu dari gue! Kalian pada belanja pakai duit dari gue! Harusnya kalian tuh tahu diri dan gak usah sok nyenggol-nyenggol gue lagi!" kesal Shae lalu Shae melangkah dengan cepat menuju kedalam mall.
"Si benalu busuk itu sekarang belagu ya? Katanya dia kena star syndrom ya? Kemarin gue baca beritanya di internet," kata Rachel.
"Iya gue juga baca. Dia ngatain fansnya yang bau mulut, terus dia juga ogah salaman sama yang kaya gembel gitu iyuh dasar penyanyi sinting." balas Evi.
Didalam mall, Shae membeli beberapa minuman ringan. Tapi beberapa orang berhasil tahu kalau Shae sedang ada didalam mall ini. Alhasil Shae pun dikerubungi oleh banyak orang didalam mall.
"Shae minta foto dong? Shae boleh salaman gak? Kak Shae, aku boleh meluk kamu gak kak?" tanya riuh para fans Shae didalam mall.
Shae merasa tidak nyaman dengan semua ini lalu Shae buru-buru lari keluar mall.
__ADS_1
Bersambung...