STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL

STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL
Ikut Audisi IMPC Academy


__ADS_3

"Untuk permasalahan suara yang masih kurang matang itu masih bisa dilatih lagi kok. Anita, kamu masih berlatih vokal selama beberapa bulan sebelum saya orbitkan kamu ke permukaan musik Indonesia. Tapi kalau untuk visual, itu adalah salah satu poin utama yang harus dimiliki oleh penyanyi-penyanyi yang saya orbitkan dan Anita memiliki poin itu. Jadi mohon maaf buat nak Shae, mungkin rezeki kamu ada di tempat lain, di label lain. Saya sangat-sangat mendukung jika kamu mengikuti audisi kontes menyanyi pop terbesar yang akan diselenggarakan oleh salah satu TV terkemuka di Indonesia bulan depan. Selagi audisinya belum ditutup kamu harus mencobanya, Shae." tutur panjang pak Beni membuat semangat hidup Shae seketika menurun. Ternyata pak Beni lebih memilih Anita daripada dirinya.


Sebenarnya Shae seketika ingin menangis saat ini juga tapi saat ini bukanlah waktu yang tepat untuknya menangis. Shae tidak mau terlihat lemah dihadapan pak Beni dan Anita.


"Iya pak, makasih. Nanti saya akan mencoba mengikuti audisi kompetisi menyanyi itu. Anita, selamat ya? Kamu yang terpilih buat diorbitkan menjadi penyanyi baru oleh pak Beni." ucap Shae tulus memberikan ucapan selamat buat wanita cantik di sampingnya itu.


Namun gelagat Anita langsung berubah menjadi angkuh setelah tahu dirinya lah yang terpilih menjadi penyanyi baru yang akan diorbitkan oleh pak Beni. Anita diam saja walaupun mendapatkan ucapan selamat dari Shae. Anita terus saja menatap kearah pak Beni sembari tersenyum angkuh.


Shae bertambah sedih tatkala niat baiknya memberikan ucapan selamat malah dibalas dengan keangkuhan oleh Anita. Padahal barusan sikap Anita sangat ramah kepadanya.


"Apakah orang-orang biasa yang berhasil mendapatkan impiannya dia akan langsung berubah menjadi sombong seperti gadis ini?" batin Shae bertanya-tanya kemudian Shae izin pamit kepada mereka berdua.


"Saya pamit dulu ya pak, Anita?" ucap Shae singkat lalu bergegas pergi keluar dari dalam cafe.


"Iya, hati-hati dijalan ya!" balas pak Beni dengan agak mengeraskan suaranya.


"Terimakasih banyak ya pak sudah memilih saya sebagai calon penyanyi yang akan anda orbitkan. Selera anda tepat sekali. Saya berjanji saya tidak akan mengecewakan anda setelah anda memilih saya menjadi penyanyi baru yang akan anda orbitkan." cakap Anita kemudian tersenyum manis kepada pak Beni.


"Iya. Bagi saya visual itu yang paling utama. Masalah vokal nomor sekian lah. Banyak kok penyanyi yang suaranya pas-pasan tapi mereka visualnya oke dan mereka meledak di pasaran." sahut pak Beni kemudian meminum kembali kopi susunya.


***


Didepan cafe Roselia, Shae tengah melangkah dengan tidak bersemangat. Air mata kembali membanjiri wajah sendunya. Melihat Shae keluar dengan kondisi seperti itu jelas Clay bisa menerka apa yang sedang terjadi dengan diri Shae.


Clay segera melangkah menghampiri Shae. Clay memegang kedua bahu Shae kemudian memeluknya. Dalam pelukan Clay, Shae merasa tenang dan nyaman.


"Aku tahu apa yang terjadi. Kamu pasti gak jadi diorbitkan sama pak Beni kan?"

__ADS_1


"Iya Clay. Visual manusia adalah segalanya. Seberapa bagus suara yang aku punya, percuma saja, pasti aku akan kalah dengan visual-visual keren yang lebih menarik perhatian."


"Jangan pernah menyerah Shae."


"Mungkin benar apa kata ibu tiriku. Aku tidak akan bisa naklukin dunia ini karena visualku yang biasa aja seperti ini. Aku menyerah. Mungkin sebaiknya aku kubur mimpiku menjadi penyanyi terkenal." ucap Shae putus asa kemudian melepaskan pelukan Clay.


Clay jelas tidak suka melihat wanita yang ia sukai itu sedih dan berputus-asa seperti itu. Clay kembali memegang kedua bahu Shae kemudian Clay kembali memberikan dukungan untuk Shae.


"Aku janji aku akan selalu menemani kamu sampai kamu bisa meraih mimpi kamu. Aku paling benci sama orang yang mudah putus asa. Aku harap kamu kembali mengaktifkan semangat yang ada pada dirimu, Shae. "


"Tapi apa? Apa yang bisa aku lakuin buat meraih mimpi aku? Satu-satunya harapan telah sirna. Produser musik itu memilih yang lain karena visualnya lebih menarik."


"Tentu saja selalu ada jalan kalau kamu mau berusaha. Kalau mau berusaha bukan tidak mungkin kamu bisa mendapatkan apa yang kamu impikan. Kalau belum berhasil jangan pernah menyesal dan terus terlarut dalam kekecewaan. Setidaknya kamu sudah pernah mencobanya dan jika kamu tidak pernah mencoba, kamu tidak akan pernah tahu hasilnya. Shae, kompetisi IMPC Academy (Indonesian music pop competition) yang akan diselenggarakan oleh KM-TV mulai bulan depan masih buka pendaftaran buat ikut audisi loh. Besok pagi, kita pergi bersama-sama menuju tempat audisinya yang ada di Jakarta. Gimana, kamu mau mencobanya kan?"


Shae menghapus air matanya lalu mengangguk disertai senyuman.


"Iya, aku akan mencobanya. Semoga saja aku bisa lolos audisi ya?"


Melihat Shae sudah kembali bersemangat pun Clay juga ikutan senang.


"Ngomong-ngomong kamu masih keukeuh kalau tomat itu adalah sayur?"


"Ih apaan sih bahas itu lagi! Ya iyalah sampai kapanpun aku tetep yakin kalau tomat itu adalah sayur bukan buah!"


"Shae, tomat itu buah!"


"Sayur!"

__ADS_1


"Buah!"


"Sayur!"


"Buah!"


Lagi-lagi Clay dan Shae kembali meributkan soal status tomat itu buah atau sayur dan di samping mereka tanpa mereka sadari di tengah keributan mereka, Anita sedang mengamati mereka berdua dengan tatapan sinis.


"Ributin apaan sih gak penting banget! Dasar dua rakyat jelata gaje! Calon penyanyi besar sepertiku mulai sekarang harus jauh-jauh dari akrab dengan golongan jelata seperti mereka. Cukup nanti aja deh membangun imej baik didepan fans-fans akuh, yuhuu." gerutu Anita sombong kemudian lanjut melangkah menuju mobilnya.


***


Keesokan paginya Clay menjemput Shae ke kost. Clay menunggu Shae didepan kost. Clay sudah berpakaian rapi dan wangi. Kebetulan hari ini adalah hari libur jadi Clay dan Shae tidak ada kewajiban buat dateng ke kampus hari ini.


Melihat Clay sudah datang Shae bergegas melangkah dengan cepat menuju ke depan kost-kostan. Penampilan Shae apa adanya saja tidak seperti kemarin waktu mau bertemu dengan pak Beni. Shae hanya memakai kaos oblong dan celana jeans panjang lusuh. Shae sama sekali tidak menaruh harapan akan bisa lolos audisi. Shae hanya mau mencobanya saja daripada tidak mencoba sama sekali.


"Selamat pagi Shae? Sebentar, kok penampilan kamu hari ini tidak semenarik kemarin ya waktu kamu ketemuan sama produser musik itu?"


"Buat apa sih berpenampilan menarik. Aku sama sekali tidak menaruh harapan buat lolos audisi kok. Aku hanya ingin mencobanya saja dan memberikan penampilan yang terbaik didepan para juri audisi nanti."


"Yaudah kalau gitu semangat ya? Aku pasti doain kamu bisa lolos audisi."


Setelah itu Shae mulai membonceng Clay pergi menuju tempat audisi yang tertera di formulir pendaftaran website kompetisi tersebut. Jarak tempat audisinya dengan kost tempat Shae tinggal memang cukup jauh. Butuh waktu cukup lama buat sampai ke tempat itu hingga akhirnya mereka berdua sampai di depan tempat audisi. Sudah banyak sekali orang yang antri mengambil tiket buat masuk kedalam tempat audisi.


"Banyak banget yang mau coba audisi. " ucap Shae terhenyak.


"Memang beginilah perjuangannya. Kamu harus sabar ya, antri dulu."

__ADS_1


"Iya, Clay."


Bersambung...


__ADS_2