STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL

STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL
Cemburu


__ADS_3

"Clay, ketika aku sedang bersedih kamu pasti selalu ada buat menghibur aku. Sesungguhnya aku adalah perempuan yang paling insecure di dunia. Ketika aku melihat kecantikan dan popularitas wanita lain rasa iri itu pasti muncul didalam hati aku. Aku tahu Clay rasa iri itu bisa mematikan mentalku, tapi mau gimana lagi, kehidupanku yang blangsak ini adalah alasan kuat mengapa aku insecure dan suka iri melihat kesuksesan atau bahagia yang dirasakan wanita lain. Clay, apakah mustahil bagiku bisa mendapatkan semua itu?"


"Mendapatkan apa Shae?"


"Popularitas. Dipuja oleh banyak orang. Dikagumi sana sini. Dihormati dan dihargai oleh berbagai kalangan manusia. Termasuk ibu tiri dan saudari tiri aku. Aku ingin membuktikan kepada mereka kalau aku itu BISA!"


"Kamu bisa kok asal kamu mau bekerja keras sampai mimpi-mimpimu tercapai. Sejak pertama kali kita kenal aku langsung merasa nyaman bersahabat dengan kamu. Kamu adalah calon orang hebat di masa depan, yakinlah itu! Kamu adalah orang yang baik dan juga orang yang cerdas. Allah juga menganugerahkan kepadamu suara yang luar biasa indah didengar. Dibalik hal yang selalu membuatmu merasa insecure, kamu memiliki kelebihan yang tidak semua orang memilikinya. Itu terjadi karena Allah Maha adil kepada hambaNya." ucap panjang Clay yang kembali menggetarkan hati Shae.


"Alhamdulillah. Membahas soal kualitas suara yang aku miliki, kayaknya sore ini aku mau latihan keras deh biar bisa tampil memuaskan, saat aku terpilih buat tampil di mini konser komunitas kamu. Konsernya kapan Clay?"


"Seminggu lagi. Kamu masih punya banyak waktu buat latihan. Untuk sementara ini kamu masih bisa menerima job menyanyi dari cafe ke cafe bersama band kecil kamu itu. Hitung-hitung sekalian latihan menyanyi juga kan? Karena menyanyi juga harus terus berlatih."


"Kamu benar Clay. Membahas soal band kecilku Golvoi band, Mila si gitaris, Bondi si drummer, sama Ore si pianis lagi ada dimana ya? Pasti mereka lagi sibuk dengan dunia mereka masing-masing."


"Pastinya Shae. Apalagi Mila yang hobi main tinju itu dia juga punya cita-cita yang tinggi ingin menjadi seorang petinju wanita. Kamu bisa meniru semangat dia Shae."


"Kamu benar Clay, hahaha rasanya aku kembali ceria. Kamu selalu bisa membuatku segera melupakan kesedihan yang sedang aku alami dalam waktu yang singkat."


Shae melirik kearah lain tepatnya kearah beberapa tiang kecil di belakang kampus dimana ada seorang wanita berambut pendek yang sedang berdiri menatap mereka berdua dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Nah itu dia! Panjang umur lagi diomongin ternyata lagi manequin challenge disitu. Hahaha, bestie sini lah!" teriak Shae memanggil Mila dengan ceria.

__ADS_1


"Iya aku datang!" sambut Mila berpura-pura ceria dan ramah kepada mereka berdua.


Mila tengah memendam perasaan cemburu yang sangat kuat jika melihat Clay sedang berduaan dengan Shae. Mila merasa takut kalau mereka sering berduaan maka lama-lama akan saling merasa nyaman dan akhirnya pun jadian.


"Kalian ini berduaan mulu ya udah kaya Upin Ipin aja?" kata Mila sembari mengusap rambut Clay hingga berantakan.


"Waduh, kamu bilang kita kaya Upin Ipin? Lihat rambut aku sama rambut Clay aja banyak masa kamu bilang kita kaya upin ipin sih, hahaha. Mila, malam ini kita ada job manggung di cafe Roselia. Kita semua harus latihan kan?" tukas Shae menggebu-gebu.


"Yoih dong Shae. Eh, tapi kok aku lihat mata kamu kaya sembab gitu? Kamu habis nangis ya Shae? Jangan bilang kalau mata kamu abis kelilipan bawang, alasan basi ah! Apa yang bikin kamu nangis? Bilang sama aku!" tanya Mila seraya merangkul bahu Shae.


"Nggak papa kok udahlah nggak usah dibahas lagi. Mending kita siap-siap aja karena bentar lagi adalah waktunya kita masuk kelas." jawab Shae menolak memberi tahu Mila bahwa dirinya habis dijahatin sama kedua saudari tirinya.


"Yaudah kalau gitu." ucap Mila yang sebenarnya juga tidak peduli dengan Shae.


Diam-diam pak Farhan sedang menangis didalam kamarnya sembari memeluk foto Miranda istri pertamanya yang sudah mati. Sepuluh tahun lalu Miranda ditemukan mati secara mendadak didalam kamarnya. Dugaannya Miranda meninggal karena gagal jantung tapi sebenarnya itu juga tidak meyakinkan pak Farhan karena sebelumnya Miranda tidak punya riwayat bermasalah pada jantungnya.


"Miranda, aku merindukanmu sayang. Sungguh pernikahanku dengan Rianti adalah hal yang paling aku sesali dalam hidup ini." ucap pak Farhan seraya terisak memandang foto cantik Miranda di figura foto yang cukup besar ia pegang.


"Karena itu anak kita menjadi terluka baik batin dan fisiknya. Aku merasa berdosa sekali kepadanya." lanjut pak Farhan berkata.


Tiba-tiba bu Rianti masuk kedalam kamar sembari membawa barang belanjaan. Bu Rianti habis pergi dari mall membeli beberapa baju baru dan uang buat shopping ia dapatkan dari hutang ke salah satu teman sosialitanya. Bu Rianti benar-benar terkejut ketika ternyata pak Farhan masih belum move on dari Miranda dan masih menyimpan foto Miranda secara diam-diam.

__ADS_1


Pak Farhan terkejut melihat kedatangan bu Rianti yang tiba-tiba saja membuka pintu kamar.


"Mas! Apa-apaan sih kamu! Ternyata kamu masih belum move on ya dari orang yang sudah mati itu! Sadar mas! Sudah sepuluh tahun Miranda pergi meninggalkan kamu! Masih aja belum move on dasar suami yang nggak berguna!"


Pak Farhan bangkit lalu mau menyimpan foto itu didalam lemari tapi bu Rianti lekas merebutnya.


"Gak ada ceritanya kamu menyimpan foto mantan istri kamu! Aku mau buang foto ini ke tempat pembuangan sampah!"


Tamparan kencang mendarat di wajah bu Rianti. Ini adalah kali pertama pak Farhan berani menampar istri kejamnya setelah sembilan tahun pernikahan mereka.


"Mas? Apa yang barusan kamu lakuin? Kamu berani menampar aku mas? Kamu tega melakukan KDRT sama aku!"


"Bodo amat! Kamu juga selama ini tega melakukan KDRT sama anak aku, Shae! Kamu tidak berhak menghancurkan foto almarhumah Miranda! Aku mau menyimpan foto itu di lemari Shae. Cuma Miranda kenangan terindah yang terukir dalam hidup Shae."


Pak Farhan keluar dari dalam kamar sementara itu bu Rianti mengepalkan kedua tangannya.


"Shae lagi Shae lagi! Awas ya anak benalu itu! Sampai rumah nanti aku jamin, siksaan akan kamu terima dengan kejam Shae! Arghhh!" marah bu Rianti kemudian membanting semua belanjaannya keatas kasur.


Pak Farhan masuk kedalam kamar Shae. Sebuah ruangan yang sempit bisa dibilang kamar Shae adalah ruangan paling sempit didalam rumah ini dan yang mengatur Shae tidur disitu adalah bu Rianti. Bu Rianti hanya membolehkan Shae tidur di kamar sempit ini. Bahkan, alas tidur Shae sudah tidak layak pakai. Sebuah kasur yang sudah sangat kempes dan tentu saja tidak nyaman jika dijadikan sandaran untuk tidur. Pak Farhan menitikkan air mata melihat kondisi kamar anaknya yang memprihatinkan.


"Bulan depan kalau bapak gajian, bapak janji akan langsung membelikan kamu kasur baru nak. Yang empuk, yang nyaman." lirih pak Farhan sembari mengusap air matanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2