
"Bagi aku yang jahat itu adalah Shae. Dia yang memulai semuanya terlebih dulu! Dia yang melakukan pembullyan kepada Mila sewaktu mereka masih SMA. Aku sih wajar aja lebih membela Mila dibanding Shae karena selama aku sekolah dan kuliah, aku tidak pernah membully siapapun. Aku paling anti sama yang namanya pembullyan!" ucap Nuri seraya melotot tajam kepada Shae.
"Udah Ambar kita masuk aja kedalam asrama. Gak usah ladenin ucapan si Nuri. Tuhan lebih tahu apa yang sebenarnya terjadi dan aku yakin semua kebenarannya akan terungkap pada waktunya. Fitnah lebih kejam dampaknya daripada pembunuhan!" ajak Shae kepada Ambar.
Tiara maju kedepan menyusul si Nuri menyudutkan Shae.
"Gak usah sok suci deh kamu dasar pembully berhati busuk! Pakai bawa-bawa Tuhan segala lagi? Kamu itu calon penghuni neraka tau! Karena kamu kan orang jahat!" lantang Tiara keterlaluan perkataannya.
"Emangnya kamu siapa menentukan aku akan masuk kedalam neraka? Yang berhak menentukan itu hanyalah Allah. Aku sangat yakin suatu saat kamu akan meminta maaf kepadaku atas ucapanmu itu. Ambar, ayo kita masuk kedalam asrama?" ajak Shae sembari menarik tangan Ambar.
Lantas mereka berdua pun melangkah pergi meninggalkan tiga perempuan pembenci Shae itu. Mila pura-pura menangis setelah Shae mengucapkan kata-kata itu. Tiara dan Nuri bergegas melangkah menghampiri Mila menenangkan Mila dengan sepenuh hati mereka.
"Padahal yang jahat itu Shae tapi dia bersikap seolah dia tidak pernah melakukan kejahatan itu kepadaku. Dia memang ahlinya playing victim ges." isak Mila.
Nuri memeluk Mila dari samping.
"Mila kamu jangan sedih terus ya beb? Aku sama Tiara akan selalu berada di pihak kamu kok. Karena kita yakin yang jahat itu Shae. Banyak orang juga berpikiran sama meski bukti yang jelas waktu Shae membully kamu itu belum ada. Iya kan Tiara?" ucap Nuri.
"Iya betul tuh." sahut Tiara.
"Aku akan membuktikan kepada kalian dan semua orang bahwa dulu Shae memang pernah membully aku. Tunggu aja buktinya, sebentar lagi kalian akan yakin seyakin-yakinnya bahwa Shae itu, manusia picik!" ucap Mila sembari memanyunkan bibir sok sedih.
"Aku akan mencari saksi palsu buat mendukung diri aku. Aku akan mencari teman lamaku yang dulu satu SMA denganku dan Shae. Aku akan bayar mahal orang yang mau bantuin aku nanti, hahaha." batin Mila licik.
__ADS_1
Mila teringat dengan Tati, salah satu teman lamanya yang sama-sama licik dan berambisi mendapatkan apapun yang diinginkan walau dengan menjatuhkan nama orang lain sekalipun.
Saat jam istirahat makan siang semua peserta mendapatkan kesempatan untuk memainkan ponsel mereka selama satu jam. Mila akan memanfaatkan momen itu buat menghubungi Tati via Whatsapp.
"Woy Tati Suratih?"
"Ape! Ciee calon penyanyi terkenal. Tapi lo licik njing! Padahal Shae gak pernah sekalipun bully lo. Selama ini gue diem aja gak mau ikut campur masalah kalian. Tapi lo pakai cara kotor biar dapat dukungan dari semua orang."
"Tati gak usah munafik deh! Lo juga manusia paling licik yang pernah gue kenal sebelumnya."
"Kalau gue spill kebusukan lo, pasti semua orang akan langsung benci kepada lo wahai Mila si ratu licik!"
"Sesama licik gak usah saling serang ya beb. Justru karena lo adalah manusia busuk yang paling fake gue mau nawarin lo kerjasama nih. Gue bayar lo 10 juta mau gak? Asal lo mau bantuin gue?"
"Bantuin apa dulu ******?"
"10 juta bukan uang yang sedikit sih tapi berhubung gue lagi butuh duit yaudahlah gue terima aja. Meski nama baik Shae bakalan makin hancur nanti."
"Nah gitu dong! Oke kita mainkan drama seru kita nanti, yuhuu."
Mila menutup chatnya dengan Tati dengan hati yang sangat bahagia. Langkah liciknya buat menghancurkan Shae akan semakin mulus jika dirinya dibantu oleh Tati nanti.
"Rasakan kamu Shae! Kamu gak akan bisa ngalahin aku! Setelah kamu rebut Clay dari aku, anggaplah apa yang aku lakukan ini adalah karma untuk kamu dasar perempuan binal munafik!" batin Mila keterlaluan.
__ADS_1
Singkat waktu bulan telah berganti. Perjalanan para peserta yang masih bertahan sudahlah cukup panjang dan menguras mental mereka selama ini. Banyak suka duka dilalui oleh Shae. Sukanya adalah penampilan Shae selalu mendapat pujian dari para juri hingga dukungan SMS untuknya mengalir deras dan bisa bertahan hingga babak grandfinal.
Dukanya tentu saja pembullyan yang dilakukan para haters karena fitnahan Mila. Hingga tak terasa IMPC Academy sudah memasuki babak grandfinal 2 besar dimana di babak grandfinal mempertemukan Mila si ratu polling SMS tertinggi dan Shae si ratu vokal terbaik.
Spesial di babak grandfinal IMPC Academy musim ini Clay sengaja datang langsung ke studio kompetisi yang tahun ini spesial diadakan di Stadion Gelora Bung Karno. Sekitar 70.000 penonton akan hadir ke studio buat mendukung jagoan mereka.
Diam-diam Clay sudah menghabiskan uang sampai ratusan juta hasil dari channel youtubenya. Clay melakukan itu sebagai bentuk dukungan yang besar untuk orang yang ia cintai.
"Aku tidak masalah menghabiskan uang sebanyak itu untuk mendukung kamu Shae. Tapi inilah yang aku impikan. Kesuksesan kamu bertahan hingga babak utama. Berdiri diatas stadion yang sangat megah. Suatu kenangan yang tidak akan pernah aku dan kamu lupakan seumur hidup kita." batin Clay. Clay tengah duduk diatas kursi di tribun penonton.
Semua orang tengah menunggu Shae dan Mila muncul diatas panggung. Jika dilihat basis supporter Shae dan Mila yang mendukung langsung di studio itu sama saja. Sama-sama kuat ibaratnya 55 : 45 dimana 55 adalah basis pendukung Mila dan sisanya adalah basis pendukung Shae.
Tapi itu adalah pendukung yang datang langsung ke studio, yang mendukung mereka dari luar belum bisa dipastikan siapa yang lebih unggul diantara mereka.
Malam ini penampilan kak Cakra terlihat berbeda dari biasanya karena malam ini adalah malam Grand Final. Semua juri juga sama. Mereka memakai pakaian yang sangat keren. Mereka semua antusias menyambut malam yang paling menegangkan ini.
Pak Farhan, bu Rianti, Evi, dan Rachel juga datang ke studio. Namun mereka terpecah menjadi dua kubu. Pak Farhan mendukung Shae sedangkan tiga lainnya mendukung Mila si ratu drama.
Di belakang panggung Shae tengah duduk dengan tegang. Seminggu terakhir waktunya benar-benar dihabiskan hanya untuk latihan dan latihan. Sedangkan Mila tengah terduduk tenang karena Mila yakin dirinyalah yang akan keluar menjadi pemenang. Kebanyakan orang pasti akan mengirimkan dukungan lewat SMS untuknya.
Mila begitu yakin karena Tati akan membantu langkahnya menjadi pemenang akan semakin mulus.
"Malam ini, malam terakhir aku di berkompetisi panggung ini, sekaligus akan menjadi malam yang paling bersejarah bagi hidup Shae, ketika fitnah yang aku lakukan kepada Shae akan semakin kuat dengan saksi palsu atas pembullyan yang aku bayar, Tati. Dia akan membuat heboh panggung pada malam hari ini, hahahaha." batin Mila kelam.
__ADS_1
Sedangkan Tati sudah berada diantara deretan penonton di tribun. Apakah rencana Mila akan berhasil?
Bersambung...