STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL

STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL
Mimpi Indah Shae


__ADS_3

Hujan turun rintik-rintik membasahi bumi yang kering pada malam yang menyedihkan ini. Malam yang menyedihkan bagi seorang gadis yang sudah kehilangan banyak hal penting dalam hidupnya.


Kehilangan ibu kandungnya, kehilangan keadilan dirumahnya, kehilangan Mila sahabat baiknya, dan juga kehilangan profesinya yang selama ini menjadi sumber pemasukan terbesar dalam hidupnya.


Air mata itu tak henti-hentinya mengalir deras dari kedua mata Shae. Sembari memeluk bantal guling di kamar yang sempit itu, Shae sedang meratapi nasib dirinya yang malang.


Shae membayangkan hal-hal buruk yang dapat terjadi kedepan jika dirinya belum dapat penghasilan dalam waktu dekat. Bisa-bisa Shae akan berhenti kuliah, dimarahi orang rumah setiap hari karena semakin tidak berguna, dan kemungkinan yang terburuk adalah penyakit bapaknya alami akan semakin parah jika tak rutin diobati.


Komplikasi darah tinggi yang diderita pak Farhan membuat kehidupan yang dialami Shae menjadi semakin rumit. Ibu tirinya hanya mau enaknya saja, begitu juga dengan kedua saudara tirinya. Mereka tidak peduli dengannya dan juga bapaknya. Shae menanggung beban berat ini seorang diri saja.


Ditengah kesedihan itu, Shae mengambil foto almarhumah ibunya, Miranda, yang selalu tersimpan didalam laci. Shae menatap lekat-lekat foto almarhumah ibunya.


"Bu, aku kangen banget sama ibu. Seandainya boleh, aku pasti lebih memilih buat menyusul ibu pergi. Kehidupan yang aku alami sekarang sangat menyedihkan bu. Aku tak tahu harus gimana lagi dalam menjalani kehidupan ini kedepannya. Tapi satu hal, aku masih mau bertahan karena bapak masih hidup. Seandainya bapak pergi menyusul ibu, aku juga akan ikut pergi bersama kalian. Semoga ibu bahagia ya disana. Aku akan selalu merindukan ibu yang baik sepertimu." ucap panjang Shae dengan lembut kemudian mengecup foto ibunya.


Shae kembali meletakkan foto almarhumah ibunya didalam laci dan kemudian Shae mulai bersiap untuk tidur daripada menangis terus. Sejenak beristirahat dan terhanyut dalam mimpi, untuk sementara itu bisa membuatnya terlupa akan kehidupan nyatanya yang sepahit itu.


***


Sepasang kaki memakai sepatu hak tinggi berkilau kemewahan melangkah dengan anggun diatas panggung yang spektakuler. Panggung yang besar dikelilingi banyak lighting yang indah dan berkelas. Ribuan penonton tengah menunggu sang penyanyi mendendangkan suara indahnya diatas panggung.


"Shae! Shae! Shae! Hidup Shaee!" sorak riuh para penonton


Sang penyanyi wanita itu mulai memegang mic, dia siap bernyanyi dengan suara indahnya.


"Terimakasih semuanya kalian adalah fans terbaikku." ucap penyanyi wanita itu bahagia dari atas panggung.

__ADS_1


Semua mata dan telinga tertuju kepadanya. Ribuan ponsel digunakan buat merekam pertunjukan yang penyanyi wanita itu tampilkan. Penyanyi wanita itu mulai mendendangkan suara indahnya.


Penyanyi wanita itu adalah Shae. Shae merasa bahagia dengan karirnya yang sekarang. Namanya sudah dikenal banyak orang. Setiap kali dirinya diundang tampil ke suatu acara, bayaran fantastis selalu ia dapatkan. Shae adalah penyanyi papan atas saat ini. Selesai bernyanyi Shae langsung berteriak sekencang mungkin atas rasa bahagia setelah pencapaian besar yang sudah ia dapatkan.


"Aaaaaaaaaaaaa! Indahnyaaaaaa!" jerit Shae menghebohkan seisi rumah.


"Apa-apaan sih benalu keparat itu! Berisik banget!" pekik bu Rianti dibawah ranjang karena gara-gara teriakan Shae, bu Rianti jadi terbangun kaget hingga tubuhnya terjatuh keatas lantai. Bu Rianti perlahan bangun sembari memegangi punggungnya yang agak pegal.


"Awas aja itu anak bakal aku suruh tidur diluar rumah!" lanjut bu Rianti sembari melotot marah.


Bu Rianti, Rachel, dan Evi menggedor pintu kamar Shae dengan kencang. Waktu tidur mereka jadi terganggu setelah mendengar teriakan Shae. Bahkan Evi membawa seember air dingin yang siap ia siramkan ke tubuh Shae.


"Buka pintunya anak sialan! Malam-malam gini teriak kenceng banget! Sengaja ya kamu mau bikin kita semua nggak bisa tidur! Buka!" teriak bu Rianti dan suaranya terdengar lebih kencang daripada suara teriakan Shae yang tadi.


Shae bingung dengan apa yang terjadi. Shae teringat barusan ia berdiri diatas panggung sebagai seorang penyanyi terkenal dan itu adalah mimpinya. Namun suara teriakannya bukan hanya sekedar suara teriakan didalam mimpi saja tapi juga terdengar hingga ke telinga orang-orang rumah.


"Maafin aku bu? Barusan aku cuma mimpi bukan sengaja mau membuat keributan." jelas Shae apa adanya.


"Bohong! Pasti kamu sengaja kan!" balas Rachel tidak percaya.


"Beneran! Aku nggak bohong Hel!" sahut Shae.


Tapi satu guyuran air dingin langsung menyiram tubuhnya saat kondisi tengah malam begini. Shae mendadak jadi kedinginan setelah kesiram seember air dingin itu. Evi betul-betul keterlaluan!


"Aw! Evi! Apa yang kamu lakukan! Kamu tega nyiram aku malam-malam begini! Jahat kamu!" bentak Shae tidak terima.

__ADS_1


Bu Rianti langsung menampar wajah Shae karena Shae berani membentak anak kesayangannya.


"Diam kamu! Mulai berani ya kamu membentak anak saya! Kamu itu pantes dapetin itu! Hukuman buat kamu karena kamu sudah menjadi biang keributan pada tengah malam begini! Udah semuanya, ayo kita kembali tidur. Soal benalu ini besok mama pasti kasih hukuman lagi buat dia." ajak mama Linda seraya menoyor dahi Shae.


"Iya ma." sahut Rachel dan Evi kompak sembari menatap kesal kepada Shae. Mereka bertiga pun pergi dari kamar Shae.


Shae bergegas menutup kembali pintunya kemudian dia menguncinya. Shae buru-buru mengeringkan tubuhnya dan memakai pakaian baru yang lebih nyaman dan hangat.


"Tega banget mereka nyiram aku tengah malam begini. Semoga aku bisa secepatnya pergi dari sini. Lebih baik mengontrak saja daripada setiap hari hidup dalam tekanan batin. Ajak bapak juga ah kalau udah punya uang. Aku udah nggak kuat lama-lama tinggal disini." Shae membatin sedih.


Tiba-tiba Shae kembali teringat mimpinya barusan dimana dirinya berdiri diatas panggung menjadi seorang penyanyi terkenal yang digilai oleh banyak orang. Shae ingin mimpinya barusan berubah menjadi kenyataan.


Shae merasa mimpi indah barusan memotivasi dirinya biar lebih bersemangat lagi dalam menggapai cita-cita. Soal tampil di acara komunitas yang diikutin Clay, kalau dirinya terpilih bisa ikutan tampil di acara itu Shae tidak mau menyia-nyiakan peluang yang ada karena katanya bakalan ada produser musik yang datang ke acara itu.


"Aku harus makin bersemangat! Aku gak mau menyerah sampai aku bisa ngejar mimpi aku! Gak boleh ada kalimat putus asa dalam hidupku!" batin Shae berkata sembari tersenyum bersemangat.


***


Keesokan harinya di kampus seperti biasa, Shae kembali bertemu dengan Mila didepan gerbang kampus. Mila datang ke kampus naik motornya. Saat melihat Shae sedang berdiri sendiri didepan gerbang Mila langsung membuka helmnya sembari memutar bola mata malas.


"Lo lagi lo lagi, kenapa sih lo selalu muncul didepan gue? Gue tuh udah muak banget sama lo tahu nggak!"


"Dasar manusia aneh, orang nggak punya salah apa-apa tiba-tiba dimusuhi seperti ini."


Mila melongo tidak percaya karena Shae berani membalas kata-katanya. Padahal yang Mila kenal Shae itu tipikal orang yang penyabar dan suka mengalah, tapi kali ini Shae mulai berani menunjukkan keberaniannya walau masih sebatas dengan perkataan saja.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2