STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL

STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL
Karantina


__ADS_3

Shae berlari-lari menuju Clay yang sedang menunggunya didepan gedung audisi. Karena saking excitednya nunjukin golden tiket yang ia dapatkan kepada Clay, Shae sampai tak sengaja bertabrakan dengan peserta audisi yang lain dan mereka berdua sama-sama terjatuh.


"Aduh, maafin aku ya?" ucap Shae merasa bersalah sembari memegang lengannya yang terasa sakit karena menghujam lantai.


"Apaan sih! Lo kalau jalan lihat-lihat dong!" marah orang yang ketabrak Shae tidak terima.


Awalnya mereka berdua belum saling bertatapan tapi setelah mereka berdua saling melihat wajah satu sama lain, betapa terkejutnya Shae ketika ternyata orang yang kena tabrak dirinya adalah Mila.


"Mila? Kamu ngapain disini?"


"Gue mau ikut audisi! Ngapain lu disini? Mau ikut audisi juga ya? Hahaha, percuma aja! Suara bagus lu aja itu belum cukup, karena para juri pasti melihat yang layak lolos itu dari dua sisi. Sisi vokal dan sisi visual, kamu paham kan?" ucap Mila seraya memicingkan salah satu matanya.


Shae tersenyum membalas perkataan Mila dengan menunjukkan golden tiket yang ia dapatkan didepan wajah Mila.


"Kamu tahu apa ini?" tanya Shae sembari menggerak-gerakan golden tiket itu keatas dan kebawah didepan muka Mila."Nggak mungkin!" jawab Mila tidak percaya.


"Karena aku dapetin ini jadi otomatis aku akan langsung tampil di panggung utama IMPC Academy live di KM-TV. Kalau gitu aku mau balik dulu ya Mil? Sekali lagi aku minta maaf soal insiden barusan, aku nggak sengaja." cakap Shae dengan raut wajah yang agak kesal kepada Mila.


Kemudian Shae berdiri dan langsung bergegas pergi meninggalkan mantan sahabatnya yang kejam itu.


"Sial! Dia dapetin golden tiket? Semoga aja gue juga bisa dapetin golden tiket. Gue nggak rela kalau dia selangkah lebih maju daripada gue!" harap Mila sembari bangkit berdiri lalu kembali melangkah menuju kedalam ruang audisi.


Clay masih setia menunggu Shae selesai melakukan audisi. Di tangannya Clay memegang dua gelas boba untuknya dan juga untuk Shae. Melihat Shae datang dalam keadaan sumringah jelas saja itu adalah pertanda bagus.


"Clay?" sapa Shae ceria.

__ADS_1


"Apa tomat?"


"Kok kamu manggil aku tomat sih! Please deh jangan bahas itu dulu. Kita bahas ini aja." ucap Shae sembari memamerkan golden tiket yang ia dapat sembari berputar mengelilingi Clay.


"Wah, congratulations ya! Aku ikut bangga melihat kamu bisa dapetin tiket emas tersebut. Tuhkan apa aku bilang! Mencoba itu lebih baik daripada tidak pernah mencoba sama sekali. Masalah hasilnya gimana itu urusan belakangan."


"Kamu benar Clay. Kamu selalu bisa bikin aku bahagia. Kamu adalah sahabat yang paling baik yang pernah aku kenal, Clay." tukas Shae seraya menatap lembut kepada Clay dalam durasi yang tak sebentar.


Clay terhanyut dalam pandangan syahdu dari gadis didepannya itu.


"Iya sama-sama." jawab Clay singkat dan membalas pandangan Shae dengan pandangan yang lembut juga.


Merasa sudah berlebihan dalam menatap wajah Clay, Shae langsung menundukkan kepalanya kemudian melihat ke dua gelas boba manis yang sedang dipegang oleh Clay.


"Itu kamu mau ngabisin dua gelas boba sekaligus? Awas loh kalau keseringan bisa kena diabetes nanti, hehe." ucap Shae menyadarkan Clay yang seperti melamun saat menatapnya.


"Makasih Clay?"


1 Bulan Berlalu...


Shae mulai memasuki masa karantina para kontestan. Shae sekarang tinggal di karantina di sebuah gedung besar yang dekat dengan studio besar yang akan menjadi tempat berlangsungnya kompetensi IMPC Academy dari awal hingga babak final. Seminggu lagi kompetisi itu akan dimulai dan akan memasuki babak awal eliminasi peserta.


Total ada 30 peserta terbaik yang akan belomba selama tiga bulan kedepan memperebutkan gelar juara IMPC Academy tahun 2022. Shae dan 29 kontestan yang lain sedang berbaris didalam aula. Didepan mereka ada seorang pelatih vocal yang sedang berdiri dengan tegas memperhatikan semua kontestan IMPC Academy 2022.


Pelatih vocal itu adalah seorang wanita berambut pendek bernama Dinda. Usianya sudah 40 tahunan dan Dinda adalah seorang pelatih vocal terkenal yang sudah biasa melatih penyanyi-penyanyi profesional dalam mengolah vocal mereka. Coach Dinda juga akan menerangkan peraturan-peraturan apa saja yang wajib dipatuhi oleh semua kontestan selama kompetisi berlangsung.

__ADS_1


"Selamat pagi semuanya!" sapa coach Dinda dengan suara kencang dan cukup mengagetkan beberapa kontestan yang berbaris.


Shae berdiri di barisan yang paling belakang. Shae merasa agak tegang karena pelatih vocal sepertinya orang yang galak.


"Selamat pagi juga coach." sahut semua kontestan dengan kompak.


"Yang perlu kalian catat selama menjadi kontestan yang baik adalah kalian harus disiplin kepada peraturan-peraturan yang ditetapkan di asrama ini. Barang siapa diantara kalian ada yang berani melanggar peraturan yang berlaku, maka pihak penyelenggara tidak akan segan-segan mengeluarkan kalian dari daftar kontestan IMPC Academy tahun 2022 ini, mengerti kan!" titah coach Dinda dari depan sana.


"Mengerti, coach!" sahut semua kontestan yang berbaris rapi.


"Peraturan apa saja coach?!" tanya salah satu kontestan bernama Yudi dengan lantang.


Yudi adalah kontestan berambut kribo yang mewakili provinsi Jawa Timur dalam kompetisi menyanyi ini. Suaranya tidak kalah bagus dari suara Shae. Bisa jadi Yudi adalah salah satu saingan terberat Shae dalam kompetisi ini.


"Peraturannya adalah setiap jam 4 pagi kalian sudah harus bangun tidur. Olahraga wajib lima kali dalam seminggu. Budayakan berkata jujur dan penuh kesopanan. Bermain ponsel hanya dibolehkan dalam durasi sejam saja perhari. Selain itu waktu akan kalian habiskan untuk berlatih dan berlatih. Tidak ada minuman beralkohol, asap rokok, dan juga pacar-pacaran di tempat ini, mengerti kalian?" tutur panjang coach Dinda menjabarkan semua aturan-aturan yang harus dipatuhi.


"Mengerti, coach!" sahut kembali semua kontestan dengan kompak.


"Saya juga dan partner saya Bimbo yang akan melatih vokal kalian. Ini adalah kompetisi musik pop terbesar. Kalian semua adalah pilihan terbaik kita tahun ini. Jangan sia-siakan peluang yang udah kalian dapatkan! Lakukan yang terbaik di setiap penampilan kalian." lanjut coach Dinda berkata serius kepada semua kontestan.


Shae merenungi nasihat dari coach Dinda tersebut. Shae ingin selalu menampilkan yang terbaik dan soal kalah menang itu urusan belakangan. Setelah itu semua kontestan akan melakukan senam pagi didalam aula asrama ini.


Shae melakukan senam pagi dengan bersemangat dan selesai melakukan senam, semua kontestan akan bergantian mandi pagi menunggu giliran mereka setelah yang lain selesai mandi. Namun di ruang tunggu, Shae melihat ada Mila yang sedang duduk sembari bermain ponsel.


"Hah, ada Mila juga? Dia lolos audisi dan sekarang dia menjadi salah satu saingan aku?" batin Shae bertanya-tanya.

__ADS_1


Shae terkejut karena ia baru sadar bahwa Mila ternyata lolos audisi. Mila melirik kearah Shae yang duduk jauh didepannya. Kemudian, Mila memberikan senyuman licik kepada Shae.


Bersambung...


__ADS_2