STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL

STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL
Penampilan Mila


__ADS_3

"Mulai sekarang jagoanku adalah Shae saja!"


"Shae kamu keren! Aku tidak peduli dengan masa lalu kamu yang seorang tukang bully itu. Tapi sungguh aku sangat mencintai suaramu yang sangat indah itu."


"Kebangetan sih kalau sampai kamu gak lolos ke 5 besar. Ayo semuanya berikan dukungan kita kepada Shae!"


"Bodo amat yang katanya Shae tukang bully itu, toh si Mila alay itu gak ngasih buktinya. Ah paling Mila si suara pas-pasan itu cuma omong doang. Biar nama Shae jadi jelek dan dia cuma ngarep belas kasihan dari kita doang gaes!"


"Semalam aku voting kamu lima kali loh Shae. Minggu depan mungkin aku akan voting kamu sepuluh kali atau bahkan lebih, asalkan kamu tetap menampilkan yang terbaik."


Didalam kamar asramanya Shae tengah membaca komentar yang bernada positif untuknya.


"Ternyata banyak juga yang mendukungku." tutur Shae ceria.


Shae membaca komentar-komentar tersebut di akun sosial media IMPC Academy yang memposting highlight penampilannya semalam.


"Aku senang sekali membaca komentar yang positif. Rasanya aku jadi makin bersemangat. Tapi ternyata masih banyak juga yang ngebully aku." ucap Shae dengan wajah sedih.


Shae melanjutkan dengan membaca komentar-komentar yang membully dirinya.


"Sebagus apapun suara kamu, kamu tetaplah seorang pembully! Kamu bersaing dengan korban yang kamu bully dan kami adalah pendukung dari orang yang kamu bully. Kami lebih mendukung Mila karena dia itu kasihan. Sedangkan kamu adalah orang jahat, semuanya! Buka mata kalian lebar-lebar! Kalau kalian masih punya hati tidak seharusnya kalian mendukung peserta dengan watak antagonis durjana seperti si jahat sialan itu!"


Shae membaca komentar yang menyudutkan dirinya itu sembari menangis. Tanpa Shae ketahui kalau sebenarnya akun yang berkomentar itu adalah akun fake milik Evi. Evi sengaja melakukan itu dengan harapan makin banyak netizen yang akan membenci Shae.


Komentar dari akun fake Evi itu mendapat ribuan like dari para pendukung Mila.

__ADS_1


"Rasakan kamu benalu sampah! Ribuan orang ngelike komentar dari akun fake aku. Selanjutnya, aku akan selalu menyerangmu dengan akun fake aku yang lain. Tamatlah riwayatmu benalu!" ucap Evi senang seraya memandang layar ponselnya.


"Bukan memikirkan komentar dari haters itu, yang penting adalah aku membuktikan kepada mereka karena aku berdiri di panggung bukan atas rasa belas kasihan dari orang-orang, tapi karena kualitas yang aku miliki. Kompetisi itu bukan ajang mencari belas kasihan, tapi ajang pembuktian siapa yang paling berkualitas dalam menyanyi dan menampilkan aksi panggung."  ucap Shae kembali bersemangat seraya mengusap air matanya.


Tiba-tiba ada pesan masuk di whatsappnya. Itu adalah dari Clay.


"Selamat atas penampilan kamu semalam ya? Kamu benar-benar keren. Kamu sangat pantas buat lolos ke babak selanjutnya. Semoga penampilan kamu di minggu depan akan lebih bagus lagi dan semoga dukungan yang mengalir untuk kamu akan semakin banyak."


"Aamiin, terimakasih banyak sahabatku."


Shae merasa sangat senang karena Clay selalu ada untuk mensupport dirinya.


***


Malam penampilan Mila akhirnya tiba. Mila tergabung di grup 6 dimana Mila akan bertanding dengan para peserta dengan kualitas suara yang bagus juga. Bisa dibilang Mila sedang merasa panik karena kualitas suaranya adalah yang paling lemah digrupnya. Mila juga masuk kedalam grup neraka dimana pesaingnya memiliki suara dahsyat semua.


Di belakang panggung Mila sedang duduk menunggu giliran tampil. Suasana ketegangan mewarnai dirinya pada malam yang menegangkan ini. Mila akan menyanyikan lagu dengan alunan musik mellow. Lagu dengan tema menyedihkan dimana Mila akan berusaha meraih simpati penonton dengan menyanyikan lagu yang mengandung lirik menyayat hati itu.


"Aku akan buktiin ke semua orang yang menontonku pada malam ini kalau aku juga bisa tampil bagus. Ayo Mila, kamu pasti bisa!" batin Mila mensupport dirinya sendiri.


Setelah keempat peserta di grup 6 unjuk kemampuan mereka, tiba giliran peserta kelima buat tampil diatas panggung.


"Mari kita sambut peserta terakhir kita pada malam hari ini, Mila Kartika Andini." ucap kak Cakra memanggil Mila dengan lantang untuk segera maju keatas panggung meriah.


"Yeeeeiy!"

__ADS_1


"Mila ye ye ye!"


"Mila yo yo yo!"


Suara riuh ramai dari para fans yang bersorak sorai sembari memegang spanduk bertuliskan Milalovers. Total ada 50 orang yang hadir ke studio buat mensupport Mila secara langsung. Sebelum iringan musik dibunyikan oleh para pengiring musik, Mila menatap sejenak kearah fansnya di tribun depan kursi juri.


"Wah banyak banget yang dukung aku secara langsung kesini. Aku yakin Milalovers diluaran sana jumlahnya sudah sangat banyak seperti jamur yang bermunculan di musim hujan. Aku happy sekali." batin Mila senang seraya memejamkan kedua netranya seraya tersenyum puas.


"Gak sia-sia aku ngedrama pura-pura pernah menjadi korban bullying! Aku berhasil gaet simpati dari banyak orang, yes!" lanjut Mila membatin licik.


Iringin musik mulai mengiringi Mila dalam menunjukkan kualitas suaranya. Namun sepertinya ketika Mila sedang bernyanyi banyak juri yang memasang ekspresi wajah yang kurang nyaman ketika mendengarkan kualitas suara Mila termasuk kak Mirza. Kecuali kak Indah yang terlihat happy dengan penampilan Mila.


Kamera menyoroti ekspresi wajah kak Indah yang tampak enjoy dengan penampilan Mila padahal sebenarnya suara Mila itu rada fals diluar wajahnya yang memang menjual.


Di akhir lagu ada part nada tinggi namun Mila gagal dalam mencapai nada tinggi itu. Mila tidak bisa melakukannya dengan mulus seperti Shae, bahkan Mila hampir batuk saat berusaha mencapai nada tinggi itu.


Alhasil Mila tidak berhasil mendapatkan standing applause dari para juri kecuali kak Indah. Bahkan keempat juri lain selain kak Indah sama sekali tidak memberikan tepuk tangan sedikitpun untuk Mila.


Mila merasa panik karena hal itu.


"Wah, Mila dapat standing applause dari kak Indah. Silahkan kak Indah yang pertama berkomentar. Apa alasan kak Indah memberikan standing applause untuk Mila?" tanya kak Cakra mempersilahkan kak Indah buat pertama berkomentar.


"Alasan saya tepuk tangan berdiri hanya satu kak Cakra, itu adalah sebagai bentuk apresiasi dari saya untuk Mila mengingat Mila adalah seorang korban bullying. Tapi Mila bisa membuktikan kepada semua orang kalau dia itu bisa bangkit kak Cakra. Dia bisa berdiri di panggung ini, menyanyi untuk kita semua melawan rasa traumanya bahkan dia bersaing dengan Shae yang notabene adalah pelaku bullying. Pasti rasa trauma itu kembali muncul ketika bertemu lagi dengan Shae. Namun melihat penampilan Mila yang sekarang saya rasa itu sudah cukup membuktikan bahwa Mila juga hebat dan layak untuk lolos ke babak selanjutnya." ucap panjang kak Indah.


Namun kak Mirza tidak setuju dengan pendapat dari kak Indah.

__ADS_1


"Bagi saya kualitas tetaplah kualitas. Saya tidak memandang peserta itu korban bully atau pelaku bully tapi kompetisi ini kan mempertandingkan kualitas vocal, bukan pertandingan siapa yang paling tragis kisah hidupnya." sahut kak Mirza membuat hati kak Indah terasa agak kesal.


Bersambung...


__ADS_2