Suamiku Diatur Mertuaku

Suamiku Diatur Mertuaku
bab 10


__ADS_3

Bang Ardi pun melunasi dan sertifikat rumah jatuh di tangannya. Tak terasa air mataku menetes karena ini adalah rumah pertama yang ku beli dengan hasil keringatku sendiri. Anak buah kak David melirikku sepertinya dia kasihan padaku.


Setelah mereka pergi,aku pun bertanya pada bang Ardi dari mana dia dapatkan uang sebanyak itu.


" rumah ini sekarang adalah milikku,dan ini kamu tanda tangan pengalihan kepemilikan rumah ini,aku mau rumah ini atas namaku." ucap bang Ardi dan aku pun turuti.


" Ardi,gimana kalau rumah ini atas nama ibu?" ucap ibu tiba tiba.


" gak usah bu,ntar kalau atas nama ibu bang Johan minta bagian lagi." ucapnya,tumben menolak permintaan ibu,biasanya apa yang ibu bilang di turuti walau itu nyakitin istri.


Aku pun masuk kamar,dan menghubungi kak David.


" hallo bang,sekarang rumahku jadi milik mereka." ucapku terisak,sedih sekali harus kehilangan rumahku. Rumah yang aku beli dengan penuh perjuangan,harus dihuni sama mereka.


" kamu yang ikhlas,lagian hasilnya bisa kamu oakai buat beli rumah dekat kantor.besok kita kesana liat rumah baru kamu." ucap kak David. Ada benarnya juga,karena hasil penjualan rumah inj aku belikan rumah kembali yang mungkin jjauh lebih baik. Aku harus siap siap semakin ditindas sama mereka karena aku sudah tidak punya hak dalam rumah ini. Tak lama kemudian kamarku di ketuk sama ibu. Aku pun keluar.


" ada apa bu?" tanyaku heran karena ibu dan bapak berdiri depan kamarku.


" mulai sekarang kamar ini ibu mau tempati,jadi kamu bereskan barang barangmu." ucap ibu dengan sombongnya,aku pun diam.


" baik bu,aku akan bereskan barangku sekarang." ucapku dan ibu pun pergi. Aku pun membereskan barang barangku ke dalam koper. Aku pun minta kak David untuk membantuku karena aku akan mengirim sebagian barangku ke rumahnya dulu.

__ADS_1


" nanti Sinta yang datang bantu kamu,kaka gak bisa ke sana nanti mereka tau kamu siapa." ucap kak David. Ya kak Sinta adalah calon istri kak David.


Setelah aku bereskan barang barangku,aku pun pindah ke kamar tamu bekas mertua. Sumpek banget apa tidak pernah di bersihkan. Berantakan banget pula,sepertinya mereka sengaja. Aku dan kak Sinta hanya bisa menghela nafas,aku pun minta sama kak David untuk mengirimkan tukang bersih bersih. Saat aku membereskan tempat tidur sungguh di luar perkiraanku,apa yang telah mereka lakukan menyimpan kotoran dalam tempat tidur. Aku dan kak Sinta berhamburan keluar,perut kami benar benar mual,sungguh tega mertuaku.


" jahat banget sih mereka sama kamu Ran,mentang mentang rumah ini sekarang milik mereka. Kamu keluar aja dari rumah ini lagian rumah kamu lebih bagus dari ini nantinya." omel kak Sinta. Aku pun lelah sekali.


" kalau aku keluar sekarang kak,gimana balas mereka,aku akan membuat mereka membayar semua ini." ucapku kini emosi.


" tapi gimana kamu tidurnya? Itu kasur diapain juga bakalan bau. Kamu mau beli nantinya juga kmu ninggalin,mereka enak aja dong dapat kasur baru kamu." omel kak Sinta. Terlihat kedua mertua keluar rumah bersama bang Ardi,sepertinya mereka mau jalan jalan.


" kamu bersih bersih kamar barumu saja ya,kami jalan jalan dulu." ucap ibu mengejek,aku dan kak Sinta pun saling memandang dan tersenyum.


" sepertinya begitu kak,pikiran kita sama." ucapku.


" ayo mumpung mereka belum kembali dan bantuan sudah datang." ucap kak Sinta.


" maaf ya mas,kamar ini punya mertuanya dan sangat bau,kasurnya sangat bau rencana mau tukar sama kasur yang di kamar utama. Ini pindahkan dulu ke kamar utama dan kasur yang di kamar utama bawa kesini,nanti aku tambahin bonusnya. Tapi rapikan kembali kamar utama." perintah kak Sinta pada tukang,dan saat tukang akan masuk kamar kak Sinta menahannya.


" kalian pakai masker dobel,karena mertua jahat itu membuang kotoran di kasur,kalian tidak akan tahan baunya." ucap kak Sinta.


" jorok banget tu orang mbak. Jadi ceritanya nih kasur mertua jahat di kembalikan nih." ucap tukang dan diiyakan sama tukang. Tukang keluar ke mobil ambil sesuatu aku duduk saja melihat tanpa membantu atas permintaan mereka,mereka membungkus kasur dengan plastik besar.

__ADS_1


" biar gak kecium baunya,nanti mereka kira kasurnya baru karena di plastikin pas plastik sobek barulah mereka sadar. Pokoknya mbak tenang saja,pambalasan buat mereka pasti mereka akan rasakan di tengah malam. Karena plastik ini akan sobek  6 jam kemudian." ucap tukang membantu membalaskan perbuatan mertuaku. Bisa ku bayangkan reaksi mereka ntar malam.


" kakak nginap boleh gak Ran,soalnya kakak mau liat reaksi mereka?" tanya kak Sinta.


" tentu boleh dong kak,tapi ingat ijin ma ayang David." ucapku tertawa. Baru membayangkan saja rasanya mau tertawa,pas lagi enak tidur tiba tiba bau kotoran menyeruak pasti bikin mereka murka.


Para tukang pun selesai dan kamar kembali Wangi segar dan bersih.


" pokoknya mbak gak usah khawatir kamar ini aman,bersih dan Wangi. Tapi siap siap ntar malam bakalan ada kehebohan,kamarnya juga sudah tadi ku pasangkan kunci dobel,takutnya kalau kuncinya saja ada duplikat sama mertuanya mbak." ucap tukang bersih.


" wah makasih banyak mas,ini bayarannya dan ini bonusnya,nanti kalau aku butuh tenaga kebersihan aku akan hubungi mas lagi." ucap kak Sinta.


" akhirnya,bisa istirahat. Kak,yuk kita masak buat kita berdua aja mumpung mereka belum balik."  ajakku pada kak Sinta.


" gak usah masak,ntar lagi makanan sehat sampai,kakak tadi sudah minta dikirimkan makanan dari rumah,masakan bik Lastri." ucap kak Sinta,ternyata dia menyuruh pembantunya masak dan mengirim makanan ke sini.


" nah tuh makanan dah datang,sana ambil." perintah kak Sinta,dan kami pun masuk ke dapur.


" hmmm Wangi masakan bik Lastri mang benar benar menggoda,bakalan gagal diet aku kak." ucapku sambil menata masakan di piring.


" kamu itu diet apa,badan kurus gitu,nanti kalau kamu pindah kita tetanggaan kamu bakalan tiap hari makan masakan bik Lastri. Biar badan kamu berisi." ucap kak Sinta. Dan kami pun makan dengan lahap,masakan bik Lastri mang sangat enak. Dan sengaja kita sisain sedikit biar membuat mertua makin meradang,benar benar ya ide kak Sinta. Setelah membersihkan dapur,kami pun kembali masuk kamar membersihkan diri dan istirahat sambil menunggu mereka kembali. Aku dan kak Sinta video call sama kak David untuk menyusun rencana ke depannya. Tak lama kemudian terdengar suara mobil,ya bang Ardi menggunakan mobilku tadi. Mereka bertiga terdengar bahagia sekali,namun sebentar lagi juga mereka bakalan menangis tengah malam. Sedangkan bang Johan sekarang jarang di rumah,entah kemana iparku itu selama ini.

__ADS_1


__ADS_2