
Sepeninggalnya Tania bu Mayang pun bicara sama Rani kalau selama ini dia dan pak Ridwan telah menjalin hubungan dan ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Rani pun hanya dapat merestui ibu angkatnya itu.
" bagi Rani,yang penting mama bahagia dan tidak ada yang terluka dengan hubungan mama sama om Ridwan." ucap Rani dengan senyum merekah.
" bagaimana dengan kak Aisyah? Apa sudah merestui?" tanya Rani,karena bagaimana pun Aisya anak pak Ridwan mereka harus minta restu padanya.
" Aisyah sudah lama meminta kami menikah nak,jadi kami akan menghalalkan hubungan kami demi menghindari zina." ucap pak Ridwan.
" kalau semua sudah merestui Rani harap di segerakan saja om" ucap Rani bahagia.
Dia kini bahagia melihat orang terdekatnya bahagia walau dia harus menyimpan luka. Rani pun kembali ke kantor melanjutkan pekerjaannya namun baru beberapa menit dia duduk bersama berkas berkas, seorang cleaning service menghampiri.
" maaf bu,ini ada paket buat ibu." ucapnya menyerahkan sebuah paket tanpa nama pengirim.
Rani pun hanya menyimpan paket tersebut dan melanjutkan pekerjaannya. Saking seriusnya melakukan pekerjaannya dia tidak sadar kalau di depannya telah berdiri sepasang suami istri yang berkacak pinggang. Saking kesalnya diabaikan.
" mang ya,kalau sudah bekerja dunia terasa miliknya sendiri,kita kesemutan berdiri pun tidak di pedulikan." ucap Sinta pura pura kesal.
__ADS_1
" biasanya juga langsung duduk tanpa permisi,rasanya kalian aneh kalau harus ku persilahkan." ucap Rani tanpa menoleh pada mereka membuat mereka semakin kesal.
" paket siapa ini dek?" tanya David melihat paket tanpa nama pengirim hanya nama penerima. Penasaran akan paket itu dia pun meminta ijin untuk membukanya,membuat Sinta menggelengkan kepala melihat kelakuan suaminya. David pun membuka dan alangkah terkejutnya melihat isi paket tersebut. Sakit terkejutnya dia tanpa sadar melempar paket itu ke lantai,membuat Sinta dan Rani ikut terkejut karena teriakan David.
" astagfirullah kak,kenapa sih sampai di lempar segala." ucap Rani,saat akan melihat isi paketnya dia di larang sama David.
"sebaiknya jangan lihat dek." larang David. Namun Rani tetap memungut paket tersebut dan saat melihatnya dia pun terkejut.
" astagfirullah..ya Allah.....kenapa ada orang iseng banget ngirim beginian." ucap Rani,dia pun memanggil office boy untuk membersihkan paket tersebut dan meminta membersihkan lantai yang kotor atas isi paket tersebut,saat itu dia juga melihat ada surat dari paket itu di bawah bangkai tikus tersebut.
" untung bangkainya belum bau,kalau sudah bisa pingsan aku,mana darahnya berceceran lagi,gara gara ku lempar tadi. Lagian ada ya orang iseng banget sama kamu dek."ucap David kesal,namun Rani tidak menggubris ucapan David,dia pun membuka surat tersebut,di sana ada fotonya juga yang di lumuri darah dan tulisan " kamu akan mati Rani" membuat Rani sedikit gusar. Dia benar benar merasa kurang nyaman akan yang dia dapat hari ini. Dia pun istihgfar dalam hati demi menetralkan perasaannya. Melihat Rani terdiam,David pun mendekat dan merebut kertas tersebut. Tak lama kemudian teleponnya berbunyi,panggilan dari bu Mayang. Dia pun mengernyitkan dahi pasalnya baru tadi siang dia bertemu dengan mama angkatnya tersebut.
" wa alaikum salam nak. Mama cuma mau ngabarin,tadi pihak kepolisian nelepon mama mengabarkan kalau Ardi kabur dari penjara dari tiga hari lalu." ucap bu Mayang dan Rani pun tiba tiba merasa dunianya berputar membuat David segera mendudukkannya di sofa,dia pun bertanya pada Rani apa yang terjadi.
" Kak,apa mungkin yang ngirim paket tadi itu bang Ardi? Soalnya tadi mama bilang kalau bang Ardi kabur dari penjara tiga hari lalu." ucap Rani mulai gelisah. Dia takut kalau Ardi berbuat macam macam padanya pasalnya Ardi menuduhnya yang menghasut Bu Mayang untuk melaporkannya bersama keluarganya. Kini Rani di landa kecemasan,dia takut kalau Ardi datang dan membuat masalah lagi.
" kamu tidak usah khawatir,kamu kan sekarang tinggal di pesantren yang keamanannya terjamin,nanti aku bicara sama om Ridwan dan pasang foto Ardi di pos satpam supaya dia tidak bisa masuk gangguin kamu." ucap David dan Rani pun hanya menganggukan kepala.
__ADS_1
Setelah seminggu sejak kejadian menerima paket itu Rani pun kembali tenang tanpa ada gangguan sedikit pun,dia pun bekerja dengan santai dan tenang. Tak lama sekertarisnya yang bernama Linda masuk memberi tahu kalau ada tamu.
" suruh masuk aja kak Lin." ucapnya.
" apa kabar Rani?" ucap Gio,ya yang datang adalah Gio,setelah sekian lama menghilang namun perasaan Rani padanya telah memudar. Bukan niat ingin jadi wanita penjaja cinta,namun setelah kedatangan Tania calon tunangan Gio membuat Rani berusaha menghilangkan perasaannya walau dia sulit,mengingat kebersamaan mereka selama ini. Namun dia tidak bisa memaksa keadaan.
" baik kak,sama siapa ke sini kak?" tanyanya basa basi demi menghilangkan rasa grogi.
" penampilan kamu sekarang berubah banget Ran,terasa aneh di mataku." ucap Gio membuat Rani kesal, gak menyangka Gio akan mengkritik cara berpakaiannya. Padahal menurutnya itu lebih baik karena menutup auratnya.
" ada apa kakak ke sini? Aku takut kalau calon kakak tau dia bisa menuduh aku merebut kamu kak." ucap Rani jutek,dia sudah mulai kesal dengan Gio.
" aku ke sini mau minta maaf sama kamu Ran,sebenarnya aku mau mengajak kamu menikah supaya perjodohan dengan Tania bisa batal,tapi melihat penampilan kamu yang sekarang aku jadi ragu. Gimana tanggapan teman temanku nantinya kalau penampilan kamu begini padahal aku dulu bangga dengan penampilan kamu yang bohay dan sexy. Kalau tertutup begini gimana caranya banggain ke teman." ucap Gio membuat Rani meradang,dia yang berusaha memperbaiki diri dengan belajar agama dan merubah penampilan malah dapat hinaan seperti ini. Tak lama kemudian pintu terbuka dan masuklah gadis kecil yang lucu dan manis membuat pembicaraan Gio terhenti.
" maaf bu Rani,saya tidak sempat mencegah." ucap Linda merasa tidak enak belum sempat menjawab datang pula Malik sang ayah dari gadis kecil itu.
" maafkan saya nona,Cia merindukan anda,dan merengek bertemu,dari tadi kami di luar menunggu dan Cia tidak sabar dan berlari menerobos,maafkan kelancangan Putri saya Nona." ucap Malik merasa tidak enak hati karena Rani masih ada tamu.
__ADS_1
" tidak apa apa pak Malik,lagian tamu saya sudah selesai kok,ya kan kak Gio?" ucap Rani mengusir secara halus namun Gio bergeming karena dia masih ada yang ingin dia sampaikan.
" maaf Ran,aku masih ada yang ingin aku bicarakan." ucap Gio dengan tetap duduk di depan Rani,sedangkan Malik merasa tak enak hati dia pun memanggil putrinya keluar namun di tahan sama Rani. Membuat Gio sedikit kesal.