Suamiku Diatur Mertuaku

Suamiku Diatur Mertuaku
35


__ADS_3

Sesampainya Rani di ruang perawatan Cia,dia pun menunggui Cia yang sedang tidur dan memikirkan tentang ucapan Aisyah. Dia bingung padahal selama ini tidak pernah berusaha merebut apa yang di miliki Aisyah. Kini Rani merasa tidak tenang melihat perlakuan Aisyah,merasa dirinya tidak melakukan kesalahan dia pun segera menelpon Aisyah. Namun malah di tolak Aisyah.


" apa maksud kak Aisyah ya?" tanya Rani dalam hati. Saking bingungnya membuat Rani tak sadar kalau Malik masuk dalam ruangan bahkan tak mendengar salam dari Malik,hal itu membuat Malik heran karena tak biasanya Rani terdiam.


" apa ada masalah?" tanya Malik namun Rani tetap terdiam membuat Malik menghela nafas kasar, dia pun segera duduk di hadapan Rani namun masih aja Rani terdiam, Malik pun memajukan wajahnya semakin dekat dengan wajah membuat Rani kaget.


" akhirnya kamu tersadar juga." ucap Malik menahan tawa,melihat wajah terkejut Tani merupakan hiburan tersendiri baginya.


" sejak kapan tuan ada di sini?" tanya Rani.


" sejak dari tadi aku panggil kamu tapi jiwa kamu entah menjelajah ke mana. Kamu ada masalah apa?" tanya Malik membuat Rani terdiam kembali,dia pun menghela nafas kasar dan menuju ke ranjang putrinya,dia pun mencium kening putrinya lalu kembali duduk di samping Rani.


" jujur,aku sejak pertama kali melihatmu aku telah jatuh hati,dan lamaran kemarin itu bukan skenario yang diatur,tapi memang rencana aku ingin kamu menjadi ibu sambung bagi Cia. Kamu adalah wanita pertama yang bisa mengambil hati Cia." ucap Malik panjang lebar,namun Rani tidak mendengarkan,Malik pun segera mencium bibir Rani membuat Rani terlonjak kaget dan segera berdiri.


" apa yang tuan lakukan kita bukan muhrim?" ucap Rani nampak sedikit marah,namun Malik tersenyum. Dia pun segera mengelus bibirnya.


" bibir kamu manis,dengar aku sudah melamar kamu kemarin bersama Cia,dan aku tidak menerima penolakan. Satu hal lagi,panggil aku sayang jangan panggil tuan. Apa pun masalah kamu,katakan padaku dan aku akan membereskan semuanya. Kamu tau mantan suami kamu yang kurang ajar sudah di tanganku. Kalau kamu mau kamu bisa menemuinya." ucap Malik membuat Rani terperangah. Dia tidak menyangka kalau Malik melakukan semua itu untuknya.


" sekarang katakan apa yang kamu pikirkan sehingga kamu terdiam terus dari tadi?" tanya Malik memaksa Rani bicara namun tidak dihiraukan sama Rani membuatnya mencebikkan bibirnya. Dia pun mendekat dan meraih tangannya.


" mulai sekarang kamu adalah milikku,jangan pernah berharap untuk pergi dariku." ucap Malik.

__ADS_1


' tapi tuan aku belum...." tidak selesai bicaranya Malik langsung membungkam bibirnya dengan ciuman membuat Rani segera menjauh.


" tolong tuan,jangan lakukan itu,kita bukan muhrim,tolong hargai saya tuan." ucap Rani.


" sekali lagi kamu memanggil saya Tuan lagi,saya akan mencium kamu." ucap Malik membungkam Rani." saya harap kamu bersedia,minggu depan kita nikah." ucapnya sambil berdiri dan keluar dari ruangan menerima telepon. Sedangkan Rani terperangah tak tau harus berbuat apa. Tak lama Cia pun terbangun,dan melihat Rani terduduk dalam diam,dia pun sangat bahagia.


" tante cantik" panggil Cia membuat Rani tersenyum, dia pun segera mendekat.


" kamu sudah tidak apa apa kan sayang?" tanya Rani,di jawab anggukan sama Cia.


" tante cantik,kamu mau kan jadi mamanya Cia?" tanya Cia membuat Rani bingung mau jawab apa.


" tentu dong sayang,minggu depan papa akan menikahi tante Rani." ucap Malik masuk kamar.


" ada apa dek,apa yang membuat kamu tidak fokus bekerja?" tanya Sinta lembut,dia takut menyinggung perasaan Rani. Rani pun menceritakan tentang Aisyah yang marah padanya dan soal lamaran Malik. David yang mendengar soal lamaran Malik segera menghentikan aktivitasnya dia pun segera bergabung dengan kedua wanita yang di sayangnya itu.


" jadi tuan Malik melamar kamu dan lamaran yang kemarin bukan hanya untuk membuat bu Rosa bungkam?" tanya David yang hanya  di jawab anggukan sama Rani,hal itu membuat David senang dia sanymgat bahagia kalau Malik bersama Rani,setidaknya ada yang melindungi adek sepupunya tersebut. Dia pun meminta Rani menerima lamaran tersebut.


" baiknya aku bicara sama mama dulu kak,kalian mau kan temani aku ke pesantren soalnya aku tidak enak sama Aisyah.?" tanya Rani.


" apa kita panggil tuan Malik juga?" tanya Sinta.

__ADS_1


" baiknya kita bicara sama mama dulu bru memberitahu tuan Malik." ucap Rani.


Mereka pun segera menyelesaikan kerjaan mereka.


Sedangkan di pesantren Aisyah bicara sama om Ridwan berdua di ruang kerja sang Ayah.


" ada apa Ai,kenapa cemberut begitu?" tanya om Ridwan sambil duduk di samping putrinya.


" Rani Yah,dia menggoda tuan Malik,dan ayah kan tau kalau Aisyah suka sama tuan Malik sudah lama." ucap Aisyah cemberut. Om Ridwan pun hanya menghela nafas berat,dia tau kalau sang anak dari dulu suka sama Malik,namun Malik tak pernah sekali pun melirik Aisyah.


" tapi Nak,kamu kan tau kalau dari sebelum Malik kenal Rani,dia tidak pernah sekali pun melirik kamu,apa lagi putrinya tidak pernah suka sama kamu,jadi papa harap kamu relakan dia sama Rani." nasehat Om Ridwan membuat Aisyah semakin meradang.


" kenapa sih semua harus jadi milik Rani,perhatian papa pun selalu ke Rani,dan sekarang Aisyah juga harus melepas apa yang selama ini Aisyah kejar buat Rani. Kali ini Aisyah tidak mau mengalah pa,pokoknya papa bantuin Aisyah buat dapatin Malik." ucap Aisyah tanpa mau di bantah lagi membuat om Ridwan menggeleng kepala. Dia pun bingung bagaimana caranya supaya Malik mau menikah sama Aisyah sedangkan dia tau Malik adalah orang yang tidak bisa di paksa. Dia tidak bisa menjangkau kedudukan Malik,dia tau siapa sebenarnya Malik itu.


" apa yang harus aku lakukan nak,tidak mungkin aku memaksa tuan Malik untuk mencintai kamu.?" tanyanya pada sang Putri,namun Aisyah hanya diam tanpa peduli sama sang Ayah,dia terobsesi untuk memiliki Malik,namun sang pujaan hati justru jatuh Cinta pada wanita lain membiay Aisyah semakin membenci Rani,padahal Rani tidak tau akan hati orang.


" ayah,aku akan melakukan apa pun untuk memilikinya,tak peduli apa pun rintangannya,kalau perlu aku membunuh Rani sekali pun sama seperti yang kita lakukan dulu untuk mencapai tujuan kita untuk memiliki pesantren ini."ucap Aisyah membuat om Ridwan segera membungkam mulut Aisyah.


" hati hati kamu kalau bicara,jangan sampai ada yang dengar,bisa bahaya." hardik om Ridwan.


# ow ada rahasia apa sebenarnya tentang pesantren itu? Siapakah pemilik sebenarnya?

__ADS_1


Pantau terus ya novelku, maaf kalau telat update soalnya sibuk bekerja.


__ADS_2