Suamiku Diatur Mertuaku

Suamiku Diatur Mertuaku
bab 7


__ADS_3

Kalau bang Ardi benar benar turuti ibunya,aku tidak segan segan menghancurkannya. Dia pikir dia bisa seperti sekarang kalau bukan karena ku.


" halo kak David,aku butuh bantuan kakak." ucapku.


" ada apa lagi Ran." tanya kaka david


" periksa.kinerja bang Ardi di perusahaan,aku mau dia diturunkan pangkatnya jadi cleaning service,buat dia tidak bisa mengundurkan kan diri sebelum kontraknya selesai. Saat itu terjadi aku akan membuat dia menderita dan membayar semua apa yang dilakukan padaku selama ini." perintahku pada kak david.


Aku harus urus surat cerai sejak sekarang tanpa bang Ardi tau,aku tidak bisa pertahankan lagi pernikahan ini.


" Rani,kamu masak sekarang ibu sudah belanja,kamu jangan malas." aku pun bergegas ke dapur masak buat keluarga itu,dan terlihat kulkas penuh dengan bahan makanan. Aku pun memasak untuk mereka,namun baru memulai ibu mertua menghampiri.


"Kamu masak agak banyakan ibu nanti ada tamu mau makan siang di sini. Masak yang enak." ucapnya berlalu. Siapa tamu yang akan datang,apa kerabat jauh ibu ya. Aku pun bertanya tanya dalam hati karena selama ini ibu tidak pernah menerima tamu. Ya sudah lah aku masak aja biar aku bisa tenang dulu. Setelah selesai memasak aku pun masuk kamar membersihkan diri setelahnya aku membuka chat kak David.


" Ran,ternyata Ardi menggelapkan dana perusahaan beberapa bulan terakhir ini. Sepertinya dia memang ada main di belakang kamu. Dia sering keluar di jam kerja." chat kak David.


Kalau memang abang ada main di belakangku maka aku bisa menggugat dia. Aku tidak akan terima sebuah penghianatan dalam sebuah rumah tanggaku,tak ada ampun dengan ke hadiran orang ke tiga. Tak lama kemudian aku mendengar suara mobil bang Ardi,aku pun mengintip di jendela. Bang Ardi datang membawa wanita lain ke rumah ini,sungguh keterlaluan kamu bang. Buru Buru aku keluar kamar menemui mereka.


" loh Nak Vera,makin cantik aja nih." ucap ibu. Aku pun menghentikan langkahku dan mencoba mendengar pembicaraan mereka.


" ah ibu mah bisa aja,Vera jadi malu."

__ADS_1


" Ardi,sebaiknya segera tuh dihalalkan sebelum diambil orang." ucap ibu,jadi ini yang namanya Vera,tega sekali mereka membawa wanita itu ke rumahku. Sakit sekali rasanya.


" Ardi sih tergantung Vera bu,maunya gimana." ucap bang Ardi membuatku terkejut,astaga apa mereka lupa kalau aku ada di rumah ini,tega sekali mengatakan hal itu,dan bang Ardi,aku tidak akan membiarkan kamu bahagia.


" aku sih mau aja di halalin sama abang." ucap Vera,sungguh wanita bodoh rela di halalin sama laki laki ber istri. Di mana otaknya.


" apa maksudnya bang? Abang mau nikah lagi?" tanyaku langsung keluar ke hadapan mereka dan ku lihat bang Ardi terkejut,


" kamu di rumah Ran?" tanya  bang Ardi.


" kamu mau nikah bang? Dan ibu,tega ya ibu nyuruh aku masak buat wanita pelakor ini seandainya ku tau kalau makanan itu buat pelakor ini aku bubuhi racun sekalian." ucapku.


" eh jaga ya mulut kamu siapa yang pelakor?" tanya Vera


" Rani,apa apaan kamu buang makanan? Itu bahan ibu beli pakai uang ibu bukan uang kamu." ucap ibu marah,dia menarik ku hendak menampar namun aku cegah tangannya.


" ini untuk ganti uang ibu,kalian kira aku akan diam kalian perlakukan begini,sekarang juga kalian angkat kaki dari rumahku." ucapku melempar uang ke muka ibu,aku tau aku berdosa karena tidak menghormati ibu,tapi aku terpaksa melakukannya.


" enak aja kamu nyuruh kami keluar,rumah ini kan Ardi sudah lunasi jadi rumah ini milik Ardi dong." ucap ibu yang diangguki bang Ardi.


" ada bukti bu? Bukti pelunasan mana? Sertifikat mana? Ini foto copy sertifikat rumah ini,masih atas namaku jadi yang berhak rumah ini adalah aku." ucapku membuat mereka terdiam.

__ADS_1


" lalu uang Ardi itu gimana kamu ganti kalau gitu." ucap ibu,membuatku benar benar marah.


" mang uang itu di kasi siapa? Apa ada aku ambil sepeser pun? Dan ingat,bang Ardi sudah tidak menafkahi aku selama hampir tiga bulan berturut turut. Menurut abang gimana?" kali ini mereka terdiam,dan tak lama kak David masuk rumah.


" loh pak David kok ke sini?" tanya bang Ardi.


" kamu kenapa gak balik kantor? Aku dari tadi hubungi kamu tapi tidak di respon jadi aku kemari. Kinerja kamu akhir akhir ini menurun,laporan tidak ada yang benar. Mulai hari ini jabatan kamu aku turun kan ke cleaning service." ucap kak David membuatku ter senyum. Biar tau rasa dia.


" apa pak? Gak bisa gitu dong masa langsung jadi OB,aku mending mengundurkan diri saja dari pada jadi pesuruh kantor " ucapnya sombong.


" baik,kalau mau masuk penjara. Masih untung aku gak laporin kamu ke polisi atas penggelapan dana yang kamu lakukan,bukti sudah ada. Dan juga kalau kamu mau mengundurkan diri sebelum kontrak,kamu harus bayar dendanya. Ini surat kontrak kerja kamu,baca baik baik." ucap kak David menyerahkan map pada bang Ardi.


" dan kamu nona Vera,kamu sebagai manager di kantor cabang kenapa di jam kerja ada di sini?" tanya kak David pada Vera,membuat Vera gelagapan.


" ini kan karena masih jam istirahat tuan David." ucapnya tanpa melihat jam.


" jam istirahat kantor itu jam dari berapa dan sampai jam berapa?" Vera pun melihat jam tangannya dan terkejut karena jam istirahat sudah lewat setengah jam lalu.


" maaf tuan David aku tidak menyadari,aku akan kembali sekarang juga." ucap vera Buru Buru.


" tidak perlu,jarak kantor cabang dari sini lumayan jauh,aku yakin kamu sudah dari tadi ninggalin kantor. Dan laporan kamu yang selalu ninggalin kantor di jam kerja sudah sering sekali,kamu yang selalu abai pada kerjaan kamu dan melimpahkan pada pekerja magang,kamu selalu semena mena di kantor menggunakan kuasa kamu sebagai manager,ini surat pemecatan kamu." ucap kak David membuat Vera terduduk lemas,sedangkan ibu shock karena yang dia inginkan menantu karier yang kaya.. Dan bang Ardi cuma terdiam saja.

__ADS_1


Kini mereka semua diam,aku pun berlalu masuk kamar,karena aku masih tidak mau mereka tau kalau aku saudara Kak David. Berkas pengajuan gugatan cerai sudah ku serahkan ke pengacara,dan saat  ketuk Palu maka aku akan mengusir mereka dari rumah ku.


# maaf cerita amburadul


__ADS_2