Suamiku Diatur Mertuaku

Suamiku Diatur Mertuaku
39


__ADS_3

Melihat interaksi Rani dan sang Putri membuat Malik semakin yakin pilihannya,namun saat ini dia harus kerja extra untuk mendapat restu dan meluluhkan hati sang wanita pujaan.


" tapi kalau tante cantik tidak menikah sama.papa Cia pasti susah ketemu ma tante,kalau menikah sama papa kan bisa ketemu tiap hari,tidur bareng tiap malam,terus juga bisa bacakan dongeng sebelum tidur." ucap Cia polos,bikin gemes.


" tapi tante tidak bisa menikah sama papa kamu sayang,karena tante tidak Cinta sama papa kamu. Dalam pernikahan harus ada rasa yang ada di sini sayang, nanti Cia pasti paham kalau sudah besar." ucap Rani sambil menunjuk dada Cia, Hal tersebut membuat Malik semakin sedih,karena ternyata Rani belum mencintainya. Saat Rani sedang sibuk berinteraksi dengan Cia berbeda hal dengan Sinta yang hanya terdiam,membuat sang suami mendekat dan memeluknya. Rani yang melihat sang kakak mendekat hanya menggeleng pada Sinta tanda untuk tidak membahas peristiwa di pesantren. Melihat kode dari Rani,Sinta hanya menghela nafas kasar.


" ma,bisakah nanti mama menemaniku di rumah. Mama nginap di rumahku boleh?" tanya Rani membuat bu Mayang mendekat.


" mama bukannya tidak mau sayang,tapi mama masih seorang istri,tidak baik seorang istri menginap di tempat lain tanpa suami ikut." jelas bu Mayang membuat Rani khawatir,dan bu Mayang yang melihat kekhawatiran sang Putri pun mengerti akan kegundahan hatinya.


" tidak usah khawatir mama pasti baik baik saja,mama tidak bisa ajak kamu nginap.di sana lagi karena suasananya sudah berbeda untuk kamu nak. Mama tidak mau kamu kenapa napa." ucapnya bu Mayang semakin membuat Rani dan Sinta gelisah,David yang melihat gelagat aneh sang istri pun mencoba mengkode sang istri. Sinta pun segera memberikan hp Rani pada David dan memberikan earphone agar suara dari video tidak terdengar yang lainnya. Malik yang melihat David dan Rani bisik bisik jadi penasaran,dia pun mendekat dan mengintip tanpa di sadari oleh  David. Malik pun melototkan matanya melihat hal tersebut dia pun menatap Rani dan hanya menggelengkan kepala. Kini Rani bingung gimana caranya memberi tahu mamanya tentang kelakuan sang suami. Tapi kalau di biarkan cepat atau lambat pasti bu Mayang akan tau,dia pun akan berusaha untuk diskusi sama kakaknya.


" sebaiknya bu Mayang nginap nemani Rani dulu,ibu bisa menelpon pak Ridwan untuk ijin pasti beliau mengijinkan." ucap Malik karena dia juga takut kalau bu Mayang kembali ke sana dan melihat kelakuan bejat sang suami.

__ADS_1


Sedangkan di pesantren,santri yang tadi memergoki perbuatan om Ridwan segera menelpon orang tuanya,dia ingin segera keluar dari pesantren tersebut,membuat sang orang tua bingung,pasalnya dulu sang anak yang ngotot tinggal di pesantren malah sekarang ngotot pindah. Hal tersebut jadi pertanyaan para guru namun sang santri masih bungkam dia hanya beralasan ingin sekolah di sekolah umum. Teman sekamarnya pun segera mengajaknya bicara berdua,dia pun menceritakan apa yang dia lihat tadi membuat teman sekamarnya pun segera ingin keluar. Jika guru sibuk mencari alasan santri yang mau keluar berbeda dengan sang penyebabnya,mereka masih asyik bertular peluh di ranjang. Mereka memang dari dulu tidak terlalu peduli untuk mengurus pesantren,mereka hanya taunya dapat keuntungan dari pesantren.


" abah,kalau Malik marah dan berhenti menjadi donatur gimana dong ?" tanya Aisyah setelah menyelesaikan permainan mereka.


" kamu harus cari donatur yang lebih kaya,dan abah akan mencoba meminta Mayang menjual asetnya. Setelah itu kita singkirkan dan abah cari istri bru lagi yang lebih kaya." ucapnya tertawa.


" tapi kalau abah nikah lagi,Aisyah jadi kesepian terus. Tidak bebas lagi tidur sama abah." ucapnya manja. Entah setan mana yang menghuni jiwa mereka sehingga mereka melakukan hal tersebut tanpa ingat akan ikatan darah mereka. Setelah asyik berbincang mereka pun mendengar  suara riuh dari asrama Putri,mereka pun segera membersihkan diri dan om Ridwan pun keluar duluan menuju asrama Putri. Melihat pembawaan om Ridwan tak akan ada yang menyangka kalau dia adalah penjahat kelamin.


" ada apa ini ustadzah? Kenapa pada ribut ribut?" ucap.om Ridwan penuh Wibawa.


" biarlah ustadzah,kita tidak boleh memaksa mereka untuk bertahan di sini. Silahkan hubungi orang tua mereka,dan aku menunggu di kantor." ucapnya lalu berlalu menuju kantornya. Sedangkan Aisyah baru selesai membersihkan kamar sang ayah beserta istrinya,dia pun segera keluar bertepatan dengan bu Mayang yang mau masuk kamar.


" loh Aisyah,ada apa di kamar umi?" tanyany curiga.

__ADS_1


" ini umi,Aisyah habis ganti sepray tadi di suruh abah." jawabnya,dan memang dia mengganti seprai untuk menghilangkan jejak pergumulannya bersama sang ayah.


" tapi sepray itu kan baru tadi pagi umi ganti." ucap bu MAyang semakin merasa aneh sama tingkah laku Aisyah.


" tadi ada kucing masuk umi dan kakinya kotor,jadi abah minta ganti" ucapnya berusaha meyakinkan bu Mayang,dan bu Mayang pun percaya saja.


" abah mana?" tanyanya lagi sebelum Aisyah berangkat .dan Aisyah pun hanya menggelengkan kepala tanda tidak me getahui keberadaan sang ayah. Bu Mayang pun segera masuk kamar dan mencium bau tidak sedap dari kamarnya.


" kok baunya seperti bau bekas permainan panas,pi masa iya mas Ridwan selingkuh? Atau ini bekas kucing tapi baunya kok mirip?" tak ingin berpikir negatif terhadap sang suami dia pun menyemprotkan pengharum ruangan. Setelahnya dia membuka lemari dan betapa kagetnya dia mendapati lipatan bajunya tidak rapi padahal sebelumnya sangat dia ingat sudah merapikan.


" apa mungkin mereka mencari sertifikat dan berkas berkasku?" tanyanya dalam hati,dia pun segera melihat koleksi emasnya yang.emang dia sembunyikan,melihat koleksi emasnya masih aman dia pun segera bernafas lega. Dia pun segera mengambil koper dan memasukkan beberapa baju dan juga membawa semua koleksi emasnya untuk di simpan sama Rani. Dia akan menginap beberapa hari di rumah Rani. Setelah membereskan kopernya dia pun segera mencari sang suami di kantornya guna meminta ijin. Namun belum sampai bertemu sang suami dia mendengar santri yang membawa koper berbincang.


" aku jijik sekolah di sini lagi mereka kan anak dan ayah masa begituan di kamar sang istri pula. Kelakuan mereka benar benar binatang." ucap santri tersebut membuat bu Mayang segera mengejar santri tersebut.

__ADS_1


" maaf nak,tadi ibu sempat dengar,kenapa kalian keluar dari pesantren?" tanya bu Mayang membuat anak santri tersebut bungkam pasalnya mereka tidak au membuka aib dan memilih pergi. Melihat hal tersebut membuat bu Mayang hanya menghela nafas kecewa.


__ADS_2