Suamiku Diatur Mertuaku

Suamiku Diatur Mertuaku
21


__ADS_3

Tante cantik?" panggil Reza. Membuat David dan Sinta bengong.


" kalian saling kenal?" tanya  David.


" iya." jawab Gio.


" tidak" ucap Rani membuat David dan Sinta bingung.


" kalian duduk dulu." ucap Sinta namun Rani masih nampak kesal.


" ayo kita makan dulu nanti aja ngobrolnya." ajak Sinta. Mereka kini makan dengan diam dan hanya terdengar suara dentingan sendok beradu piring. Rani masih menunjukkan wajah permusuhan pada Gio,sedangkan Gio hanya geleng kepala.


" tante cantik,ternyata tadi belanjanya untuk masak buat kami ya?" tanya Reza memecah kesunyian. Sinta dan David kini paham yang terjadi antara Gio dan Rani.


" iyya sayang,kamu makan yang banyak ya." ucap Rani lembut sambil memberikan ayam goreng pada Reza.


" aku juga boleh minta ayam gorengnya ya sayang." goda Gio membuat Rani meradang.


" enak aja manggil sayang,ingat ta waktu itu aku juga gak minta bantuan kamu,dasar kamunya aja yang datang ngaku ngaku sama mantan mertuaku." ucap Rani sewot.


" sudah sudah,cepat habiskan makan kalian." lerai David. Setelah mereka selesai makan,mereka kumpul di ruang tamu, dan bik Sumi pun menyajikan minuman. Tampak  Gio tetap mendekati Rani yang semakin membuat Rani meradang dan marah marah.


" kamu tuh napa sih cowo aneh,sana jauh jauh." usir Rani. Dia benar benar kesal pada Gio,sedangkan Reza kini sibuk main sama bi Sumi.


" kalian ini kenapa sih ribut aja terus." tanya David.


" dia aja nih selalu marah,mang dia siapa kamu Vid,sensi aja terus ma aku." ucap Gio.

__ADS_1


" eh muka kamu tuh mang selalu bikin kesal,dimana mana tiap ketemu selalu bikin kesal,." ucap Rani marah.


" dia adik ku yang ku ceritakan kemarin." ucap David membuat Rani semakin meradang.


" kakak cerita apa ke kunyuk ini,dan ngapain pula cerita ma cowo rese nyebelin seperti dia." ucapnya.


" Ran,kakak gak pernah ajarin kamu kasar sama orang,dia ini sahabat kakak dari jaman SMA."tegur David,membuat Rani diam dan Sinta pun tertawa.


" benci dan Cinta beda tipis loh Ran,ntar kamu jatuh Cinta ma dia." bisik Sinta membuat Rani memutar matanya malas. Rani kini memilih diam saja,dan tak lama setelahnya Reza minta pulang.


Esoknya,Rani bangun agak siang dia memang sengaja bermalas malasan di hari libur ,sedangkan David bersama Gio datang mau mengajak sinta dan Rani jalan jalan.


" Sayang,Rani mana?" tanya David.


" belum bangun,tadi katanya mau bermalas malasan." ungkap Sinta,membuat David gelwng kepala. Pasalnya Rani kalau sudah bilang mau ber malas malasan maka dia akan tidur seharian. Kebiasaan dia yang entah sejak kapan dia lakuin.


" cewe kok tidurnya kebo banget sih." ucapnya membuat Rani bangun seketika melempar bantal. Dia memang tidak peduli kalau David melihat penampilannya tidur tapi dia tidak rela di lihat orang lain,Rani kini jadi marah dan malu.


" ngapain kamu di kamarku sana keluar." teriaknya.


" sana mandi atau mau aku mandikan,aku hitung sampe tiga kalau kamu masih tidur aku akan mandikan kamu." ancam Gio sukses membuat Rani bangun dan berlari ke kamar mandi.


" lucu dan cantik." ucap Gio sukses membuat David san Sinta saling melirik dan tersenyum.


Mereka pun pergi jalan jalan dan belanja,kini Rani dan Gio sudah akur dan saling bercanda. Saat mereka tengah asyik belanja tanpa sengaja mereka melihat bu Retno jalan bareng bu Mayang dan pak Joni. Tampak bu Retno di perlakukan seperti  pembantu sama bu Mayang. Bu mayang bergandengan mesra denga pak Joni di depan nu Retno membuat Rani heran.


" loh kok bisa mereka santai depan bu Retno?" ucap Rani,membuat Gio pun menengok.

__ADS_1


"Itu kan ibu ibu yang pamer sama kamu kemarin,sekarang tampilannya sangat mirip pembantu yang sedang jalan sama majikan." ucap Gio dan segera menuju ke sana,Rani mau menahan namun terlambat.


" dasar aneh,suka banget bikin kesal. Ngapain di samperin sih. Kaka nemu teman begitu dimana sih dah bawel banyak urusan pula." ucap Rani dan mereka pun segera menyusul Gio.


" wah ibu mantan mertuanya calon istriku kok penampilannya beda banget dari yang kemarin?" ejek Gio membuat bu Retno diam.


" semoga saja Rani tidak bersamanya." ucap bu Retno dalan hati,sambil matanya melirik ke sana sini,dan akhirnya dia pun melihat Rani. Kini dia sangat malu pada mantan mertuanya itu.


" kamu tuh siapa sih,datang datang ngerecokin kami?" tanya pak Joni,dan bu Mayang lun masih diam. Rombongan Rani pun sampai membuat pak Joni merasa grogi.


" Rani,kamu datang sama mereka?" tanya bu Retno terkejut dia malu sama mantan menantunya kini.


" ya tante,aku sama mereka,dan bu mayang ada apa sebenarnya ini?" tanya Rani heran membuat dia malu menjelaskan.


" ngapain sih kamu nanya nanya,ini urusan aku dan keluargaku. Kamu tuh hanya mantan menantu jadi tidak usah ikut campur. Ayo sayang kita pulang,dan kamu Retno,cepat bawa belanjaanku jangan sampai ada yang rusak." perintah bu Mayang dengan angkuhnya,dan bu Retno pun tergopoh gopoh mengikuti langkah bu Mayang.


" kasian sekali, buang mantu berliannya dapat mantu yang rebut suaminya." ucap Gio meledek bu Retno saat lewat dekatnya.


" kamu itu cowo kok mulutnya lemes banget sih,gak kasian apa sama orang tua." ucap Rani kesal membuat Gio diam dan menutup mulutnya.


" sudah lah Ran,kamu tidak usah urusin mereka lagi,kalian sudah tidak ada hubungan lagi." nasehat David yang di benarkan oleh Sinta. Kini mereka pun pergi nonton bioskop untuk menikmati hari libur mereka,tanpa terasa Gio menggenggam tangan Rani. David dan Sinta yang di belakang mereka hanya bisa ter senyum


Saat merek keluar dari bioskoereka melihat Ardi jalan sama seorang wanita yang umurnya sekitaran   lima puluan,mereka jalan mesra sekali. Saat mereka berpapasan Sinta pun langsung enegur Ardi.


" eh mantan ipar,ganti profesi ya sekarang? Loh ini kok bukan istrinya yang kemarin?" ucap Sinta memancing amarah Ardi.


" kenapa emangnya,ow ataukah kamu Rani,tidak bisa move on ya dari aku? Tidak bisa menemukan laki laki yang bisa puasin kamu di ranjang ya? Hahahhaha kamu kira akan ada yang suka sama kamu setelah lepas dariku?" ucap Ardi sombong.

__ADS_1


" kamu tuh mantan Rani yang sudah dia buang,perkenalkan aku calon suaminya Rani. Jadi dari mananya dia tidak bisa move on dari kamu?." tanya Gio. Lagi dan lagi Gio ngaku sama masa lalu Rani membuat Rani semakin bersimpati ma Gio. Seringnya bersama dan bercanda menimbulkan getaran dalam Hati Rani. Semoga Cinta segera tumbuh di hati mereka.


__ADS_2