Suamiku Diatur Mertuaku

Suamiku Diatur Mertuaku
25


__ADS_3

Saat mereka sedang asyik menghibur bu Mayang,seorang pengacara pun masuk diantar oleh salah satu art. Mereka semua heran.


" maaf,semalam kakek memintaku datang,aku turut berduka cita. Kakek hanya memberitahuku tentang Rasya,tak ku sangka kakek jug pergi." ucap sang pengacara yang selama ini selalu menemani sang kakek mengurus segala hal.


" aku di sini untuk membacakan wasiat." ucapnya lagi. Membuat bu Mayang heran karena di sini tidak seberapa banyak harta sang ayah.


" aku membacakan wasiat dari Rasya dulu ya." ucapnya lagi membuat yang lain saling menatap.


" maksudnya,Rasya juga meninggalkan wasiat,apa dia punya perusahaan pribadi?" tanya bu Mayang.


" tante,aku sebenarnya asisten pribadi Rasya." ucap Gio membuat semua orang kaget,pasalnya selama ini mereka kenal Gio sebagai sahabat.


"Selama ini aku memang bersamanya." ucap Gio.


" atau kalian mau dengar dari kakek dulu?" tanya sang pengajar,semua memandang ke arah bu Mayang,lalu kemudian menganggukkan kepala.


" dari kakek aja dulu." ucap bi Mayang.


" baik. Perusahaan yang di Indonesia yang di kelola bu Mayang,itu memang atas nama bu Mayang sendiri beserta rumah yang di tempatnya. Terus ada sebuah villa di daerah puncak di berikan kepada bu Rani." ucap sang pengacara membuat Rani terkejut.


" awalnya ini untuk Rasya,tapi dia menolak setelah tau penyakitnya dan meminta untuk di berikan kepada Rani beserta perkebunan teh yang di sekitar villa. Dan untuk bu Mayang,kakek memberikan hotel yang di kelola saat ini juga. Jadi bu Mayang mendapat rumah,perusahaan,dan hotel. Sedangkan Rani,perkebunan teh dan villa." ucap sang pengacara sambil menarik nafas.


" lalu dari Rasya,ini ada surat untuk bu Mayang. " ucapnya menyerahkan surat tersebut.

__ADS_1


" silahkan di baca dulu,sebelum amu melanjutkan,karena sesuai perintah pak Rasya ak tidak akan lanjut membaca sebelum ibu membacanya." jelasnya kemudian menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Bu Mayang pun segera membuka surat tersebut dan membacanya.


" buat mama...aku tau mama akan kecewa padaku,tapi aku harap mama mengerti kenapa aku lakuin ini semua. Ma,semua usaha yang aku bangun dari nol,aku berikan pada Rani semuanya,ku harap mama tidak mengganggu gugat. Mama belajarlah untuk bersyukur,cukup warisan dari kakek. Pesanku,ceraikan suami mama yang sekarang dan menikah dengan laki laki yang bertanggung jawab,bukan laki laki parasit. Aku sangat menyayangi mama,aku tidak pernah sedikitpun membenci mama,tapi aku pergi karena kecewa sama kelakuan mama yang hanya mencari kesenangan duniawi. Aku harap setelah aku pergi,mama bisa lebih berhati hati terhadap keluarga mantan suami Rani. Mereka semua gila harta,sebaiknya mama usir mereka dari kehidupan mama. Kalau mama butuh bantuan bisa minta sama Gio,anggaplah Gio penggantiku ma." isi surat Rasya membuat bu Mayang semakin sedih karena selama ini dia tidak pernah ada untuk sang anak.


Rani pun segera memeluk bu Mayang untuk menguatkannya,bu Mayang pun membalas pelukan Rani dan terus mengucapkan kata maaf.


" sudah tante,sekarang tenangkan diri tante. Biar kak Rasya tenang di sana." ucap Rani,dan bu Mayang pun mulai tenang. Dan Gio pun menggenggam tangan Rani,menyalurkan kekuatan pada Rani. Setelah semua tenang pak pengacara pun kembali membacakan wasiat dari Rasya.


" baik saya lanjutkan." ucapnya menghela nafas.


" perusahaan RR di peruntukkan Rani sebagai pemilik dan Gio sebagai pengelola dengan saham 20% milik Gio." ucap pak pengacara membuat Gio mendongak,selama ini dia tidak tau kalau Rasya memberinya hak pada perusahaan itu. Gio tau perusahaan yang dia kelola yang memproduksi pakaian jadi tersebut sangat banyak memberi untung.


" dan butik RR collection adalah milik pribadi nona Rani,dengan catatan nona Rani memberi 5% keuntungan butik tersebut kepada bu Mayang." Rani pun terkejut akan semua pemberian Rasya tersebut,sedangkan bu Mayang sudah dari tadi dia terdiam,penyesalan terbesarnya selama ini adalah tidak memperdulikan sang anak.


" saya sudah cukup dengan warisan ayah,lagian saya juga sudah ada butik sendiri." ucapnya.


" baik bu,saya sudah menduga akan penolakan ibu maka dari itu saya mempersiapkan surat pengalihan untuk nona Rani." ucap pengacara dan mereka semua mengurus semuanya. Rani kini punya butik dan perusahaan dari Rasya,belum lagi dia punya perusahaan yang dia bangun bersama David. Rani kini berpikir bahwa dia akan sangat sibuk nantinya,mengurus semuanya.


Setelah semua selesai, mereka pun akhirnya kembali dan rumah yang di tinggali itu di titipkan sama pengurus kakek selama ini,jadi saat mereka berkunjung maka ada rumah yang mereka tinggali.


" Ran,tante tidak punya siapa siapa lagi di dunia ini,bolehkah tante menganggap kamu anak?" pinta bu Mayang pada Rani dan Rani pun segera memeluk bu Mayang yang tampak sangat Rapuh.


" mulai sekarang panggil aku mama." ucap bu Mayang,melihat suasana nampak mendung Gio pun mendekat agar tak terjadi hujan air mata lagi.

__ADS_1


" kalau aku apa tante mau anggap anak juga?" tanyanya membuat bu Mayang tersenyum.


" tentu,tapi kalau kamu jadi anak tante juga,maka Rani adik kamu. Dan tante akan segera mencarikan dia jodoh." ucap bu Mayang tersenyum membuat Gio segera mengurungkan niatnya.


" aku jadi menantu tante sajalah kalau begitu." ucap Gio cepat,membuat semua tertawa. Rani pun nampak senyum tanpa dia sadari kalau tangannya sudah dalam genggaman Gio. David pun yang sadar dan melihat tangan mereka segera menjalankan keusilannya.


" gak usah ambil kesempatan dalam kesempitan,halalin dulu baru pegang pegang." ucap David membuat Gio kesal sedangkan Rani tertunduk malu,wajahnya memerah.


" dasar tukang usil,gak bisa apa liat orang senang dikit aja,aku kan kangen sama Rani." ucap Gio membuat yang lain tertawa dan Rani semakin menunduk,Sinta pun mendekat dan memeluk wanita yang sudah dianggap adik itu.


" kakak,harap setelah ini tak ada kesedihan lagi,dan tak ada air mata menetes dari sini. Sudah cukup kamu menderita saatnya kamu bahagia." ucap Sinta memeluk Rani,dan hanya dijawab anggukan sama Rani.


" aku akan segera mengurus keluarga parasit itu,setelahnya kalian menikahlah agar tidak kebablasan karena tampaknya Gio sudah tidak tahan berada dekat Rani." ucap bu Mayang.


" Vid,gimana kalau kita menikah bareng saja. Pasti lebih seru bisa bulan madu barengan." ajak Gio.


" terus kalau bersamaan bulan madu yang urus perusahaan siapa?" tanya Rani.


" sayang,soal itu kamu tidak perlu khawatir,kita ada kok orang kepercayaan. Kamu siap kan jadi nyonya Gionino?" ucap Gio sambil tersenyum.


" boleh juga,tapi setelah mama mengurus para parasit itu ya,karena mama tidak mau mereka mengganggu kebahagiaan Putri mama yang cantik ini." ucap bu Mayang mencium pipi Rani. Kini Rani benar benar merasa bahagia karena bisa merasakan kembali kasih sayang seorang ibu,dia pun seger memeluk bu Mayang penuh kasih sayang.


# maaf untuk sementara update tidak teratur berhubung author sibuk tak ada waktu buat menulis selama bulan Ramadhan ini,insya Allah akan segera update teratur seperti biasa saat sudah lebaran

__ADS_1


__ADS_2