
Setelah selesai membereskan barang barang pribadinya Rani pun keluar kamarnya dan berpapasan dengan Aisyah.
" kak,aku akan keluar jika itu membuat kakak nyaman. Semoga kaka bahagia." ucap Rani yang tidak ingin banyak bicara pada Aisyah,dia takut kalau akan menyakiti hatinya dan Aisyah. Rani pun menuju ke ruang kerja om Ridwan buat pamit.
" assalamu alaikum Abah" ucapnya dan setelah di persilahkan dia pun masuk dan duduk dengan bu Mayang yang sedang sibuk dengan berkas kantor.
" mama sibuk banget ya? Biar Rani bantu ya ma." tawarnya dan mengambil berkas di depannya.
Bu Mayang pun sangat senang dengan tingkah Rani yang selalu membantunya baik dalam urusan kantor mau pun urusan dapur. Sedangkan Aisyah hanya fokus kepada pesantren dan santrinya tanpa mau terjun ke bagian dapur. Setelah selesai membantu kerjaan bu Mayang, dia pun mulai bicara pada om Ridwan.
"Maaf sebelumnya Abah,Rani mau ijin keluar dari pesantren,Rani mau fokus ke perusahaan apa lagi akan pembukaan cabang jadi Rani tidak bisa jika harus di sini." ucap Rani,dan bu Mayang pun hanya memandang Rani sendu,dia tau dengan jelas alasan Rani keluar dari pesantren.
" baiklah kalau itu bisa membuat kamu sukses,tapi satu pesan abah,selalu mendekatkan diri pada Allah dan selalu bersyukur." nasehat om Ridwan dan Rani pun hanya mengangguk. Setelah mendapat ijin dia pun menghubungi David karena mobilnya masih di bengkel. Dia pun meminta David menjemputnya.
Sejak kepergian Rani dari pesantren,bu Mayang merasakan kesepian,pasalnya tidak ada lagi yang menemani dirinya saat duduk santai di gasebo belakang rumah utama pesantren. Om Ridwan pun selalu sibuk bersama Aisyah entah apa yang mereka lakukan membuat bu Mayang merasa sendiri di tengah keramaian. Dia pun akhirnya memilih berkeliling di pesantren. Tak lama datang Malik bersama sang Putri,dan tampak pula Aisyah dengan binar bahagia membuat bu Mayang sedikit kesal,pasalnya karena Aisyah lah Rani pergi.
__ADS_1
" apa karena Malik ya sehingga Aisyah benci Rani? Jangan jangan Aisyah jatuh hati pada Malik dan dia cemburu pada Rani?" ucap bu Mayang dalam hati. Aisyah pun berusaha mengambil hati Cia dengan memberikan permen lolipop yang banyak di sukai anak anak,tapi sayangnya di tolak membuat dia merasa kesal sendiri,namun tetap tersenyum demi mendapatkan hati sang idola.
Cia pun berlari ke bu Mayang.
" nenek,Cia kangen. Tante cantik mana nek?" tanya Cia pada bu Mayang,dan Malik pun tampak celingak celinguk mencari keberadaan sang pujaan hatinya. Malik pun tampak cool dengan sikap dinginnya,dia yang hanya hangat pada Cia dan Rani membuat Aisyah semakin memupuk kebencian pada Rani.
" tante cantik sudah tidak tinggal di sini lagi sayang,dia itu pergi sama pacarnya." ucap Aisyah membuat Bu Mayang semakin tidak senang pada Aisyah,dia sudah tak tahan dengan fitnah Aisyah.
"Itu tdak benar Aisyah,dia keluar dari pesantren karena mau fokus pada pembukaan cabang perusahaannya,dia bakalan sering lembur bersama David nantinya." ucap bu Mayang menjelaskan pasa Malik dan Cia.
" kan masih ada tante Aisyah yang bisa nemenin Cia main. Tentu tante Aisyah mau kok " ucap bu Mayang memancing reaksi Cia.
" tapi Cia cuma mau sama tante cantik,soalnya kalau tante Aisyah kadang tidak mau main sama Cia." ucap Cia jujur, memang dari dulu Cia tidak senang pada Aisyah,pasalnya dia sering di kasarin sama Aisyah. Aisyah yang tidak tahu cara mengambil hati anak kecil kadang jengkel dan sering memarahi Cia sangat berbanding terbalik sama Rani yang selalu bisa membuat Cia senang.
Karena orang yang di cari tidak ada Cia pun meminta ayahnya kembali,dia pun kini kehilangan semangatnya membuat sang ayah sedih.
__ADS_1
Sejak dari pesantren namun tidak bertemu sama Rani membuat kini Cia jatuh sakit dan selalu minta untuk bertemu Rani,namun Malik belum bisa menemuinya karena mereka sama sama sibuk,Malik tang sibuk dengan team hukumnya dan geng mafianya dan Rani yang sibuk dengan pembukaan cabang perusahaannya. Aisyah yang mendengar Cia sakit berinisiatif mengunjunginya. Setelah ijin sama om Ridwan dia pun berangkat dengan hati gembira,dia berharap bisa bertemu Malik dan mengambil hatinya melalui Cia. Sayang seribu sayang saat sampai di kediaman Malik,justru yang di temui hanya para asisten rumah tangga. Dia pun kesal bukan main,makanan yang dia bawa pun di lempar ke tempat sampah membuat asisten rumah tangga yang melihatnya hanya bisa mengelus dada.
" semoga tuan tidak berjodoh dengan wanita macam ini." ucapnya ke.udian kembali melanjutkan pekerjaannya.
Di tempat lain,Rani kembali sibuk denga berbagai klien yang ingin bekerja sama dengannya,dia pun semakin sibuk dengan jadwal yang padat dan meeting di luar kantor. Cia pun semakin drop dan di rawat di rumah sakit karena tidak bertemu dengan Rani. Dan Aisyah pun dengan akal liciknya mulai menfitnah Rani.
" Apa tuan tidak merasa aneh dengan tingkah Cia yang seperti tidak wajar? Aku takut kalau Rani melakukan hal kotor agar Cia selalu manja padanya demi mendapatkan perhatian dari tuan." ucap Aisyah menfitnah Rani, membuat Malik ilfill sama dirinya. Dari dulu dia tau kalau Aisyah suka padanya cuma dia tidak pernah memberi kesempatan karena Aisyah yang tidak pernah bisa menjaga Cia,dan sang anak pun tidak pernah menyukainya.
" aku rasa perkataan nona Aisyah itu terlalu mengada ngada,kalau pun dia ingin menarik perhatianku dia tidak perlu melakukan hal hal semacam itu karna sejak awal aku melihatnya,aku telah jatuh hati padanya,dan dia adalah wanita pertama yang belum di kenal langsung di sukai anak saya. Karena wanita yang bisa menjadi teman buat anak saya akan saya jadikan istri." ucap Malik membuat Aisyah bungkam. Dia pun mengepalkan tangannya dan merasa semakin emosi. Dia semakin membenci Rani. Karena mendengar sang pujaan hati jatuh Cinta pada wanita yang membuatnya selalu iri dia pun segera undur diri. Namun saat berjalan di koridor rumah sakit dia pun berpapasan dengan Rani.
" dasar wanita tidak tau diri, harusnya kamu jangan hadir dalam keluargaku. Untuk apa kamu ke sini? Belum puas mengambil perhatian abah Sekarang kamu mau mendekati laki laki yang aku suka?? Kamu memang pintar sekali,mendekati anaknya demi mendapatkan ayahnya." hina Aisyah membuat Rani bingung akan maksud Aisyah.
"Maksud kak Aisyah apa sih?" tanya Rani bingung.
" gak usah pura pura gak tau. Kamu sengajakan mendekati Cia supaya ayahnya jatuh Cinta sama kamu." tuduhnya membuat Rani kini paham akan apa yang terjadi antara dia dan Aisyah. Namun sebelum meluruskan kesalahpahaman itu Malik muncul dan meminta Rani menemui Cia dan dia keluar membeli cemilan sedangkan Aisyah tidak di pedulikan sama Malik.
__ADS_1
# maaf ya buat para pembaca tersayang berhubung besok lebaran mungkin update nya lambat yaa..mohon maaf lahir bathin