
Malik pun berlalu meninggalkan asistennya,sedangkan Cia cuma terdiam saja.
" kenapa sayang kok diam aja?" tanya Malik.
" tante cantik mana pa?" ucap Cia membuat Malik hanya menghela nafas kasar,dia pun tidak tau mau jawab apa karena saat ini Rani sibuk bekerja. Dia mencoba menelpon namun tak diangkatnya. Malik pun meminta sang sopir untuk ke perusahaan Rani, mendengar hal itu sang Putri pun langsung senang karena akan bertemu tante cantiknya.
Sedang Rani kini sibuk dengan permasalahan kantornya,ada karyawan yang melakukan penyelewengan dana membuatnya pusing dan emosi. Dia pun meminta Linda untuk tidak membiarkan satu orang pun mengganggunya. Dia ingin fokus pada perusahaannya dan tidak mau di ganggu,dia ingin membuat karyawannya semua hormat dan menghargainya sehingga tidak ada yang berani melakukan korupsi lagi. Tak lama datang pula Malik ke kantornya membawa Cia,namun saat akan masuk di hadang sama resepsionis dan mengatakan kalau Rani tidak bisa di ganggu. Dia pun segera menelpon Rani namun tidak di jawab karena saat ini Rani sibuk dengan berkas berkasnya. Linda pun masuk memberitahu kalau Malik datang bersama dengan Cia.
" aku sedang sibuk kak,tolong kasi tau kalau aku tidak bisa di ganggu,tolong bawakan aku kopi." ucap Rani menolak kehadiran Malik dan Cia membuat Malik marah karena sang Putri kembali menangis,dia harus bertemu Rani demi sang Putri.
Malik pun segera memaksa masuk namun di halang oleh satpam sehingga terjadilah keributan membuat sang sekertaris segera memberitahu Rani agar menemuinya. Rani pun beranjak dan turun ke lantai bawah,dia pun kini sangat marah pada Malik yang tidak pernah mengerti akan dirinya. Dia kini sangat emosi dan segera menghubungi David agar cepat kembali ke kantor.
" maaf tuan Malik,bisakah anda menghormati saya? Tolong jangan memaksakan kehendak anda di sini tuan,kami di sini bekerja bukan bersantai. Jika yang anda bawa ke sini adalah masalah pribadi tolong segera keluar,kita bisa bertemu di jam luar kantor. Kalau yang anda bawa adalah masalah kerjaan anda bisa membuat janji temu bukan dengan cara memaksa seperti ini." ucap Rani begitu sampai di depan Malik membuat Malik tercengang,ini bukan Rani yang di kenalnya yang biasanya langsung menyapa Cia begitu bertemu.
Malik pun merasa tidak nyaman dengan Rani saat ini,dia pun hanya diam dan memandang putrinya.
" tante cantik,maafin Cia soalnya tadi Cia yang memaksa papa untuk antar Cia ke sini." ucap Cia pelan namun masih bisa didengar oleh Rani.
Rani pun berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Cia,dia pun tersenyum dan mengelus kepala Cia.
__ADS_1
" maafin tante juga Cia,tapi tanye tidak bisa terus menerus menemui Cia karena tante juga harus bekerja. Cia harus ngerti ya sayang,nanti kalau tante libur pasti akan nemenin Cia,jadi Cia tunggu saja tante libur ya,saat ini tante sibuk." ucap Rani lembut dan Cia hanya mengangguk. Rani pun segera berdiri dan meminta Malik pergi karena dia harus bekerja kembali.
" kalau kamu butuh bantuan aku akan bantu kamu menyelesaikan kerjaanmu." ucapnya pada Rani.
" maaf tuan Malik ini adalah perusahaan saya,dan saya minta tolong pengertiannya. Jangan jadikan Cia sebagai alasan untuk mendekati saya,dan saya harap anda tidak terlalu menggantungkan Cia pada saya. Permisi." ucap Rani kemudian meninggalkan Malik yang terbengong sendiri. Cia pun segera menarik ujung jas papanya untuk keluar dari perusahaan tersebut.
David yang kini sibuk di perusahaan bersama Sinta mendapat kabar dari Linda kalau Malik mendatangi Rani di perusahaan dan membuat keributan,dia pun segera menghubungi Rani.
" sudah gak apa apa kok kak,aku masih bisa mengatasinya." ucap Rani menenangkan David.
" baiklah,kita makan siang nanti di restoran favorit kamu,kakak sama Sinta akan menjemputmu." ucap David kemudian mematikan teleponnya. Rani kini hanya menghela nafas kasar dia sudah tidak bisa kosentrasi bekerja setelah kejadian tadi,dia lun menghubungi Linda untuk membuatkannya teh.
" kalau kamu tidak nyaman dengannya kamu bisa menghindarinya,aku juga sebenarnya tidak senang kamu dengannya,dia seolah hanya mencari pengasuh buat anaknya bukan istri yang di cintainya." ucap Linda membuat Rani tersenyum.
" kakak benar,aku pun merasa seperti itu. Aku sebenarnya kurang nyaman dengannya apalagi dia adalah ketua gangster." ucap Rani dan tiba tiba dia teringat akan Rasya.
" seandainya aku mengetahui penyakit Rasya lebih awal mungkin sekarang dia masih ada di sampingku." ucap Rani tiba tiba terisak membuat Linda segera memeluknya.
" kamu harus mendoakannya agar dia tenang di alamnya,dia sudah tidak merasakan kesakitan lagi." ucap Linda menenangkan Rani. Tak lama kemudian David pun masuk bersama Sinta.
__ADS_1
" apa yang terjadi?" ucapnya datar,membuat Rani kesal,selalu saja datar dan dingin kalau ada Linda.
" kenapa sih kak David datar banget padahal di sini cuma ada kak Linda. Gak usah sok cool." ucap Rani di sela isakannya.
" sudah gak usah mewek,lagian apa yang terjadi sampai kamu menangis begini? Apa Malik menyakiti kamu?" tanya David dan hanya di jawab gelengan sama Rani.
" ya sudah yuk kita makan siang aku sudah lapar." ajak Sinta karena dia sudah dari tadi merasa lapar.
Mereka pun segera berangkat dan Linda pun ikut. Di tengah perjalanan mereka kena macet.
" ada apa di depan pak?" tanya David pada seorang supir taksi.
" di depan ada kecelakaan,seorang pengamen kena tabrak lari dan belum ada yang menolong. Gak ada yang berani menyentuhnya." ucap sopir taksi tersebut. David pun turun dan diikuti Rani,mereka pun menuju melihat korban kecelakaan tersebut,orang tersebut masih berusaha ke pinggir jalan namun tak ada yang mau membantu,Rani pun mendekat dan betapa terkejutnya saat melihat korban tersebut. Dia pun tanpa sadar meneteskan air mata saat melihat korban tabrak lari tersebut. Dia pun mematung tak bisa berbuat apa apa,dia langsung lemas melihat korban di depan matanya,sedangkan korban pun berusaha meraih kaki Rani untuk minta tolong,David yang belum melihat korban menjadi heran melihat tingkah Rani.
" Ran,ada apa? siap.... " pertanyaan David pun cuma sampai di tenggorokan saat dia melihat korban tabrak lari tersebut,dia pun langsung mengangkat kepala korban tersebut,penampilannya sangat kucel,baju yang kumal benar benar mirip pengemis.
" tolong banti saya bawa ke mobil,kita harus bawa dia ke rumah Sakit. Bantu saya membawa ke mobil saya di belakang mobil ini." teriak David pada semua orang,semua orang pun langsung menolongnya.
" Rani,ayo...kita harus bergegas dia sudah banyak kehilangan darah" ucap David namun Rani masih terdiam dan David pun segera menamparnya barulah Rani tersadar. Dia pun segera bergegas membantu David. Di mobil Rani pun memangku kepalanya dan korban dengan terbata meminta maaf pada Rani.
__ADS_1
" sudahlah Gio,kamu tidak usah banyak bicara,aku akan memaafkan kamu kalau kamu bertahan." ucap Rani. Ya yang kecelakaan adalah Gio.