Suamiku Diatur Mertuaku

Suamiku Diatur Mertuaku
bab 8


__ADS_3

Di kamar aku chat kak David,agar tidak membongkar hubungan kami. Ya selama menikah sama bang Ardi,mereka hanya tau aku anak yatim piatu yang miskin. Mereka tidak tau kalau aku sebenarnya punya perusahaan yang ku bangun bersama kak David.selama ini aku rela hidup sederhana bersamanya karena ku kira mereka tulus padaku,ternyata mereka mata duitan juga. Aku tidak ingin memberi tahu mereka sekarang siapa aku sebenarnya,aku akan menunjukkan diriku yang asli saat ketuk Palu. Aku yakin mereka akan berubah baik saat tau aku punya perusahaan. Mereka akan ambil keuntungan dariku dan aku tidak akan biarkan itu terjadi.


Tak lama kemudian bang Ardi masuk kamar,aku pun pura pura marah,padahal aku sudah masa bodoh pada apa yang dia lakukan,aku tidak akan memberitahu dia kalau aku sudah menggugat agar semuanya berjalan lancar.


" Ran,maafin abang ya. Abang hanya nuruti maunya ibu." ucapnya membua aku muak.


" sudahlah bang,aku sudah tak peduli lagi,abang juga sudah gak pernah nafkahi aku,jadi mulai sekarang abang pergi jangan tidur disini lagi. Ceraikan aku bang." ucapku membuatnya terkejut.


" tidak Ran,abang Cinta sama kamu dan abang gak akan menceraikan kamu. Aku juga baru kenal sama Vera itu pun karena ibu." ucapnya.


"Kenapa sih bang,selalu saja abang mau di kuasai sama ibu,aku ini istrimu. Demi ibu kamu rela nyakitin aku,sebaiknya abang keluar dari kamarku."


UsirkuUsirku padanya,karena aku benar benar muak akan sikapnya.


" Ran maafin abang ya."


" sudah lah bang,aku tetap akan menggugat abang,dan mulai besok aku akan mencari kerjaan,jadi abang gak perlu nafkahi aku lagi." ucapku mendorongnya keluar dari kamar. Dan terlihat ternyata ibu nguping,kini dia malu karena kepergok dan aku tidak  menegurnya dan langsung menutup pintu kamar. Aku pun segera menghubungi kak David.


" kak,aku mau masuk kerja besok,tapi aku ambil posisi Vera,dan aku mau bang Ardi di tempatkan di tempatku." ucapku. Alasanku meminta begitu karena aku tidak mau mereka tau aku siapa,dan aku akan membuat bang Ardi menderita di kantor.


Ya aku menjadi sedikit jahat,itu semua juga karena atas perbuatan mereka sendiri padaku.


Besoknya,aku sudah tidak masuk dapur dan tidak memperdulikan teriakan ibu yang dari tadi mengomel. Aku keluar kamar sudah rapindengan balutan baju kerja,ibu pun mendekat.


" kamu mau kemana? Sana masak sarapan buat kami gak usah sok sokan mau cari kerja." omel ibu.

__ADS_1


" ibu kan perempuan,dan yang mau sarapan juga ibu sekeluarga kan,jadi ibu masak buat diri sendiri dan keluarga ibu. Dan kamu bang,baju baju kamu sudah aku keluarkan dari kamarku,silahkan ambil aku sudah gak sudi satu kamar sama kamu lagi." ucapku kemudian keluar dan mengambil kunci mobil yang selalu dipakai bang Ardi.


" apa apaan kamu,itu kan mobil Ardi,kalau kamu ambil Ardi pakai apa berangkat kerja." teriak ibu.


" ini mobil yang beli siapa? Pakai uang siapa? Dan atas nama siapa?" tanyaku membuatnya diam.


Ya mobil itu punyaku,saat baru menikah sama bang Ardi,dia minta beli mobil supaya katanya enak berangkat kerja. Aku pun membelikannya,untungnya kak David ingatin aku supaya pakai namaku,dan untungnya aku turuti,gak bisa dibayangkan gimana kalau pakai namanya,pastinya mereka sudah klaim miliknya. Walau belinya buka dari hasil keringatnya.


" lagian kan,seorang cleaning service tidak cocok pake mobil ke kantor." ucapku membuatnya marah.


" jaga ucapan kamu,Ardi itu posisinya Bagus di kantornya,kamu aja yang belum tentu dapat posisi Bagus paling juga cuma jadi ob." ucap ibu.


" ibu lupa atau gimana,gak dengar kemarin bos bang Ardi nurunin jabatan bang Ardi jadi cleaning service. Ya kan Bang.? Dan aku pastikan hari ini aku dpat posisi Bagus dikantor karena memang sudah ada panggilan dari kantornya untuk aku. Asal kalian tau aku sudah dari kemarin masukkan lamaran kerja." ucapku pun berlalu,dan aku pun menghubungi kak David.


" halo,kak. Sekarang aku menuju kantor." ucapku.


" belum kak." jawabku. " Gimana mau sarapan kak,aku sudah malas masak di rumahku selama ada mereka." ucapku malas.


"Kakak ada rencana buat usir mereka,tapi resikonya juga kamu bisa kehilangan rumah kamu." kata kak David membuatku bingung.


" maksudnya gimana kak?" tanyaku.


" sebaiknya kita bicara di kantor saja." ucapnya kemudian  mematikan telepon,aku pun fokus menyetir agar cepat sampai kantor.


Seampainya di kantor aku langsung menuju ruang kak David setelah melapor ke resepsionis.

__ADS_1


" selamat pagi pak david." ucapku masuk ruangannya.


" masuk Ran,itu kamu sarapan dulu."tunjuknya pada makanan yang dia belikan tadi.


" kebetulan aku lapar." ucapku pun langsung melahap makanan itu. Setelah selesai makan,aku duduk di depan meja kak David.


" baiklah,tunggu sebentar aku suruh ob bereskan itu." ucapnya mengerlingkan mata padaku dan aku pun paham,dia akan memanggil bang Ardi. Saat bang Ardi membereskan bekas makanku tadi kak David segera bicara,agar bang Ardi mendengarnya.


" Baiklah bu Rani,posisi manager di kantor cabang memang kosong,tapi melihat pengalaman kerja bu Rani,aku ingin kmu dsini. Biar manager yang di sini aku suruh pindah ke kantor cabang." ucap kak David sambil melirik bang Ardi.


" baik pak, kalau begitu ruangan saya di mana?" tanyaku. Dan tampak kak David melirik bang Ardi yang sepertinya memang sengaja melambatkan kerjaannya.


" eh kamu OB baru kenaoa masih disitu,keeja bereskan meja aja lelet." tegur kak David


"Maaf pak,ini sudah selesai kok." ucapnya berlalu.


Saat bang Ardi menjauh aku dan kak David pun tertawa. Kami puas melihat raut wajah bang Ardi yang tampaknya kesal.


" eh kak rencana apa yang kakak maksud tadi?" tanyaku kemudian mengingat rencana mengusir mereka.


" kalau kamu cerai,baiknya rumah kamu itu kamu jual saja Ran,kamu beli rumah yang dekat sama kantor saja biar gak terlalu capek nantinya." saran kaka david yang ada benarnya juga,karena dari kantor ke rumahku mang lumayan jauh,butuh waktu 45 menit baru sampai. Itu kalau tidak terjebak macet. Aku pun mengiyakan saja.


" tapi apa kakak punya rumah yang bisa aku liat.?" tanyaku,karena aku tidak tau perumahan yang dekat kantor.


" tenang aja,tunangan kakak kemarin memberitahu kalau rumah di sebelah rumah yang kami beli juga mau dijual,jadi nanti kita tetangganya kalau kaka sudah nikah sama Niken." ucapnya.

__ADS_1


" baik kak,aku serahkan ke kakak saja,dan pastinya aku terima beres tinggal ku tempati saja dan jangan sampai keluarga itu tau alamatnya." ucapku kemudian keluar dan menuju ruanganku untuk bekerja.


__ADS_2