
Melihat wanita pujaannya bersama sang mantan membuat Malik semakin terbakar api cemburu. Dia pun melakukan hal hal yang bisa menarik perhatian Rani namun tidak berhasil. Rani yang memang pada dasarnya cuek di sekelilingnya pun nampak acuh pada Malik dan fokus pada Cia.
" Rani,boleh kah kita bicara berdua? Ada hal penting yang ingin q bicarakan." tanya Malik dan di iyakan sama Rani. Mereka pun keluar keluar ke taman samping rumah David.
" katakan apa maksud semua ini Ran? Kamu kembali sama lelaki yang dulu merrbut warisan kamu?" tanya Malik mencerca Rani. Rani pun hanya nampak tampa ekspresi membuat Malik semakin gusar,dia benar benar tidak mau kehilangan Rani.
" maafkan aku tuan Malik,tapi aku benar benar tidak bisa bersama anda,jujur aku tidak nyaman tiap bersama anda. Aku sudah pernah berusaha menumbuhkan rasa untuk anda tapi tidak bisa." ucap Rani membuat Malik terdiam.
" aku ingin bertanya pada anda, sebenarnya anda ingin menikahi saya karena Cinta atau hanya karena Cia?" tanya Rani yang hanya mampu membuat Malik bungkam membuat Rani yakin jika Malik memang tidak mencintainya.
" anda juga pasti bingung kan mengenai perasaan anda. Saya selama ini selalu berusaha untuk membuat diri saya nyaman terhadap tuan,akan tetapi tetap tidak bisa,saya selalu memaksakan namun tidak bisa.saya dulu menerima ajakan anda menikah karena saya merasa pasti nanti saya akan menghadirkan rasa itu,namun penolakan ibu tuan membuat saya memilih berhenti. Mungkin memang takdir kita tidak untuk bersama karena memang jujur,dalam hati saya masih ada Cinta untuk Gio,saya belum bisa melupakannya walau dia menyakiti saya." jelas Rani membuat Malik semakin diam,pasalnya dia sedang mencari di relung hatinya apakah dia mencintai Rani atau tidak. Entah kenapa dia juga tidak merasa sakit hati saat Rani mengatakan semua itu.
" apa mungkin aku hanya kagum sama dia? Bukan karena Cinta dan karena Cia?" tanya Malik dalam hatinya,mendengar apa yang diucapkan Rani dia pun kini jadi bimbang atas perasaannya.
" mari tuan kita kembali masuk,tak baik kita berduaan di sini,karena kita bukan muhrim." ajak Rani.
__ADS_1
Mereka pun kembali masuk dan mendapati Gio yang bercerita kalau orang tua kandungnya masih hidup,dan memberinya gelang keluarga.
Mereka juga tidak pernah menyangka kalau bu Rosa tega terhadap Gio.
" katanya waktu mama menculik aku,aku bersama kakak ku dan ibu kandung ku jalan jalan di taman,bahkan selimut bayiku juga ada dia simpan. Ini semua karena mama benci sama ibu kandung ku karena ayah kandungku lebih memilih ibu kandungku dari pada dia." ucap Gio membuat Malik tertarik untuk mendengarkan,dia pun segera bergabung dan mencoba mengetahui masa lalu Gio.
" lalu semua itu sekarang di mana? " tanya Malik tiba tiba membuat semuanya tercengang karena Malik tiba tiba mau ikut nimbrung bersama mereka.
" semua masih ada di gubuk tempatku tinggal setelah di usir sama mama,kecuali kalung ini selalu aku pakai. " ucap Gio menunjukkan kalung yang di pakainya. Dan betapa terkejutnya Malik saat melihatnya,dia pun meminta kalung tersebut dan mencocokkan kalung yang dia pakai. Dan ternyata cocok.
" kamu adalah adikku, Galih. Nama kamu Galih.
Dulu pengasuh mama membawa kita ke taman,tapi saat mama Nancy membawa ku ke toilet,pengasuh itu membawa kamu pergi. Pengasuh itu adalah musuh mama Nancy. Dia mengira kita adalah anak kandung mama Nancy namun kita hanya anak tiri. Mama kita meninggal saat melahirkan adik perempuan kita,namun adik kita juga menghilang. Karena saat mama melahirkannya seseorang menyamar jadi suster membawanya pergi. Setelahnya mama meninggal karena pendarahan juga. Sedangkan mama Nancy adalah sahabat mama,dia yang merawat kita hingga kamu di culik." ucap Malik menjelaskan kemudian Gio pun memeluk Malik. Semua yang ada di situ terharu karena Pertemuan dua saudara tersebut. Yang awalnya bermusuhan kini ternyata saudara kandung. Malik pun menghubungi bu Nancy agar menuju ke rumah David.
"Lalu adik kita yang perempuan di mana?"tanya Gio
__ADS_1
" aku sampai saat ini belum mendapatkan info dari anak buahku. Kalau kita memiliki tanda tato Mawar hitam di paha,berbeda dengannya,dia memiliki tato di belakang daun telinganya." ucap Maliembuat Sinta dengan segera berdiri.
" sepertinya aku pernah melihat tato itu tapi aku lupa siapa ya temanku yang memakai tato tersebut." ucapan Sinta memberi binar bahagia pada Malik,dia yang selama ini mencari adiknya kini mulai menemukan petunjuk. Tak lama datang bu Nancy,dan dia pun segera memeluk Gio.
" walau aku bukan ibu kandung kalian tapi aku sangat menyayangi kalian." ucap bu Nancy. Rani pun kini hanya diam saja. Datang pula bu Mayang,karen tadi dia di telepon mengenai kehamilan Sinta namun sungguh terkejut saat melihat Gio dan Malik. Namun Sinta pin segera menceritakan semua tentang Malik dan Gio serta tatondi belakang daun telinga.
" mama juga sepertinya pernah melihatnya,tapi tato itu kecil,tapi siapa ya yang memakainya." ucap bu Mayang.mereka pun akhirnya mencoba mengingat namun belum berhasil mengingat. Bu Nancy pun menceritakan semuanya.
" Jujur aku tidak pernah menikah sama ayah kalian, kami tidak pernah memiliki perasaan,aku cuma mau merawat kalian atas permintaan ibu kalian,dan ayahmu yang memang tidak pernah mau menikah lagi setelah ibu kamu meninggal memintaku untuk merawat kalian dengan imbalan, ayahmu memberikan aku sebagian hartanya sebesar 30% namin semua itu tidak berarti jika tanpa kalian. Aku pun merawat kalian sampai insiden itu terjadi." ucap bu Nancy. Mereka pun akhirnya terdiam semua dan tak lama adzan terdengar,mereka pun segera ke mushalah dalam rumah David. Saat mereka semua ambil wudhu, di tempat wanita yang memang terpisah Rani melepaskan hijabnya dan melakukan wudhu. Tanpa sengaja bu Nancy melihat ada semacam titik hitam di belakang telinga Rani namuan dia masih ragu untuk mengungkapkan. Mereka pun shalat berjamaah dengan kusyu. Dan setelah selesai shalat bu Nancy pun mencoba untuk melihat belakang telinga Rani. Mereka pun berkumpul di ruang keluarga.
" tadi tante gak sengaja lihat ada sesuatu di belakang telinga kamu,kalau boleh tante ingin memastikan apakah iti tanda atau bukan." ucap bu Nancy dan di setujui oleh Rani,akhirnya Rani pun memperlihatkan tanda tersebut pada bu Nancy dan betapa terkejutnya bu Nancy setelah melihatnya,dia oun segera memeluj Rani dan memanggil namanya.
" dia adikmu, dia Miranda adik kamu Malik." ucap bu Nancy membuat semua terkejut. Ternyata adik yang selama di carinya ternyata selalu berda dekatnya.
# maaf ya malam ini up cuma sedikit sekali.
__ADS_1