
Rani pun biasa saja karena dia juga tidak punya perasaan apa apa sama Malik,dia juga telah berterima kasih kepada Cia atas bantuannya.
Setelah apa yang dialaminya,membuat Rani lebih menjadi pribadi yang tertutup dan sangat pemilih dalam bergaul apalagi denga lelaki. Setelah menyerahkan perusahaan dan butik kepada Gio dia pun lebih fokus kepada pembukaan cabang perusahaannya. David pun juga sudah menarik semua sahamnya dari perusahaan yang diambil alih oleh Gio,dan beberapa investor lainnya ikut menarik sehingga perusahaan tersebut sedikit goyah dan terancam bangkrut.
Di tempat lain saat Rani sibuk mempersiapkan segala kebutuhan untuk pembukaan cabang perusahaannya,tampak pula Ardi yang selalu sibuk untuk membuat perhitungan dengan Rani,dia pun telah meminta bantuan kepada pembunuh bayaran untuk mencelakai Rani, namun dia tidak tau kalau kini Rani ada yang melindungi.
" tuan,mantan suami non Rani meminta bantuan kepada geng cobra." ucap salah satu anak buah Malik yang selama ini memata matai Ardi.
" kirimkan Mawar hitam kepada mereka." ucap Malik tanpa ekspresi. Dengan mengirim buket bunga Mawar hitam maka geng itu pasti akan dilenyapkan. Ketua geng Cobra yang menerima buket bunga tersebut langsung ketar ketir,pasalnya geng punya Malik dengan simbol Mawar hitam sangat di takuti geng mana pun.
Merasa gengnya terancam ketua geng Cobra segera menghadap pada Malik.
" maafkan saya tuan,kesalahan apa yang telah anak buah saya lakukan sehingga menyinggung tuan?" tanya nya penasaran.
" siapa yang menyuruh kalian mengganggu wanita ini?" tanya Malik memperlihatkan foto Rani. Saat melihat foto tersebut membuatnya merasa gemetar ketakutan.
" maafkan saya tuan,saya tidak tau soal itu karena saat mereka menerima job saya berada di luar negeri." ucap ketua geng Cobra ketakutan.
" jangan sampai wanita ini lecet sedikit saja,karena jika sampai itu terjadi nyawa kamu akan melayang." ancam Malik membuat ketua geng Cobra gemetaran. Dan dia pun segera undur diri dan mencari anak buahnya untuk menggagalkan misi tersebut. Sedangkan kini Ardi berada di tempat persembunyiannya karena saat ini dia masih buron, menunggu hasil dari pembunuh bayaran yang dia sewa.
__ADS_1
" aku ingin kamu celaka,cukup lumpuh jauh lebih baik dan aku akan menguasai semua hartamu. Rani rani rani....aku akan datang kembali mengambil semuanya. Kamu sudah membuatku kehilangan semuanya dan orang tuaku di penjara semua karenamu dan Mayang wanita tua itu." ucapnya kesal.
Kalau Ardi sibuk menunggu kabar dari orang suruhannya,berbeda denga ketua geng cobra yang sibuk menarik anak buahnya kembali.
" kalian ingin kita semua mati kah? Jangan sentuh wanita itu dan wanitanya black Rose." ucap Ricky ketua geng Cobra membuat anak buahnya semua bungkam.
" sekarang kembalikan uang pria itu dan jangan pernah coba coba menyinggung black rose,wanita itu adalah wanitanya. Bagaimana kita bisa berhadapan dengan mafia seperti mereka." ucap Ricky. Dia pun segera berlalu meninggalkan anak buahnya yang sedang mencari Ardi. Menjadi buron karena melarikan diri dari penjara membuatnya selalu khawatir saat akan keluar dari rumahnya.
" sial sekali,bagaiamana bisa Rani bisa mengenal orang kuat seperti itu. Tapi aku tidak akan menyerah,dia harus merasakan apa yang aku rasakan." ucap Ardi setelah menerima telepon dari anak buah Ricky,uangnya pun sudah di kirimkan kembali karena Ardi tidak mau keluar rumah lagi.
Saat asyik tidur,dia tidak menyadari kalau sekarang dia di kepung oleh anak buah Malik,Ardi pun tak sadarkan diri saat di bius dan di bawa ke markas Malik.
Rani kini kembali merasakan suasana tenang dan damai. Dia pun semakin fokus bekerja dan memperdalam ilmu agamanya. Saat hari libur dia akan tinggal di pesantren saja dan belajar.
Sejak om Ridwan dan bu Mayang menikah mereka semua menghabiskan waktu libur di pesantren,dan Rani pun juga berbagi ilmu tentang bisnis di dalam santriwati,dan mengajari mendesain.
Malik pun kini lebih sering berkunjung ke pesantren semenjak Rani tinggal di sana,dengan alasan Cia sang Putri merindukannya padahal dia sendiri yang merindukan nya. Aisyah yang mengetahui kalau Malik jatuh Cinta pada Rani mulai membenci Rani,dia pun tidak pernah mau bermain atau bercerita pada Rani. Sikap Aisyah yang tiba tiba berubah membuaymt Rani tidak nyaman,dia oun berusaha mencari tau apa kesalahannya,
" kak,apa aku melakukan kesalahan yang telah melukai hatimu?" tanyanya hati hati saat mendatangi Aisyah yang duduk di taman bunga pesantren. Di sana tempat bersantai yang nyaman.
__ADS_1
Aisyah pun hanya diam dan mengacuhkan Rani membuat Rani semakin gusar.
" kak,jawab aki kak" pinta Rani memelas.
" kamu kenapa harus hadir di pesantren ini dan merebut semua yang ku miliki. Pertama kamu merrbut perhatian abah,dia lebih perhatian ke kamu dari pada aku. Semua hanya mengutamakan kamu tanpa peduli aku juga butuh perhatian." ucap Aisyah membuat Rani meneteskan air matanya.
" maaf kak,aku tidak pernah ada niat merebut semua dari kakak,abah juga masih selalu perhatian sama kakak hanya kakak yang tidak menyadari." bela Rani berharap Aisyah mau kembali damai dengannya. Namun semua itu tidak berhasil.
" sebaiknya kamu pergi dari pesantren ini,kehadiran kamu di sini hanya membuatku tersisih. Lihat semua anak santri pun hanya mengagumi kamu yang baru datang,sedangkan aku yang merawat mereka bertahun tahun tak pernah mereka puja." ucap emosi.
" kak,sadar apa yang kakak ucapkan,ingat kak janga ada rasa iri dengki dalam hati kakak. Aku selama ini anggap kaka itu saudara bukan saingan." ucap Rani memelas,namun hati Aisyah sudah keras sekeras batu,dia ternyata diam diam menanam kebencian terhadap Rani.
" sebaiknya kamu kembali ke asal kamu,keluar dari pesantren ini dan jangan pernah kembali." ucapnya meninggalkan Rani yang telah menangis,Rani pun menjatuhkan tubuhnya duduk di bangku taman,karena saat itu jam sekolah para santri jadi mereka bebas bicara,namun tanpa mereka sadari kalau bu Mayang mendengar semua pembicaraan mereka. Hati bu Mayang pun terluka melihat kelakuan Aisyah terhadap Rani. Dia pun menghampiri Rani yang menangis sesenggukan.
" cukup nak,aku akan bicara pada abah, Aisyah harus segera di tegur." ucap bu Mayang dan langsung mendapatkan larangan.
" jangan ma,aku mungkin memang harus kembali ke rumahku,bukankah tidak baik membiarkan rumah terlalu lama kosong, yang akan bisa mengundang jin untuk menghuninya. Aku akan ijin sama abah nanti siang dan minta kak David menjemput. Mama tenang saja di sini,di luar aku ada kak David dan ka Sinta yang selalu menemani." ucap Rani menenangkan bu Mayang.
" baiklah nak,tapi kalau ada apa apa kamu hubungi mama ya." ucap bu Mayang akhirnya mengalah. Mereka oun segera meninggalkan taman,dan Rani segera beberes karena hari itu juga dia akan keluar dari pesantren.
__ADS_1
" aku akan fokus mengembangkan perusahaan,semoga pesantren ini makin berkembang." ucapnya menatap sekeliling kamarnya.