
Hari hari aku sibuk dengan kerjaan,surat dari pengadilan pun sampai ke tangan bang Ardi.
" Rani,kamu benar benar ya kamu menggugat aku.?" tanyanya penuh emosi.
" iyya bang,aku gugat abang,sudah cukup abang membuatku muak. Kalau mau nikah silahkan yang jelas aku sudah tidak mau bersama abang lagi." ucapku juga langsung meninggalkan mereka.
" Ardi,kalau kamu cerai sama Rani kita bagaimana? Kita tinggal dimana sekarang,kakakmu Johan gak tau sekarang di mana. Itu juga bapakmu sudah seminggu gak pulang pulang." ucap ibu ternyata punya masalah besar dalam rumah tangganya.
" loh masa bapak gak pulang aku kira pagi belum bangun dan malam sudah tidur saat aku pulang. Jadi selama ini ibu sendirian?" tanya Ardi.
" iyya jadi gimana,kita kan gak punya rumah lagi?" tanya ibu lagi dalam kecemasan.
" rumah ini sudah aku lunasi, jadi ini rumah kita,aku akan bicara sama Rani bu,dan minta di mana alamat rentenir itu untuk kita minta surat rumah ini. Ya udah bu aku kerja dulu." ucap Ardi.
" sebaiknya begitu,dan kamu sama Vera baiknya putus saja sekarang dia itu gak kerja. Kamu cari yang kaya Raya." ucap ibu.
Hari ini hari minggu,aku pun tidak ada kegiatan di luar. Jadi aku pun bermalas malasan di rumah. Setelah aku masak untuk diriku sendiri aku pun kembali ke kamar,ibu kok di kamarku.
" ibu ngapain di situ?" tanyaku,aku pun melebarkan mata tatkala melihat ibu sudah meng acak acak lemariku dan lemari nakas samping tempat tidur.
" ibu ngapain di kamar aku dan acak acak kamarku? Ibu mau nyuri ya?" tanyaku lagi.
" enak saja nuduh ibu mau nyuri." jawabnya.
__ADS_1
" kalau gak mau nyuri ngapain ibu di sini mengacak kamarku. Ingat ya bu kamarku ini ada cctv,aku bisa melaporkan ke polisi." ucapku.
" ibu harus bereskan kamar ku seperti semula." ucapku sambil berlalu ke kamar mandi,setelah aku keluar dari kamar mandi,aku lihat kamar sudah rapi dan ibu berkeringat,aku sebenarnya kasihan tapi kelakuannya membuatku benar benar kesal.
Sisa lemari yang belum dia rapikan tapi sepertinya ibu sudah kelelahan,kasihan sekali.
" sudah lah bu,biar aku yang bereskan lemariku,ini ibu minum dulu. Kelihatannya ibu capek banget." ucapku lembut sambil memberikan minum padanya,dia pun diam menatapku dan aku tersenyum. Jujur aku sangat ingin berdamai dengannya tapi tiap ingat kelakuannya membuatku berpikir dua kali.
" sebaiknya ibu istirahat,setelah ini kita makan siang di luar. Anggap saja sebagai tanda terima kasihku karena ibu merapikan kamarku walau pun yang membuatnya berantakan ibu sendiri." ucapku lembut,namun ibu tetap diam." sudah sana ibu bersih bersih baru kita jalan jalan tapi hanya berdua ya,soalnya uangku tidak cukup banyak." ucapku lagi memperingatinya,dan ibu pun keluar kamar. Setelah ibu keluar aku membereskan lemariku,untung semua barang dan surat surat berharga sudah ku aman kan sama kak David.
Setelah semua beres aku pun keluar mencari ibu,tak lupa kamar aku kunci. Aku tidak mau saat aku keluar bang Ardi atau yang lain masuk kamarku walau di kamar sudah tidak ada barang berharga lagi. Aku dan ibu pun jalan ke mal berdua,namun ibu diam dari tadi,mungkin dia berpikir kenapa aku tiba tiba baik padanya sebenarnya aku lakuin ini juga untuk terakhir kalinya. Karena kami pastinya akan pisah setelah aku bercerai dengan bang Ardi.
" ibu,yuk ibu pilih bajunya aku bayarin." ucapku lembut. Dan ibu pun tampak senang sekali dan tak berpikir lama dia ambil beberapa baju sesuai seleranya. Tampaknya dia juga ambil kesempatan dia langsung memborong,tapi biarlah karena ini tidak akan terjadi lagi nanti. Ibu tampak senang sekali dengan belanjanya.
" sini biar aku bantu bawain bu,yuk kita makan." setelahnya kami makan di restoran favorit ibu,pokoknya hari ini aku khususkan untuk ibu.
" bu,biarkan aku seperti ini sebentar saja." ucapku parau karena jujur aku sangat merindukan kasih sayang seorang ibu,tak terasa air mataku menetes dan aku pun terisak di pangkuan ibu. Mendengar aku terisak mungkin naluri keibuan ibu muncul dia pun mengelus rambutku. Sungguh aku merasa sangat nyaman namun itu tidak berlangsung lama karena kehadiran bapak,aku pun langsung bangun dan berlalu ke kamar untuk istirahat.
Sore harinya,aku terbangun karena terdengar gedoran pintu kamarku.
" ada apa bu?" tanyaku pada ibu yang nampak murka,belum juga sehari baikan sudah mau perang lagi. Apes benar dah dapat ibu mertua hobbynya perang sama menantu. Bikin kesal saja.
" gak usah banyak nanya,itu rentenir datang menagih utang kamu. Padahal sudah di lunasi." ucapnya marah,aku pun kaget soalnya kak David gak ada ngomong sama aku. Aku pun turun menemui orang suruhan kak David.
__ADS_1
" ada apa ya pak?" tanyaku pada anak buah kak David,sumpah gayanya benar benar seperti rentenir beneran yang penuh kuasa.
" kamu sudah dua bulan gak bayar cicilan rumah kamu." ucapnya dengan lagak sok berkuasa.
" bukannya suamiku sudah lunasi sebulan yang lalu?" ucapku lagi sambil nahan tawa. Ini kak David nemu orang suruhan di mana sih,lagak orang kaya yang penuh kuasa tapi agak kaku,jadinya kayak OKB alias orang kaya baru.
" kalau begitu,mana bukti kalau sudah dilunasi?" tanyanya lagi dan aku pun memandang bang Ardi.
" bang,kamu kan yang lunasi kemarin mana buktinya." tanyaku.
" mereka gak ngasih Ran. Bahkan surat rumah gak dikasi tapi uang mereka ambil." ucap bang Ardi membuat si rentenir gadungan tertawa.
" kalian gak ada bukti jadi aku anggap belum lunas. Dan sudah menunggak dua bulan. Jadi kalian mau bayar atau angkat kaki dari rumah inj."
Ucapnya membuat ibu dan bang Ardi terkejut.
" klian harus bayar dengan bunganya serta dendanya atau kalian keluar dari rumah ini hari ini juga. Rumah ini lumayan bagus juga." ucap kembali si rentenir gadungan itu.
" berapa kalau kami mau lunasi rumah itu?" tanya bang Ardi membuatku was was,karena kalau dia lunasi artinya rumah ini akan jadi miliknya,apa ini yang di maksud kak David,aku harus siap kehilangan rumah ini. Ini hasil keringatku,rasanya gak ikhlas. Tapi mungkin ini terbaik karena rumah ini ada kenangan bersama mereka semua.
" karena utangnya 200 juta namun karena kalian menunggak dan untuj melunasi kalian bayar bersama bunganya sebesar 350 juta. Itu sudah murah karena rumah inj bisa dijual seharga 500juta." ucap rentenir itu padahal rumah ini aku belikan cuma 400juta. Kak David benar benar memeras bang Ardi kalau begitu,yang 200 juta masih aman sama kak David di tambah kalau bang Ardi membayar ini 350 jadi rumah inj jadi seharga 550 juta dong. Ya udah deh biarkan saja bang Ardi melunasinya. Tapi apa dia ada uang ya.
" ya sudah saya lunasi,tapi serahkan surat dan bukti pembayarannya." ucap bang Ardi membuatku melongo,ternyata dia banyak uang juga tapi gak pernah menafkahiku.
__ADS_1
" abang ada duitnya?" tanyaku tak percaya.
"Adalah aku kan kerja selama ini,dan setelah ini rumah ini akan aku ubah jadi namaku,dan kamu gak boleh protes karena ini sudah jadi milikku. Kamu yang utang aku yang bayarin." ucapnya membuatku diam,dia pasti akan menindasku karena rumah inj bukan milikku lagi jadi aku iyyakan saja toh kami juga akan cerai.