Suamiku Diatur Mertuaku

Suamiku Diatur Mertuaku
12


__ADS_3

Aku pun menuju kantor,ada kelegaan dan rasa perih kini ku rasakan,perceraian ku kini membuatku banyak diam. Entah haruskah aku menangis sedih atau tertawa bahagia. Lelaki yang dulu sangat menyayangiku dan memanjakanku tiba tiba berubah apalagi sejak ibunya tinggal bersama kami. Sang ibu yang selalu banyak mengatur sang anak,semua harus sesuai keinginannya. Kini sang anak dekat dengan seorang wanita karier yang kaya Raya.


Kami pun rapat dengan ibu Winda dari perusahaan textile. Ku akui wanita ini cukup seksi walau umur sudah kepala empat. Bisa bisanya bang Ardi menargetkan wanita yang umurnya diatas 10 tahun darinya. Dan ku lihat raut wajah kak Sinta di tekuk,aku pun menahan tawa,bisa bisanya kak Sinta cemburu sama tante tante.


" begini bu Winda,proposalnya akan  kami pelajari dulu nanti setelah kami pahami akan kami hubungi perusahaan ibu." ucap kak David.


" jangan panggil aku ibu dong mas David,aku kan masih muda. Di oanghil ibu rasanya aku jadi tua sekali." ucapnya menggoda denga suara manja,dia oun mencoba meraih tangan kak David namun dengan cepat kak David menarik tangannya sebelum di sentuh,membuat kak Sinta meradang.


" maaf bi Winda,kami memilih untuk tidak menyetujui kerja sama ini,melihat cara bu Winda barusan membuat saya berpikir untuk kerja sama."


Aku pun langsung ambil keputusan,bisa dibayangkan kalau kerja sama dengannya bakal banyak masalah,wanita yang menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya.


" kamu itu cuma staf,kenapa kamu ambil keputusan? sedangkan mas David saja belum mempelajari proposal saya." ucapnya marah.


" asal ibu tau saya pemilik perusahaan ini,saya tidak mau bekerja sama dengan anda karena akan ada masalah nantinya,ibu yang suka menggoda klien demi mendapatkan kerja sama ini. Saya tidak sudi bekerja sama dengan penggoda. Ini lihat,semua bukti kecurangan yang sudah anda lakukan dengan perusahaan sebelumnya." ucapku memperlihatkan berkas,sebenarnya semalam aku mencari tahu tentangnya memang.


" kamu menyelidiki ku? Ini pelanggaran privasi." ucapnya membuatku tertawa.


" pelanggaran privasi kamu bilang??? Sedangkan inu sudah jadi konsumsi publik loh." ucapku.


" mas David,tidak batalin kontrak kerja sama kan? Hanya karena masalah ini?" tanyanya lagi.


" maaf bu Winda,atasan saya bilang tidak menerima ya saya tidak bisa apa. Dan juga tolong jangan panggil saya mas David karena saya geli mendengarnya,umur ibu itu pantas jadi ibu saya." ucap kak David membuat bu Winda malu.


" sebaiknya ibu keluar karena sudah tidak ada lagi pembahasan di sini,dan ibu bisa temui calon suami ibu itu pak Ardi di ruang cleaning service." ucapku membuat dia terkejut.

__ADS_1


" apa maksud mu,mas Ardi itu seorang manager exsecutif gak mungkin dia di ruang ob." ucapnya keluar,dan kak Sinta pun berteriak.


" buktikan saja,ruang ob itu setelah anda keluar lift anda belok kanan,atau bisa tanya karyawan di sana." ucap kak Sinta,membuatku dan kak David geleng kepala


" ada ya tante tante sukanya daun muda. Awas aja kamu kak,kalau kepincut tante tante,aku akan potong burung kamu." ucap ka Sinta membuat kak David reflek memegang alat vitalnya membuatku tertawa terpingkal pingkal.


" yuk kita ke ruang ob,sekalian kasi slakte cerai padanya. Aku gak sabar liat raut mukanya." ajak kak Sinta,dan aku pun mengiyakan.


" kakak gak ikut ini ada kerjaan,dan kalian jangan lama main main ini jam kerja." tegas kak David


Kami pun berlalu Ke ruang OB dan terlihat bu Winda marah marah sama bang Ardi.


" ternyata kamu hanya seorang OB ngaku ngaku manager. Dasar penipu. Aku tidak akan mau menikah sama kamu,dasar menjijikkan." kata bu Winda berlalu,dan aku pun masuk ke ruang itu dan nampak banyak teman temannya. Aku jadi ragu memberikan ini didepan temannya tapi gak ada waktu untuk ajak dia bicara.


Bang,aku mau bicara tapi bisakah teman teman kamu keluar dulu." ucapku. Walau bagaimanapun aku tidak bisa memberikan inj di depan temannya,aku tidak mau dia malu sama temannya.


" ini bang,aku hanya mau memberi ini." ucapku menyerahkan akte perceraian itu dan membuat teman temannya penasaran.


" apa ini?" tanyanya  sambil membuka dan terlihat matanya membola melihat berkas itu.


" kapan kamu ajukan ini? Kenapa aku tidak pernah dapat panggilan? Ini tidak sah" ucapnya marah.


" dari kemarin aku selalu menyerahkan surat panggilan pengadilan tapi abang selalu tidak peduli dan bahkan melemparnya tanpa melihat." ucapku karena tiap ku serahkan dia memang tidak pernah peduli


" sekarang jabatanku turun kamu menceraikan aku,ternyata kamu mata duitan ya." ucapnya menghina membuat teman temannya saling berbisik,dia mau mempermalukan aku rupanya.

__ADS_1


" gak nyangka bu Rani begitu,padahal waktu Ardi jadi manager masih bertahan,oas turun jabatan di buang." ucap salah satu OG teman bang Ardi.


" menurut mbak,kalau suami tidak menafkahi istrinya selama tiga bulan berturut turut padahal jabatannya seorang manger exsecutif dengan gaji puluhan juta,itu apa pantas di pertahankan?" ucapku membuat teman temannya terdiam.


" wah parah ku Ardi,tiga bulan gak menafkahi istri sudah jatuh talak langsung memang tuh." ucap pria salah satu OB yang memang agak tua daei yang lainnya,sedangkan OG tadi melongo.


"Maaf mbak tadi ucapanku, kalau mang lelaki begitu pabtasnya langsung di buang ke tempat sampah." ucapnya.


"Makanya jangan suka ikut campur urusan orang,sudah sana kerja." ucap kak Sinta.


" rumah tetap milik kamu bang karena kamu sudah bayar pada rentenir,hari ini juga aku akan keluar dari rumah,soal gono gini,abang juga tau gak adakan?" ucapku lagi namun  bang Ardi terdiam. Ada ini dia diam begitu,raut wajahnya sulit diterka.


" raut wajahnya bikin aku ngeri,rasanya mau tertawa tapi gak enak banget diliat." bisik kak Sinta membuatku menyikutnya.


" ya udah bang,aku pamit kerja dulu,aku tidak menuntut apa apa dari abang kecuali jangan ganggu aku lagi. Permisi." ucapku masih tidak ada respon dari bang Ardi,aku pun segera pergi bersama kak Sinta karena ini masih jam kerja.


Aku pun segera menyelesaikan berkas di meja kerjaku,karena aku harus pulang cepat untuk ambil barang barangku. Saking sibuk kerjain berkas,aku tidak sadar kalau sudah jam istirahat.


" istirahat dulu Ran,kamu janga telat makan nanti lambung mu kumat." ucak kak David.


" aku pesan makan aja bang,ini aku mau selesaikan soalnya aku mau pulang cepat,untuk angkut barangku di rumah." ucapku tanpa menoleh pada kak David.


" sudahlah Ran,kamu makan dulu gih sama Sinta nti kerjanya kalau gak selesai,nti kerjain di rumah aja." ucap kak David,aku pun menurut karena percuma aku mendebatnya,dia tidak akan biarkan aku kerja kalau tidak menuruti maunya. Aku pun menuju ke kantin bersama Kak Sinta.


" gak enak banget tadi liat wajahnya Ardi." ucapnya tertawa,membuatku menggeleng kepala.

__ADS_1


" sudahlah kak,tidak usah dibahas. Sekarang kakak siap siao tampung aku di apertemen kakak." ucapku menggodanya. Dia pun tertawa.


" air kali di tampung dalam gelas." kami pun tertawa bersama. Kini aku harus bangkit dengan status baru. Aku hanya akan fokus dulu ke perusahaan. Aku ingin menata hatiku yang telah terluka oleh keluarga itu.


__ADS_2