
Seperti kata pepatah Cinta akan hadir ketika sering bertemu dan bersama,itulah yang kini terjadi antara Rani dan Gio. Mereka kini sering menghabiskan waktu bersama disaat weekend. Kadang mereka berempat pergi nonton bioskop,ke mall dan melakukan hal hal konyol bersama.
Kalau saat ini Rani berbahagia,ber beda dengan keluarga bu Retno. Bu Retno kini di jadikan pembantu di rumah bu Mayang,butik yang dia kelola kini kembali bu Mayang yang ambil alih. Sedangkan Ardi,yang dulu menjabat sebagai manager di perusahaan Mayang kini pun di turunkan menjadi cleaning service kembali. Sedangkan pak Joni kini hidup bagaikan Raja dalam istana bu Mayang,apa yang dia inginkan maka akan dia dapatkan. Bu Mayang sangat memanjakannya,tetapi di saat sang istri tua membuat kesalahan sedikit saja maka bu Mayang akan menyiksa bu Retno. Dan pak Joni hanya akan diam jika sang istri tuanya di siksa,namun jika yang di siksa adalah Ardi dia akan membela sang putra yang kadang membuat bu Mayang merajuk.
" sayang,walau gimana pun dia putraku,dan putramu juga. Kan kita tidak bisa punya anak lagi sayang,siapa yang akan merawat kita saat kita renta nanti? Hm? Putramu saja sekarang meninggalkan kamu sayang,dia tidak merestui kita membuat hatiku rasanya sakit." rayu pak Joni kala itu,yang mana jadi senjata andalannya adalah tentang anak,maka bu Mayang pun akan luluh.
Saat weekend, Rani berencana ke rumah David buat masak karen mereka berencana makan malam di sana,sedangkan David kini harus meeting di hari libur,dia pun di temani sang tunangan,Sinta. Selesai memasak,Rani pun masuk kamar David. Ya itu adalah kebiasaan dia saat ke rumah David bermain,maka kamar David akan jadi tempat tongkrongannya. Saat membereskan kamar sang kakak sepupu,dia menemukan sebuah paket yang mana tertera namanya di sana dan nama sang pengirim membuat Rani penasaran.
" paket untukku dari kak Rasya. Kok kak David tidak memberikannya padaku." gumamnya seraya meraba paket itu dan menemukan note kecil yang ter tempel pada paket." berikan saat Rani ulang tahun." tulisan note itu merupakan tulisan tangan David.
" ulang tahun ku masih lama,sekitar dua bulan lagi,masa aku menunggu sampe dua bulan,bikin aku penasaran saja. Apa bedanya sih,sekarang atau nanti. Aku buka sajalah." ucap rani dan membawa paket itu ke kasur dan membukanya.
__ADS_1
Disana tertera sebuah foto kenangan mereka saat bersama. Lalu ada sebuah rekam medis dari rumah sakit tentang penyakit Rasya.
" apa? Kak Rasya sakit parah,tapi kenapa dia tidak memberi tahu kami." air mata kini menetes. Dia pun tetap lanjut membuka isi paket,menemukan sebuah flasdisck. Rani pun membuka laptopnya di sana dia menemukan file dengan judul R&R. Kini Rani ingat akan simbol itu,mereka dulu ingin membuat brand kaos dengan merk inisial nama mereka. Rani kini menangisi semua yang telah terjadi. Dia pun melihat video ter putar,di sana ada Rasya dengan baju rumah sakit dan banyak alat yang menempel,wajahnya pucat sekali.
" apa sebenarnya yang kamu sembunyikan Sya?" ucap Rani dengan suara parau.
" hai Ratu,saat kamu melihat video ini mungkin aku sudah di alam lain. Maafkan aku selama ini,aku pergi menghilang tanpa pamit sama kamu. Ada masalah dalam keluargaku dan aku malu sama kalian untuk berbagi,aku menjadi pengecut memilih lari dari masalah dari pada menghadapinya. Saat kita bertemu,aku sengaja menjadi lelaki brengsek agar saat aku pergi kamu tidak terlalu sedih,jangan pernah menangis lagi. Kamu itu jelek kalau menangis,liat itu ingus kamu.
Aku kabur ke rumah kakek menghindari papa,dan saat aku sadar kalau aku meninggalkan kamu tanpa kabar selama hampir dua tahun,aku berencana kembali namun aku masuk rumah sakit,karena ternyata aku menderita kanker stadium tiga,aku pun berobat segera dengan segala macam terapy,hingga kesehatan ku mulai membaik,dan aku berencana kembali menemui kamu. Namun dengar kamu akan menikah aku pun merasa hancur,semangat untuk sembuh pun tidak ada lagi,aku tidak punya harapan untuk sembuh karena duniaku rasanya runtuh,Ratu ku menjadi milik orang lain. Dua bulan aku tidak menjalani terapy dan hanya mengurung diri sampai akhirnya aku sadar, kalau kamu berhak bahagia. Aku ingin melihat apakah kamu bahagia atau tidak, aku pun menyuruh anak buah kakek mematai matai kamu dan katanya kamu di perlakukan tidak baik sama suami kamu dan mertuamu. Aku pun mengatakan sama kakek agar aku kembali menemui mu,akhirnya kakek mengizinkan,namun saat akan berangkat karena terlalu semangat,aku kembali drop aku pun kembali di rawat,dan dokter pun mengatakan kalau aku tidak ada harapan lagi kecuali keajaiban,kanker semakin menggerogoti tubuhku sudah 80%,aku sudah parah. Akhirnya aku pasrah,namun sebelum aku meninggal aku ingin membebaskan kamu dari keluarga toxic itu. Dan kabar baik pun aku dapatkan,kamu telah bercerai dengan laki laki itu,aku bahagia. Dan aku oun memutuskan kembali melihat mu untuk terakhir kalinya,dengan tingkahku yang bajingan,aku menyewa wanita ****** untuk menemaniku bersandiwara. Kamu tau kan kalau aku sangat jijik disentuh sama wanita macam itu,namun aku tahan. Aku ingin kamu membenciku. Aku harap kamu berjodoh sama Gionino,dia adalah sahabatku,sebenarnya pertemuan kalian telah aku rencanakan,aku tidak mau kamu selalu salah pilih. Awalnya Gio,tidak mau menurutiku namun aku memaksa,karena dia adalah pria baik dan bersih,cuma satu kekurangannya dia suka usil dan tidak romantis. Aku harap kalian saling mencintai satu sama lain,anggaplah ini permintaan terakhirku. Aku selalu mencintaimu Ratuku." video pun berakhir,Rani kini menangis histeris hingga suaranya sampai di luar bertepatan denga kedatangan Sinta,David dan Gio. Mereka pun segera berlari menuju kamar David dan menemukan Rani meringkuk di lantai.
" tugasmu selesai,aku tidak perlu kamu jaga." ucap Rani dingin membuat Gio terluka.
__ADS_1
" Ran,aku memang di tugaskan sama dia,tapi semakin hari kebersamaan kita membuat aku benar benar jatuh Cinta sama kamu." ucap Gio.
" pergi...pergii.... Kak bawa aku ke Rasya kak,aku mau Rasya..." tangis Rani semakin pilu menyayat hati, dan Gio pun merasakan hatinya sakit melihat keadaan Rani seperti itu. Karena tak sanggup menahan sesak Rani pun tak sadarkan diri,membuat semua panik,mereka pun segera mengangkat Rani ke ranjang dan memanggil dokter.
" kamu yang sabar ya Gio,kamu sudah tau kan kisah mereka,kebersamaan mereka tidak hanya hitungan bulan,banyak kenangan antara mereka dan kamu hadir itu atas permintaannya. Seolah kalian mengoper Rani seperti barang." ucap David.
" bukan begitu Vid, aku benar benar tulis mencintainya walau awalnya aku hanya menuruti permintaannya,tapi aku benar benar serius." bela Gio. Biar bagaiamana pun Cinta telah tumbuh dalam hatinya.
" kamu jelaskan saja sama Rani." ucap David,tak lama dokter pun datang memeriksa.
" gimana keadaannya dok?" tanya Sinta.
__ADS_1
" dia sepertinya merasa terpukul akan sesuatu,dia shock,biarkan dia tenang dulu,jangan bicara tentang yang membuat penyebabnya shock,dan juga lambungnya kambuh,sepertinya telat makan. Nih resep obatnya,usahakan dia makan teratur." ucap dokter dan kemudian berlalu. Mereka pun menjaga Rani,yang tertidur efek obat. Gio pun mendekat menggenggam tangan Rani.
" aku akan selalu mencintaimu,aku tulus sayang sama kamu Ran,tolong jangan seperti ini." ucap Gio terisak,David pun mendekat dan mengelus pundak Gio,dia segera keluar karena tak sanggup menahan air matanya.