
Pernikahan Ardi pun dan Mayang terlaksana. Tampak Rani dan Sinta hadir,
" selamat atas pernikahannya bang,selamat ya bu May semoga langgeng." ucap Rani,ya Rani dan Mayang adalah rekan bisnis.
"Makasih ya dek Rani sudah semoatkan diri hadir." ucap bu Mayang,dan kini Rani dan Sinta duduk di tempat yang tersedia.
"Gak nyangka tuh mantan kamu saking maunya jadi orang kaya memilih menikah sama ibu ibu kayak bu mayang yang oantas jadi ibunya." ucap Sinta tidak habis pikir akan pikiran Ardi.
" biarlah kak,kalau memang jodoh mau gimana,Cinta kan gak mandang perbedaan usia." ucap Rani,membuat Sinta mencebikkan bibir.
"Tapi coba deh kamu perhatikan bu Mayang dan mantan bapak mertua mu itu,apa gak aneh tuh dari tadi saling melempar senyum dan main mata loh." ucap Sinta yang memang sudah dari tadi perhatikan pak Joni dan bu Mayang.
" masa sih kak aku gak merhatiin tapi biarkan saja,kita tidak usah ikut campur." ucap Rani. Tak lama kemudian bu Retno menghampiri Rani.
" sekarang kamu lihat,anakku bisa menikah pengusaha kaya,sedangkan kamu tetap jadi karyawan biasa, yang levelnya jauh di bawah menantu baruku." ucap bu Retno bangga.
" tapi setidaknya umurku lebih muda dari menantu baru ibu." ucap Rani tenang membuat bu Retno berlalu, Rani hanya bisa menghela nafas.
" aku sudah pisah sama anaknya tapi kenapa dia masih saja selalu merecoki ku." ucapnya Rani.
" sudahlah dek,kita pulang saja sekarang,aku sudah gak betah di sini,relasi bisnis kita juga gak terlalu banyak kita kenal di sini. Kak David entah kemana kenapa dia gak datang ya padahal dia ada undangan juga. Bu Mayang kan relasi bisnisnya." ucap Sinta sewot,dari tadi dia memang sedikit sensitif membuat Rani takut bercanda dengannya.
" kak,kaka lagi datang bulan ya? Dari tadi kok sensi banget sih." tanya Rani membuat Sinta cemberut.
__ADS_1
"Iyya Ran,aku datang bulan dan aku juga kesal banget sama kakakmu itu,seharian gak bisa dihubungi." ucap Sinta menoleh ke pelaminan.
" eh mempelai wanita ke mana Ran? Mantan bapa mertuamu juga ngilang Ran,aku curiga sama mereka loh." ucap Sinta celingak celinguk.
"Sudah kak,kita pulang sekarang saja,aku sudah gak betah di sini." ucap Rani sambil menarik tangan Sinta. Mereka pun keluar dari pesta itu dan saat mereka sampai di parkiran mereka mendengar suara ******* membuat bulu kuduk mereka merinding,mereka saling bergandengan.
" kamu dengar gak Ran,suaranya makin jelas dari sini." bisik Sinta sedikit ketakutan.
" iyya kak,kok semakin ke sini suaranya makin jelas yuk kita segera ke mobil,aku merinding kak di sini." ucap Rani dan mereka mempercepat langkah mereka namun tak lama kemudian mata mereka membola saat menangkap sepasang orang berbuat mesum di parkiran. Sinta pun segera bersembunyi dan merekam mereka,saat mereka memperjelas obyek yang mereka rekam,mata Rani membola saat melihat pak Joni dan bu Mayang pelaku mesum yang mana keduanya melakukan di dekat mobil Sinta.
" gimana kita mau pulang Ran,mereka malah berbuat di belakang mobil kita sih. Atau kita ke sana ambil mobil dan pura pura gak liat saja?" ucap Sinta." gak mungkin kita nungguin mereka selesai,bisa bisa badanku bentol bentol kena gigit nyamuk." omel Sinta.
" ya sudah kak kita berjalan seperti biasa aja seolah gak lihat mereka." ucap Rani dan mereka akhirnya bercanda denga suara tawa yang sedikit keras agar kedua orang yang berbuat mesum itu sadar. Mereka pun langsung masuk mobil tanpa menoleh ke tempat pembuat mesum itu.
" aku juga gak nyangka kak,bu Mayang wanita karier yang selama ini jadi inspirasiku untuk jadi wanita hebat dalam berbisnis malah berbuat begitu. Padahal tiap kita meeting dia benar benar berwibawa dan sangat berkelas." ucap Rani. Mereka pun akhirnya terdiam dengan pikiran masing masing dan kembali ke apartement.
Esoknya Rani pun masuk kantor seperti biasa. Di koridor kantor dia bertemu Ardi.
" kamu masih jadi karyawan biasa ya Ran,kapan kehidupan kamu akan berubah? Sekarang aku sudah keluar dari kantor ini dan akan memimpin perusahaan yang besar. Kamu tetap aja jadi bawahan orang." ucap Ardi sombong membuat Rani tersenyum,dia tetap tenang.
" kamu jadi pemimpin tapi bukan pada milik sendiri. Silahkan kamu tanya kak David siapa pemilik perusahaan ini yang sebenarnya." ucap Rani berlalu membuat Ardi bengong.
" apa maksud Rani menyebut pak David sebagai kakak? Apa hubungan mereka sebenarnya?" gumam Ardi penasaran. Dia punnsegera masuk ke ruang pak David guna menyelesaikan urusannya,dia akan mengundurkan diri dari perusahaan itu. Ya itu semua permintaan bu Mayang agar Ardi bekerja di perusahaannya.
__ADS_1
" permisi pak David ." ucap Ardi.
" silahkan masuk,ada apa.?" tanya David.
" ini surat pengunduran diri saya pak."
" baik,saya terima. Ini gaji terakhir kamu." ucap David tetap fokus pada berkas setelah menyerahkan gaji Ardi, dan Ardi oun masih diam di tempat,tak lama Rani masuk.
" kak,ini sebaiknya kakak periksa dulu cabang yang di kota M,sepertinya ada masalah. Kakak ke sana saja dulu,biar yang di sini aku yang handel." ucap Rani tanpa memperhatikan sekitarnya. Dan Ardi makin bengong mendengar ucapan Rani. Sedangkan David yang sibuk dengan berkas pun tidak menyadari kalau Ardi masih ada di ruangannya. Mereka nampak serius dengan berkas yang mereka tangani.
" sebaiknya kakak ke cabang saja segera,aku tidak mau perusahaan aku semakin merugi. Setelah selesai dari sana kakak boleh cuti." ucap Rani serius,. Saking sibuk dengan berkas mereka tidak mendengar pintu terbuka dan masuklah Sinta.
" loh Ardi ngapain berdiri di situ?" tanya Sinta menegur Ardi membuat David dan Rani menoleh.
" kenapa kamu masih di sini Di?" tanya David.
" sebenarnya siapa kamu sebenarnya Ran?" bukannya menjawab pertanyaan David tetapi dia malah balik bertanya.
" ya aku adik sepupu David,dan pemilik perusahaan ini. Selama ini aku kira kamu akan mencintaiku apa adanya,tapi aku salah ternyata kamu dan keluarga mu semua mata duitan. Meng agungkan harta dari segalanya." ucap Rani dan kemudian duduk di depan David.
" selama ini Rani memilih jadi karyawan biasa demi mencari Cinta sejatinya,namun ternyata Cinta yang di dapatkan itu Cinta semu." ucap Sinta.
" sebenarnya,aku dulu ingin memberitahu kamu setelah kita menikah namun melihat sikap ibu mu padaku membuatku mengurungkan niat. Awalnya aku ingin menyerahkan salah satu cabang perusahaan padamu,namun Allah cepat menunjukkan sifat aslimu." ucap Rani membuat Ardi lemas. Kenyataan yang baru saja dia dengar membuatnya penuh penyesalan. Kini dia pun terduduk di sofa dalam ruangan David.
__ADS_1
" kamu sudah mengundurkan diri dari perusahaan ini,silahkan angkat kaki dari sini,urusan kita juga sudah selesai semuanya. Dan aku harap kamu tidak mengganggu Rani lagi." ucap David mengusir Ardi. Kini Ardi benar benar menyesal,ternyata wanita yang dianggap orang biasa ternyata wanita yang luar biasa. Dia pun keluar dari ruangan David dengan lemas,dia kini menyesal membuang wanita sebaik Rani. Namun kini nasi sudah jadi bubur,dia pun sudah menikah dengan wanita yang oantas jadi ibunya.