
Sampai rumah sakit,Gio pun segera di tangani. Rani tidak pernah berhenti menangis.
" kamu tenang ya,Gio pasti baik baik saja."ucap David menenangkan Rani.
" sebenarnya apa yang terjadi dengan Gio kenapa tampilannya kayak pengemis begitu? " ucap Sinta yang hanya di jawab gelengan sama David. Mereka pun akhirnya hanya diam menunggu dokter keluar dari ruang ICU. Rani pun mencoba menelpon Tania tunangan Gio,namun saat menyampaikan apa yang terjadi sama Gio justru Tania tidak mempedulikannya dan langsung mematikan teleponnya membuat Rani terdiam,melihat Rani terdiam David pun mendekat dan menanyakan apa yang terjadi. Rani pun mengatakan kalau Tania mematikan teleponnya hal itu pun membuat David bungkam,mereka tidak tau harus bagaimana lagi.
" kak,urus administrasi dulu pake kartuku saja,aku rasa mereka ada masalah melihat penampilan kak Gio seperti ini aku yakin mereka melakukan sesuatu padanya." ucap Rani, dan hal itu pun membuat David membenarkan ucapan Rani.
" melihat penampilannya yang mirip pengemis membuatku merasa tidak tenang,apa mungkin dia telah di depak sama Tania?"ucap David yang langsung membuat Rani terkejut. Bukan hal yang tidak mungkin jika itu terjadi,melihat Tania yang gila akan kekayaan. Mereka pun mencoba menghubungi bu Rosa,mamanya Gio namun pernyataan dari bu Rosa membuat mereka tercengang. Mereka tidak menyangka kalau bu rosa akan mengatakan hal tersebut. Rani pun hanya bisa menghela nafas saja,dan berusaha untuj tetap tenang.
Dokter yang memeriksa Gio pun keluar,
" bagaimana keadaannya dok?" tanya Rani.
" lukanya tidak terlalu serius,cuma dia dehidrasi dan sepertinya belum makan dengan baik beberapa hari ini. Sepertinya dia kurang makan" ucap dokter menjelaskan membuat Rani terkejut.
Dokter pun berlalu pergi dan Rani masuk ke ruang perawatan Gio, dia melihat wajah Gio yang nampak memang lebih tirus dan badannya lebih kurus dari terakhir yang dilihatnya.
" sebenarnya apa yang terjadi kenapa bu Rosa tidak mempedulikan Gio?" tanya David.
__ADS_1
" bu Rosa hanya bilang dia tidak peduli lagi pada Gio. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka,kenapa bisa tampilan Gio seperti ini." ucap Rani. Mereka pun akhirnya keluar dari ruangan demi membiarkan Gio istirahat tanpa terganggu,mereka pun duduk di ruang tunggu ICU.
Tak lama Malik mendatangi mereka.
" sedang apa kalian di sini?" tanya Malik sedangkan Rani hanya terdiam,dia seolah malas bertemu Malik. David yang melihat Rani diam dia pun segera menjawab pertanyaan Malik.
" teman ku sedang alami kecelakaan namun tak ada keluarganya yang bisa menjaganya,jadu kami yang menunggunya." jawab David menjelaskan. Malik pun hanya diam melihat Rani yang terdiam,dia pun segera undur diri karena akan ke kantor. Melihat hal itu David pun bertanya pada Rani ada hal apa yang sebenarnya terjadi antara Malik dan Rani,karena selama ini mereka selalu saling menyapa namun kini kenapa saling diam?
" aku tidak apa kak,aku hanya malas ngomong saja." ucap Rani membuat David terdiam. Mereka pun akhirnya terdiam dengan pikiran masing masing,sampai suster memberitahu mereka kalau ruang perawatan sudah siap. Gio pun segera di pindahkan,dan tak lama kemudian Sinta datang membawakan makanan dan baju ganti buat David dan Rani karena pakaian mereka semua kena darahnya Gio. Mereka pun segera ke kamar mandi mengganti baju dan kemudian makan siang. Tak lama Gio pun sadar dan David segera memanggil dokter. Gio pun segera menatap Rani dengan mata berkaca kaca,dia tidak bisa berkata apa pun dan akhirnya air mata pun menetes. Melihat Gio meneteskan air mata membuat Rani semakin penasaran akan yang terjadi denga Gio.
" apa yang terjadi denganmu hingga seperti ini?" tanya Rani namun belum sempat Gio menjawab dokter pun masuk bersama David.
" semua stabil,dia hanya karena kirang minum dan makan serta banyak mengeluarkan darah. Untuk sementara jangan banyak bicara dulu ya tuan. Kami akan memantau kondisi anda nanti." ucap Dokter kemudian permisi keluar. Rani pun mendekat dan menyuruh Gio untuk istirahat.
" aku yakin kalau harta Gio di kuasai sama bu Rosa dan Tania. Tapi kenapa Gio harus terlantar begini dia kan anaknya bu Rosa?" ucap Rani membuat David terdiam,sedangkan Sinta mencoba menenangkan Rani dengan cara mengelus punggungnya. David pun ingin meminta bantuan pada Malik untuk menyelidiki keluarga Gio namun dilarang sama Rani.
" aku akan mencari tau sendiri,jangan meminta bantuan padanya,aku merasa kurang nyaman selalu dibantunya." ucap Rani kemudian dia pun menelepon seseorang. David pun segera menelpon orang kantor karena dia tidak akan kembali ke kantornya. Saat mereka semua terdiam tiba tiba Sinta merasa pusing dan mual dia pun segera duduk di samping David.
" kepalaku pusing banget dan aku mual sekali,jangan jangan lambung aku kambuh karena makan pedes tadi." ucapnya sambil menyandarkan kepalanya pada sang suami,namun mual semakin bertambah dia pun segera ke kamar mandi,di susul oleh Rani. Saat keluar wajah Sinta semakin pucat,dan tampak lemas.
__ADS_1
" kakak istirahat saja dulu di sofa,atau kakak mau kita periksa keadaan kakak ke dokter mumpung kita di rumah sakit. Wajah kakak sangat pucat." ucap Rani membuat Sinta hanya mengangguk,dia pun memberikan Sinta permen yang selalu ada di tasnya.
" semoga mualnya reda dengan permen ini." ucapnya kemudian bangkit dan pergi ke ruang poli.
" kak,kita ke poli kandungan saja ya,aku yakin kakak hamil,dah telat kan?" tanya Rani yang memang hafal jadwal bulanan Sinta dan segera di iyakan oleh Sinta. Mereka pun memberitahu David kalau mau periksakan kesehatan,dan David pun diam menjaga Gio,dia sangat kasihan sama keadaan sahabatnya itu,walau pernah menyakiti hatinya dan Rani namun David tetap menyayangi sahabatnya tersebut. Setelah Rani dan Sinta keluar,David pun duduk main game dekat Gio. Tak lama Gio pun kembali membuka matanya.
" maafkan segala kesalahanku Vid,aku sangat berdosa sama kalian,kini aku mendapatkan balasannya. Aku sangat menyesal menyakiti kalian." ucap Gio sambil menangis,melihat sahabatnya menangis membuat David pun trenyu.
" katakan yang terjadi,walau bagaimana pun kamu adalah sahabatku." kata David.
"Ternyata aku bukan anak kandung mama,dan Tania adalah anak kandungnya makanya dia menjodohkan aku dengannya. Dan mereka telah merampas paksa milikku dan mengusirku tanpa uang sepeser pun." ucap Gio kemudian menangis membuat David terkejut.
" kamu tenang ya,sekarang kamu harus sembuh dulu setelah itu kita harus merebut kembali milikmu." ucap David.
" aku juga merampas harta itu karena paksaan dari mereka,dan sebagai baktiku padanya yang ternyata bukan ibuku. Aku menyesal." ucap Gio kini dia benar benar menangis sesenggukan membuat David sedih,dia pun segera memeluk sahabatnya,bersamaan dengan pintu terbuka.
" kakak..kalian..?"" ucap Rani terputus membuat David dengan segera mendorong tubuh Gio tanpa sadar dan menyebabkan Gio meringis.
" aku hanya menenangkannya" ucap David dengan wajah cemas dan sangat ketakutan seolah melakukan kesalahan. Raut wajah David membuat Sinta tidak bisa menahan tawa.
__ADS_1
" santai saja sayang,kenapa kamu ketakutan seperti itu?" ucap Sinta dan Rani kemudian tertawa.
# maaf kemarin hp hilang jadi gak bisa update