
Melihat bu Nancy senyum senyum sendiri dan bu Mayang yang nampak sinis pada bu Nancy,Sinta hanya bisa menghela nafas kasar.
" semoga saja Rani tidak benar benar suka pada Malik,karena pasti akan banyak cobaan." ucap Sinta dalam hati. Tak lama kemudian Malik pun datang bersama dengan Cia. Dia pun memandang sang ibu yang wajahnya nampak ceria,Malik pun langsung heran karena biasanya ibunya hanya menampilkan wajah cemberut jika bersama orang yang tidak di sukai,dia juga tahu kalau sang ibu tidak menyukai keluarga Rani.
" berhubung tuan Malik sudah datang,kami permisi pulang dulu,kami akan menyusul Rani karena ada beberapa masalah di perusahaanku yang harus aku bahas nantinya." ucap bu Mayang berdiri dan mengajak Sinta,dan bu Nancy setelah tahu kalau orang yang di bencinya orang kaya dia pun berusaha menahan bu Mayang.
" duh jeng Mayang kenapa gak tunggu Rani di sini saja,Rani dan Malik pasti mau bertemu untuk membahas pernikahan mereka." ucap bu Nancy lembut dan penuh keramahan namun bu Mayang tidak terpengaruh justru dia langsing menyindir bu Nancy dengan bertanya pada Malik.
" memangnya Rani apakah sudah menerima lamaran anda tuan Malik?" tanya bu Mayang membuat Malik hanya menggaruk kepalanya.
" sebenarnya dia menolak say bu." ucap Malik dengan suara lemah. Dengan segera bu Nancy pun berucap untuk meminta Rani menerimanya.
" kamu harus berusaha meyakinkan dia doang Lik,apalagi Cia sangat menyayanginya." ucap bu Nancy penuh semangat membuatĀ bu Mayang dan Sinta heran. Malik pun dengan senang memandang ke ibu karena sang ibu sudah merestui,namun dia tidak tahu kalau bu Mayang tidak merestui setelah melihat perlakuan bu Nancy pada Rani.
" tapi saya minta tuan tidak memaksa Rani,karena kalau dia tidak mencintai anda,saya harap tuan menjauh,cukup kita bertemu sebatas klien saja." ucap Sinta tiba tiba,dia lun sebenarnya tidak sudi jika Rani menikah dengan Malik dan memiliki mertua yang toxic yang hanya memandang orang dari segi latar belakang. Mereka pun segera keluar dan memilih ke rumah Sinta,mereka ingin istirahat di sana saja,sedangkan Cia yang tidak melihat Rani langsung menangis,apalagi hanya ada nenek dan ayahnya saja membuatnya merasa kesepian.
" Cia hanya mau sama tante cantik." ucap Cia membuat bu Nancy kesal mendengar tangisan Cia.
__ADS_1
" duh ini anak kenapa nangis kejer banget lagi,Lik kamu segera hubungi Rani deh,panas telinga mama mendengar tangisan anak kamu ini,dulu ibunya yang menyebalkan sekarang anaknya pun ikut menyebalkan. Dasar keturunan nyebelin." ucap bu Nancy membuat Malik marah.
" ma,bagaimana pun Cia ini cucu mama,anak aku ma. Kenapa mama tega mengatakan hal itu." ucap Malik kesal,dia pun segera membawa Cia keluar ruangan dan mamanggil suster.
" aku akan bawa Cia ke kantor,mama di temani suster saja." ucapnya kesal. Kemudian dia pun pergi keluar membawa Cia yang masih sesenggukan,dia pun sedih melihat putri kesayangannya selalu merengek untuk bertemu Rani. Namun kini dia ragu apakah Rani mau menikah dengannya.
" tuan,ternyata tuan Ridwan dulunya adalah tukang bersih di pesantren dan istrinya tukang memasak, dan dia menikahi Putri pemilik asli karena sedang hamil di luar nikah. Sedangkan yang menghamili ternyata adalah tuan Ridwan sendiri namun tidak ada yang tau,dia memasukkan obat bius ke minuman seluruh keluarga tersebut sebelum melakukan aksinya." ucap anak buah Malik yang menyelidiki masa lalu Ridwan.
" dan juga Aisyah bukan anak kandungnya,dia adalah anak dari musuhnya,mereka menculiknya untuk dijadikan pembantu namun sang istri tiba tiba begitu menyayanginya,makanya dia memanjakan sang anak. Dan tuan Ridwan sering melakukan hubungan badan dengan sang anak tiap ada kesempatan." lanjutnya lagi.
" terus kamu sudah mencari pemilik asli pesantren itu?" tanya Malik dengan suara dingin.
" jadi pesantren ini punya keluarga Rani." ucapnya.
" benar tuan,setelah tantenya dewasa dia menikah dengan seorang ulama agama namun dari kalangan miskin sehingga sang ayah mengusirnya. Namun papanya non Rani membantu sang adik sehingga mendirikan pesantren tersebut,sedangkan ayahnya pun tau kalau putrinya mendirikan pesantren dia tetap menjadi donatur tanpa ada yang tau,tiap bulan beliau menitipkan paket berisi uang ke pesantren tersebut. Dan setelahnya dia seolah tidak peduli pada sang Putri sampai ketika lahir cucunya dia pun menerima putrinya kembali. Namun kebahagiaan itu hilang ketika tuan Ridwan mengacaukan semuanya." ucap anak buah Malik panjang lebar. Ternyata pesantren itu masih berhubungan dengan Rani,namun untuk membuktikannya Malik harus menyelidiki lebih lanjut,sedangkan kini dia merasa Rani menjauhinya karena perbuatan sang ibu.
" mengenai pernikahan tuan dan non Rani apa masih di lanjutkan persiapannya?" tanya asisten Malik,membuat Malik menghembuskan nafas kasar tanda dia sedang kesal.
__ADS_1
" aku belum memenangkan hatinya,entah aku bisa memilikinya atau tidak,sedangkan sekarang dia terasa menjauh karena sikap ibu." ucap Malik membuat sang asisten menertawakannya.
" lagian elo kenapa lembek banget sih ma tante Nancy,bisa bisa elo gak kawin kawin lagi,Cia gak bakalan punya adik kalau begitu." ejeknya membuat Malik memukul kepalanya pakai botol air mineral. Dia benar benar kesal karena di tertawakan sedang sang asisten hanya meringis menelus kepalanya.
" kamu selidiki Ridwan,dan masa lalu Rami dari dia kecil. Aku ingin memiliki gadis itu tak peduli apapun rintangannya." tekad Malik.
" walau tante Nancy menghalangi,tetap maju tak gentar,jangan kasi kendor pepet terus tuh janda kembang,bukan janda pirang ya soalnya kan dia pakai hijab rambutnya gak keliatan. Pirang apa bukan sih?" ucap asisten Malik membuat Malik semakin kesal.
" berhenti di depan sebentar." perintah Malik pada sang sopir,dan sang sopir pun berhenti membuat sang asisten dan anak buahnya yang ikut sama dia heran,dan Malik pun turun membuka pintu mobil buat sang asisten.
" lo turun bentar sini." perintahnya pada sang asisten dan asisten pun menurutinya,saat asisten keluar Malik masuk ke mobil meninggalkan asisten dan menyuruh sopir jalan.,sedangkan sang anak buah hanya bisa diam.
" sialan lo Lik kok gue di tinggal tungguin woi dompet gue ma handphone dalam tas gue." teriak sang asisten namun tak di pedulikan sama Malik,mobil pun menjauh dan sang asisten hanya bengong.
" dasar Malik,tega benar dia ma gue,mana gie gak pegang uang cash semua ada di tas,tau gitu tadi gue bawa tas gue keluar juga." omelnya. Panas terik membuat dia kehausan namun tak mampu beli air,benar benar sial nasibnya.
Makanya jadi asisten jangan suka ngeledek atasan wkwkwkwkkw kan kena apes.
__ADS_1
#?maaf ya updatenya telat. Jadi updatenya tiap malam ya jam 10 malam karena siang sibuk kerja.