
Karena sudah mendapatkan telepon dari art yang di rumahnya,bu mayang pun segera melapor ke kepolisian dengan bukti rekaman cctv. Setelah melapor dia pun segera kembali ke rumahnya dan melihat betapa banyak koleksinya yang hilang.
" Mayang akhirnya kamu pulang sayang." sambut pak Joni se olah tak terjadi apa apa. Bu Mayang pun mengedarkan pandangannya melihat sekeliling rumahnya,koleksi guci dan lukisan yang dia bel dari luar negeri semua raib tak tersisa. Melihat bu Mayang memandang ruang yang sudah kosong pak Joni pun segera membuat tuduhan seolah barangnya di curi.
" semua ini ulah pembantu tidak tau diri itu sayang,dia menjual semua barang kamu dan hasilnya dia kirim ke kampungnya." ucapnya berbohong. " karena aku sudah tidak tahan melihatnya,aku pun menyiksanya karena kalau tidak semua barang di rumah ini akan habis." ucapnya lagi,membuat bu Mayang makin jijik melihat pria yang selama ini dia agungkan.
" baiklah kalau begitu aku akan lapor polisi saja agar dia di penjara,dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya." ucap bu Mayang.
Mendengar kata polisi membuat pak Joni seketika berkeringat dingin,dia pun segera memutar otak agar bu Mayang mengurungkan niatnya. Sedangkan bu Mayang yang mendapat kode dari earphone yang terpasang di telinganya,kini bersiap untuk membongkar kebohongan keluarga parasit tersebut. Sedangkan Pak Joni pun melancarkan alasan penuh kebohongan lagi.
" sayang,kita tidak punya bukti,nanti jatuhnya fitnah dan kamu yang dituntut balik." ucapnya pura pura cemas dan khawatir akan keadaan bu Mayang. Sedangkan para polisi sudah mengepung rumah dan mbo Darmi pun di tangani dokter segera masuk ke ruang keluarga tempat bu Mayang duduk bersama pak Joni.
" nah ini dia nih pelakunya sayang tapi sayangnya aku tidak memiliki bukti buat memenjarakan dia." ucapnya lagi,sedangkan Ardi masih tertidur di kamar dan bu Retno masih di kamar bu Mayang ber malas malasan.
" aku ada buktinya kok," ucap bu Mayang membuat pak Joni gelagapan,pasalnya dia bingung bagaimana mayang dapat bukti.
__ADS_1
" tidak usah bingung begitu,karena keamanan rumah ini sudah ketat dari dulu, rumahku ini penuh cctv,jadi kamu tidak perlu me jelaskan apa pun lagi." ucap bu Mayang membuat pak Joni lemas seketika,dan Rani pun masuk bersama team kepolisian. Hal itu membuat pak Joni ketakutan dan berusaha kabur namun sia sia karena rumah sudah di kepung. Bu Retno yang bermalas malasan sambil main handphone pun di jemput di kamar,sedangkan Ardi pun di seret dalam keadaan mengantuk berat. Melihat Rani bersama Bu Mayang membuat Ardi murka,dia mengira kalau Rani yang menghasut bu Mayang.
" Rani tidak pernah menghasutku,namun bukti kejahatan kalian lah yang membuka mataku,entah dosa apa yang pernah aku lakukan sehingga mata dan hatiku tertutup sehingga aku mencintai kalian,untungnya aku cepat tersadar dari kegelapan ini. Bawa mereka semua pak,dan pastikan mereka membusuk di penjara." ucap bu Mayang. Polisi pun membawa mereka,sedang mbo Darmi segera di bawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Tak lama Gio dan David serta Sinta masuk ke ruang keluarga tersebut.
" bisakah kalian menginap di sini saja menemani mama?" tanya bu mayang berharap mereka semua menemaninya disaat sedang kesepian.
Akhirnya kehidupan Rani penuh damai dia pun hanya sibuk bekerja dan menemani bu Mayang,niat hati ingin menikah bareng David dan Sinta tidak terlaksana,karena Gio harus kembali ke rumah orang tuanya. Setelah pernikahan David dan Sinta,dan bu Mayang pun sudah kembali kerja Rani pun memutuskan untuk tinggal di rumahnya di samping rumah David,dia butuh ketenangan setelah banyak kejadian yang menimpanya. Setelah kepulangan Gio dia pun tidak pernah mendapatkan kabar sama sekali membuat dia semakin sedih dan merasa sendiri.
" kenapa di saat hatiku sudah terpaut sama kamu,justru kamu seolah ingin menjauh dariku." ucapnya sedih dan air mata pun menetes. Tak lama kemudian hand phone nya berbunyi,tanda panggilan masuk, dia pun melihat nama bu Mayang tertera disana.
Sesampainya di sana dia melihat bu Mayang bersama seorang lelaki seumurannya,laki laki tersebut penampilannya sangat sederhana namun terlihat menawan. Rani pun mendekat dan mencium tangan bu Mayang,penampilan bu Mayang pun nampaknya berubah,dia sekarang tidak tampil dengan baju ketat nan seksi,walau belum memakai hijab namun pakaiannya sedikit tertutup.
" mama apa kabar?" ucap Rani setelah duduk.
" Mama baik aja sayang,oia kenalin ini om Ridwan. Dia kemarin nolongin mama saat di jambret waktu dari pengajian." ucap bu Mayang membuat Rani terkejut,pasalnya dia tidak tau kalau bu Mayang benar benar berubah bahkan mengikuti pengajian.
__ADS_1
" apa kabar om,kenalkan saya Rani." ucap Rani menjulurkan tangan,namun dengan sopan om Ridwan mengatupkan tangan depan dadanya.
" maaf nak,kita bukan muhrim tidak baik bersentuhan kulit." ucapnya sopan. Rani melihat dan tersenyum pada om Ridwan.
" iyya om,maafkan saya karena sampai saat ini ilmu agama saya sangat minim." ucap Rani.
" kalau mau,kalian bisa ikut belajar di pesantren yang saya pimpin sekitar kantor bu Mayang,ingat dunia hanya sementara akhiratlah yang abadi." ucapnya. Ternyata om Ridwan merupakan pemimpin pesantren tempat di mana bu Mayang mengikuti pengajian,Rani pun tertarik untuk ikut belajar ilmu agama,dia ingin memperbaiki diri yang selama ini jauh dari sang pencipta.
" iyya om,Rani mau ikut. Tapi apa boleh kalau saya belajarnya di malam hari saja soalnya siang saya harus ngantor." tanya Rani.
"Iyya gak apa, mungkin ada baiknya juga nak Rani tinggal di pesantren bersama Putri saya." ucap om Ridwan. " kalau pagi nak Rani bisa ke kantor sore baru tinggal di pesantren karena kalau malam malam nak Rani keluar dari pesantren takutnya bahaya." lanjutnya lagi,dan bu Mayang pun setuju.
Rani berpikir ada baiknya dia belajar ilmu agama agar kehidupannya lebih baik lagi,terutama soal jodoh. Setelah pertemuan tersebut mereka pun segera undur diri dengan kendaraan masing masing,Rani pun singgah di rumah David dan berencana menginap di sana. Ya saat ini David dan Sinta sudah menikah dan menempati rumah samping rumah Rani. Rani pun ingin segera menyampaikan maksudnya untuk belajar ilmu agama,dia sadar akan selama ini dia jarang beribadah.
" mungkin karena aku jauh dari Allah sehingga kisah percintaanku dan jalan hidupku jadi rumit begini. Aku ingin jadi lebih baik lagi,semoga dengan begini aku bisa menempa hatiku untuk kebal akan Cinta palsu." ucapnya.
__ADS_1