Suamiku Diatur Mertuaku

Suamiku Diatur Mertuaku
24


__ADS_3

Rani dan David pun segera berangkat menuju ke tempat Rasya. Rani tampaknya sedang banyak pikiran,entah dia memikirkan Rasya atau Gio. Dia terlihat gelisah,duduk pun tak tenang dan sekali kali melihat ponselnya.


" kamu kenapa Dek,dari tadi kakak lihat kamu gelisah, ada apa?" tanya David.


" entahlah kak,aku tidak tau perasaanku. Aku ingin bertemu Rasya tapi jujur aku memikirkan Gio,apakah yang ku lakukan sekarang tidak melukai hatinya kak?" ucap Rani.


" Gio pasti mengerti,kaka senang kamu sekarang merasakan cintamu pada Gio. Bukan maksud kakak tidak mendukungmu bersama Rasya,tapi dia sudah melepaskanmu dek. Kakak ingin kamu bahagia bersama orang yang tepat." nasehat David yang hanya di angguki sama Rani.


Saat sampai mereka langsung menuju ke kediaman kakak Rasya,mereka pun di sambut sama kakeknya rasya. Dan betapa terkejutnya Rani melihat bu Mayang di sana duduk bersama keluarga Rasya yang lain.


" silahkan duduk nak,kalian sebaiknya istirahat di kamar,sebentar di siapkan. Ayo silahkan minum dulu." ucap kakek Rasya.


" makasih kek. Oia bu Mayang ternyata di sini juga?" tanya David heran.


" aku ini mama kandungnya Rasya, aku juga tidak menyangka kalau kalian saling kenal." ucap bu Mayang dan kemudian menceritakan semuanya.


" Kakek,bu Mayang,maaf sebelumnya...boleh kah aku menemui Rasya?" tanya Rani yang akhirnya bersuara. Dia sudah sangat ingin bertemu Rasya.


"Mari,kakek antar,kondisinya saat ini benar benar drop." ucap sang kakek sedih.


" kakek yang sabar ya." ucap Rani. Jantungnya berdebar debar kala mendekati kamarĀ  tempat Rasya di rawat. Setelah sekian lama bolak balik ke rumah sakit akhirnya Rasya minta di rawat di rumah saja,dia ingin pergi dengan tenang dalam kamarnya tanpa harus banyak aturan di rumah sakit. Dan kakek pun setuju,namun akhir akhir ini tubuhnya semakin melemah dan dokter pun sudah angkat tangan karena sudah tak ada harapan lagi,kecuali ke ajaiban dari sang penguasa.

__ADS_1


" ini kamarnya,silahkan masuk,kakek tinggal dulu ya."ucap kakek,dan berlalu meninggalkan Rani berdua denga Rasya. Rani pun memegang tangan Rasya dan karena merasakan sentuhan lembut di tangannya Rasya pun terbangun.


" kenapa kamu tidak pernah berusaha jujur kak?" tanya Rani,air mata pun menetes kembali.


" maafin aku Ran,aku hanya ingin kamu bahagia." ucap Rasya membuat Rani semakin sedih.


" kenapa kakak pergi tanpa pamit?" tanya nya lagi.


Dan Rasya pun akhirnya menceritakan semuanya seperti yang dia ceritakan pada David.


"Aku juga tidak tau akan seperti ini kak,aku menikah dengannya karena dia hadir saat aku kehilangan arah akibat di tinggal kamu,walau akhirnya aku pun berpisah dengannya." ucap Rani.


" aku minta maaf atas semuanya,tapi aku minta sama kamu,kamu menerima Gio,hanya dia yang bisa ku percaya menjagamu sayang." ucap Rasya.


" bukalah sayang," perintah Rasya,saat membuka dan membaca berkas itu, Rani terperanjat,dia tidak menyangka impiannya untuk memiliki brand pakaian atas nama kini jadi nyatanya.


" itu untuk kamu sayang,selama ini Gio yang membantuku mengurusnya. Butik atas nama kamu juga,sekarang perusahaan kita di bidang fashion sedang naik daun,aku yakin kamu bisa mengembangkannya bersama Gio, dan butik pasti akan besar di tangan kamu sayang." ucap Rasya membuat Rani semakin menangis. Tanpa mereka sadari kalau di depan pintu kamar sudah berdiri bu Mayang,dan David serta kakek Rasya. Mereka terharu menyaksikan adegan di depan mata.


" bolehkah aku peluk kamu sayang,aku cukup lelah,bisakah kamu berbaring di sampingku dan memelukku.?" pinta Rasya dan kemudian Rani pun berbaring memeluk Rasya. Sang kakek yang kini menyadari kalau selama ini,itu adalah permintaan Rasya tidur berpelukan bersama Rani,dan kakek tau tidurnya Rasya saat ini adalah tidur panjang.


Kakek pun duduk di sofa depan kamar Rasya,menunggu Rani menyadari kepergian Rasya.

__ADS_1


Mengingat akan hal itu kakek menangis terisak dan bu Mayang menghampiri sang ayah.


" ayah,semua pasti baik baik saja." ucap bu Mayang


" tidak nak,dia sudah pergi permintaan terkabirnya sudah terkabulkan." ucap sang kakek. Dan tak lama kemudian teriakan Rani menggema membuat sang kakek menangis,dia sudah tau kalau cucu kesayangannya sudah pergi untuk selamanya.


" Sya,bangun sya...kak david kenapa badan Rasya makin lucat dan dingin." ucap Rani panik. Kakek pun masuk untuk menenangkan Rani.


" nak,dia sudah pergi meninggalkan kita,lihatlah dia pergi dengan tenang seperti keinginannya selama ini,tidur dalam pelukanmu." ucap sang kakek membuat Rani makin histeris,dia oun akhirnya jatuh pingsan,yang mana memang dia belum sembuh total. David pun membawanya ke kamar yang sudah di siapkan untuknya. Saat keluar dia terkejut melihat Sinta dan Gio berada di sana. Dia pun menatap horor kepada Sinta.


" maaf sayang,Gio memaksa." ucap Sinta.


"Saat kalian lepas landas kakek menelponku,supaya datang karena keadaannya makin drop,aku pun memaksa Sinta karena aku yakin Rani membutuhkan pelukan saudaranya." jelas Gio membuat David mengangguk setuju.


" Rasya sudah tiada,sekarang Rani baru siuman,dia sekarang istirahat. Sayang kamu temani dia ya,aku akan membantu yang lain mempersiapkan pemakaman Rasya." ucap David sambil berlalu.


Sedangkan Gio,dia pun juga membantu mempersiapkan segalanya,dia pun menemui sang kakek untuk memastikan kalau kakeknya baik baik saja setelah kepergian sang cucu kesayangan. Gio pun melihat sang kakek berbaring di kamarnya.


" kek boleh aku masuk" tanya meminta ijin,namun tak ada respon dari sang kakek,membuat Gio masuk dan alangkah terkejutnya dia mendapati sang kakek ternyata tak sadarkan diri. Dia pun segera memanggil dokter yang selama ini merawat Rasya. Ini yang Gio takutkan,kalau Rasya pergi pasti sang kakek akan jatuh sakit karena shock. Bukan tanpa alasan,selama ini hanya Rasya yang selalu menemani sang kakek. Dokter pun segera memeriksa namun tak ada yang dapat melawan mehendak sang pencipta,sang kakek oun menyusul Rasya,dia terlalu shock akan kepergian cucu kesayangannya. Bu Mayang yang mendengar kalau sang ayah pun telah tiada membuatnya histeris. Mendengar suara tangis dan suara ribut,Rani terbangun dan mendapati Sinta di sampingnya tertidur. Dia pun membangunkan sang kakak.


" kak,bangun.. Kapan kakak datang.?" tanyanya saat mendapati sang kakak bangun. Mereka pun segera beranjak dan keluar kamar,mendapati bu Mayang tak sadarkan diri,Sinta pun mendekat dan bertanya apa yang tengah terjadi. Sungguh siapa pun yang mengalami nasib seperti ini pasti sangat menyakitkan,kehilangan ayah dan anak secara bersamaan. Kini mereka semua iba melihat bu Mayang. Setelah pemakaman selesai mereka pun berkumpul di ruang keluarga. Bu Mayang kini merasa sangat terpukul akan apa yang menimpanya. Rani pun mendekatinya.

__ADS_1


" bu,ibu harus tabah,ingat ibu tidak boleh lemah. Di rumah ibu ada keluarga yang gila harta,Rani harap ibu tidak menunjukkan kesedihan ibu pada mereka karena itu akan membuat mereka menindas ibu." ucap Rani,karena sudah tau akan persoalan rumah tangga bu Mayang.


" kamu benar Ran,maafin ibu selama ini selalu bersikap sombong sama kamu. Ternyata mereka benar benar parasit. Setelah kembali aku akan membuat mereka menyesal." ucap bu Mayang.


__ADS_2