
Terdengar sekali mereka tertawa ceria,mungkin mereka mengira aku dan kak Sinta sudah tidur.
" Ardi,kapan kamu menceraikan Rani,mending kamu usir saja dia,rumah juga sudah jadi milik kita." terdengar ucapan bapak.
" iyya Di,mending kamu usir dia dan kamu bawa wanita tadi,sepertinya dia kaya Raya." ucap ibu membuatku dan kak Sinta saling memandang. Tak lama ada chat kak David,apa ini?? Mataku melotot melihat foto yang di kirim kak David.
" jadi mereka dari bertemu wanita ini." ucap kak Sinta dan tak lama kemudian kak David menelpon.
"Wanita itu janda beranak satu,namanya Winda,dia pemilik perusahaan textile yang kemarin mengajukan kerja sama dengan perusahaan kita.Sepertinya itu target Ardi,sebaiknya secepatnya kamu keluar saja dari rumah itu," ucap kak David,aku dan kak Sinta lagi lagi saling memandang dan tersenyum,sepertinya pikiran kami lagi lagi sama untuk memberi pelajaran kepada bang Ardi sekeluarga.
" apa sudah menyetujui kerja sama itu Kak?" tanyaku pada kak David untuk memastikan.
" belum sih,besok baru kami rapat,kamu hadir bersama dengaN Sinta." ucap kak David dan dengan bersamaan aku dan kak sinta menjawab.
" pastinya." jawaban yang kami ucapkan bersamaan membuat kak David sepertinya langsung paham akan pemikiran kami.
" semoga rencana kalian tidak merugikan perusahaan." kalimat kak David membuatku dan kak Sinta tertawa bersama.
Saat kami terlelap di jam 2 dini hari,terdengar teriakan ibu dan bapak,aku dan kak Sinta pun terbangun memastikan pintu terkunci. Kami pun memakai headset agar tidur kami tidak terganggu,kami pun ber tos ria dan kembali melanjutkan tidur kami. Sedangkan di luar kamar kami sudah digedor sama bapak dan bang Ardi.
" Rani,bangun kamu." ucap ibu dan bapak menggedor, namun kami cuek saja.
" udah pake headset masih aja kedengaran suara cempreng mertua kamu Ran." ucap kak Sinta.
Kami pun bangun namun malas keluar kamar.
" ntar juga capek sendiri. Cuekin sajalah" ucapku. Tak lama kemudian terdengar suara bang Ardi.
" mang ada apa sih bu,kan ibu sendiri yang minta kamar itu." ucak bang Ardi.
" itu kenapa kasurnya bau kotoran?" tanya ibu.
" kok bisa baru ke cium bu?" tanya bang Ardi.
__ADS_1
" ibu juga gak tau. Ni tidur apa mampus di dalam orang teriak teriak gak didengar." maki ibu.
" kita keluar aja yuk Ran,kan itu kasurnya sendiri." ajak kak Sinta dan kami pun beranjak.
" ada sih bu, ganggu aja jam segini,besok tuh aku harus ngantor?" tanyaku pura pura menguap.
" kamu sengaja ya ngotorin kasur ibu?" tanya ibu penuh amarah sedangkan bapak sudah melipir ka ruang tamu melanjutkan tidurnya di sofa.
" maaf ya bu,itu tuh kasur bekas ibu sendiri. Aku tidak terbiasa pakai bekas mertua,jadi aku tukar." ucapku membuatnya makin marah.
" kalau kasurnya bau itu kan bau ibu sama bapak sendiri,soalnya tadi tuh tukang cuma langsung bungkus dan bawa ke kamar ibu jadi aku gak tau apa apa." ucapku menatap bang Ardi.
" bang,aku beneran gak tau kalau kasur itu bau abang kan tau kalau kasur di kamar kita dulu hadiah dari saudara aku,jadi pastinya kalau aku pindah kamar aku bawa pindah juga." jelasku dan kembali masuk kamar melanjutkan tidurku.
" betul bu,sekarang ibu sama bapak pindah ke kamar aku aja,biar aku tidur di ruang TV,besok aku panggilkan tukang kebersihan." ucap bang Ardi.
" ibu gak mau,ibu mau kasur baru." pinta ibu.
" bu,keuangan kita sedang menipis,gajiku sekarang kecil. Nantilah setelah aku jadian sama Yanti,ibu bisa ganti kasur yang lebih mahal." ucap bang Ardi.
Akhirnya aku dan kak Sinta ke kantor bareng,kami pun sarapan di luar karena malas berhadapan sama keluarga penuh drama.
" Ran,sebaiknya kamu keluar saja dari rumah itu,kamu tinggal saja bareng kakak dulu di apertemen,nanti kita pindahan rumahnya bersamaan jadi ke kantor bisa bareng terus." ajak kak Sinta,namun aku masih belum mau keluar daei sana. Aku harus membuat mereka kesusahan dulu.
" sudahlah Ran,gak usah kamu kerjain mereka. Setelah cerai mereka pasti kesusahan juga. Lihat gaya ibu mertuamu pasti Ardi akan kesulitan dalam keuangan,dan lagian kan perceraian kamu bentar lagi selesai. Dua kali sidang tapi Ardi tidak pernah hadir,lagian gak ada juga gono gini mau kamu bagi." ucapnya.
" aku akan keluar kak setelah surat cerai aku keluar." ucapku.
" aku telepon David aja supaya meminta pengacara mempercepat keputusan sidang." ucap kak Sinta terdengar kesal,aku pun hanya tersenyum saja.
"Halo sayang,tumben pagi pagi kamu nelpon aku,kenapa gak tunggu di kantor saja?" tanya kak David membuatku tertawa karena kak Sinta lupa kalau kita menuju kantor dan pastinya ketemu kak David. Dia pun menatapku kesal.
" ya udah sayang,kita ketemu di kantor aja soalnya aku mau bahas adik sepupu kamu yang bodoh ini." ucap kak Sinta benar benar kesal aku ketawain.
__ADS_1
" enak aja bilang aku bodoh." ucapku kesal juga.
" jelas bodoh,dah tau kelakuan suami dan keluarga bgtu masih aja mau serumah."ucapnya.
Saat sampai kantor kami pun langsung menemui kak David mumpung jam kerja belum mulai.
" hai sayang,hai Ran." sapa kak David. Aku hanya cemberut saja karena kesal sama kak Sinta.
" napa tuh muka bete banget,jelek tau."ucap kak David.
" aku ajak dia keluar dan tinggal sama aku tapi dia masih mau tinggal di rumah itu bersama suaminya. Dasar bucin bodoh,suami macam tuh di bucinin." omel kak Sinta.
"Aku bukan gak mau keluar,tapi aku mau keluar bersamaan menyerahkan surat cerai." jelasku.
" nih " ucap kak David melempar sebuah map.
" apa ini kak?" tanyaku sambil membuka map.
" serius kak?" tanyaku lagi.
" apa sih?" tanya kak Sinta penasaran dan aku oun menyerahkan map itu.
" hari ini kamu keluar dari rumah itu,kamu ijin pulang aja untuk bereskan barang kamu." perintah kak David. Yang di berikan kak David adalah akte perceraian ku dengan bang Ardi. Kini aku resmi ganti status jadi janda.
" cie janda nie yeeee." ledek kak Sinta.
" tidak perlu ijin sayang,dia tetap kerja hari ini. Semalam barang dia sudah q packing waktu tukaran kamar sama mertuanya." jelas kak Sinta.
" baiklah nanti pulang kantor kita ambil barang kamu." perintah kak David namun aku halau.
" aku belum mau mereka tau kalau aku saudara kakak,nanti aku pake mobil box aja angkut barangku,lagian gak banyak kok " ucapku dan kak David pun setuju.
" tapi aku ikut ya." pinta kak Sinta." aku mau liat muka suami kamu saat tau dirinya sudah kamu ceraikan." lanjutnya lagi dan aku pun hanya mengangguk. Di kantor kini bang Ardi hanya jadi cleaning service,semua teman teman dan bawahannya dulu bnyak yang membalas perbuatannya. Itulah akibatnya selalu bersikap sombong dan arogan pada bawahan,kini dia dibalas.
__ADS_1
" eh Ardi,ini mejaku kenapa masih belum ada kopi." teriak salah satu staf yang dulu sering di bentaknya. " sampah juga kenapa masih ada di sini." ucapnya lagi. Ternyata itu semua sudah diatur sama kak David. Jadi orang janganlah sombong saat berada diatas karena roda kehidupan tetap berputar,kadang kita diatas kadang di bawah. Sekarang terimalah saja semua balasan perbuatan kamu.