
Tanpa mereka sadari,bu Mayang mendengar percakapan mereka,dia pun segera berlalu pergi.
" ini bahaya,kalau sampai Rani kenapa napa aku tidak akan bisa maafkan diriku." ucap bu Mayang.
Bu Mayang kini merasa sedih karena orang yang selama ini dianggap baik ternyata menyimpan sebuah kebusukan. Aisyah yang sangat dia sayangi ternyata memiliki hati yang jahat. Dia pun segera berlalu dan duduk di belakang bangunan utama dan melihat pembantu paruh baya yang selalu membantunya mengurus bangunan utama.
..." mungkin aku bisa dapatkan info dari si Mbok." ucapnya kemudian menghampiri si Mbok. Namun belum juga sampai di tempat si mbok duduk dia di panggil sama om Ridwan,mau tak mau dia pun masuk demi tidak mau membuat mereka curiga....
" kamu ngapain sayang di luar sana kan panas, memang kamu kapan pulang?" tanya om Ridwan yang membuat bu Mayang sedikit takut,ya kini dia takut akan kejahatan om Ridwan akan menimpa dirinya. Namun demi mendapatkan informasi dia pun harus bertahan.
"aku baru aja pulang kok,dan langsung ke belakang buat cari udara segar,kan di belakang banyak pohon jadi adem." ucap bu Mayang yang di balas anggukan sama om Ridwan.
" ya sudah sayang aku mandi dulu ya soalnya gerah dari kantor,aku tadi pulang cepat karena jadwal kosong hari ini." ucapnya lagi,dan dia pun segera berlalu.
" abah,apa abah benar benar mencintai wanita itu?" tanya Aisyah sambil membawa minuman dingin pada abahnya.
__ADS_1
" apa abah terlihat bucin padanya?"tanya balik om Ridwan membuat Aisyah tertawa,namun semua itu tidak lepas dari pengawasan oleh si Mbok,dia walau sudah tua pendengarannya masih Bagus dan dia pun mendengar apa yang diucapkan ayah dan anak tersebut.
" semoga nyonya tidak mengalami hal buruk sama seperti pemilik asli pesantren ini. semoga nyonya Diana tenang di sana." ucap si Mbok pun segera berlalu takut ketahuan kalau menguping pembicaraan sang majikan.
" sepertinya abah sangat mencintainya,dan sayang banget sama dia." ucap Aisyah cemberut membuat om Ridwan tersenyum dan mengelus kepala sang Putri.
" dengarkan abah,tak ada satu pun wanita di dunia ini yang bisa gantiin posisi ibu kamu di hati abah. Kamu liat sendiri kan dulu si Diana,setelah kita mendapatkan harta dan pesantren ini? jadi kmu tidak perlu khawatir lagi ya,setelah perusahaannya kita miliki kita singkirkan. Dia itu kan kaya Raya,kalau hartanya kita dapatkan kamu bisa mendekati Malik,jadi kita main cantik." ucap om Ridwan tenang. Demi harta dia bahkan rela menggadai cintanya membuat bu Mayang terlena. Tak ada satu pun yang akan menyangka om Ridwan yang pembawaannya tenang dan bijaksana adalah seorang pembunuh berdarah dingin.
sedangkan di tempat lain,Rani bersama sepasang suami istri pun ingin berkunjung ke pesantren,untuk membicarakan soal lamaran Malik,entah kenapa Rani merasa sedikit tidak tenang. Dia pun selalu berusaha atur nafas agar kembali tenang,hal itu pun membuat Sinta sedikit bingung.
" entahlah kak,aku merasa sedikit gugup dan merasa hatiku tak tenang." ucap Rani,namun segera di tenangkan oleh Sinta dan David. dia pun berusaha setenang mungkin.
Sesampainya di pesantren mereka pun di sambut seperti biasa oleh om Ridwan,yang beda hanyalah sikap Aisyah kepada Rani,membuat semua orang heran,pasalnya mereka semua tau hubungan Aisyah dan Rani sangat dekat dan kali ini tiba tiba renggang. Melihat hal itu bu Mayang pun terdiam.
" sayang,aku mau bicara sama kalian dulu soal kerjaan,ada hal yang mama gak bisa selesaikan. Bisakah kalian bantu mama?" ucap bu Mayang tiba tiba,membuat om Ridwan sedikit kesal dan Aisyah pun. juga ikut kesal pasalnya mereka semua penasaran akan hal apa yang mau di sampaikan Rani.
__ADS_1
" sayang,mereka baru aja sampai biarkan istirahat dulu sambil bincang bincang ringan,soal kerja nantilah." ucap om Ridwan mencoba menghalau bu Mayang.
" maaf mas,tapi kan mereka lama nanti di sini,mereka akan makan malam kadi sebaiknya kerjaan dulu aku bahas sama mereka. tidak apa kan mas?" ucap bu Mayang dan akhirnya di izinkan sama om Ridwan. Mereka pun berlalu ke halaman belakan di mana taman yang Indah dan jauh dari om Ridwan. Di Sana juga tidak ada orang selain mereka. Nampak bu Mayang membawa beberapa berkas dan tas kerjanya,membuat David berpikir akan kerjaan apa yang bu Mayang tidak bisa selesai kan.
" dengarkan mama,apa yang kita lihat kadang tidak seperti yang sebenarnya,yang kita anggap baik tidak selamanya baik." ucap bu Mayang tampak membuka berkas,dia oun berpura pura seolah membahas pekerjaan karena dia dapat melihat kalau om Ridwan mengawasi mereka.
"dengarkan mama,ini surat surat kepemilikan rumah dan perusahaan serta perkebunan milik mama,aku minta kalian menjaganya dengan baik. besok mama akan ke notaris untuk mengubah kepemilikan semua itu atas nama kalian. Mama tidak mau di tolak. Perkebunan dan hotel untuk Rani, dan perusahaan untuk David,kalau butik untuk Sinta. kalian tidak keberatan kan kalau mama membaginya seperti itu?" tanya bu Mayang sambil tetap mengawasi om Ridwan.
" sebenarnya ada apa Ma,kenapa tiba tiba mama membagi warisan seperti ini? apa ada masalah?" tanya Rani.
" dengar sayang Ridwan bukan orang baik kita harus waspada. kalau tiba tiba mama meninggal,mama tidak khawatir akan harta mama. ini atm mama dan black card mama,kamu pegang semuanya,pin nya adalah tanggal lahir kamu. mama takut mereka hanya mengincar harta mama,dan kamu Rani,berhati hatilah,jangan terlalu sering ke sini,mama takut Aisyah mencelakai kamu." terang bu Mayang semakin membuat mereka bertiga semakin bingung.
" sebenarnya apa yang terjadi ma kenapa mama membuat kami bingung seperti ini.?" tanya Sinta yang di angguk ki sama David dan rani.
" sebenarnya mama juga belum tahu betul,cuma tadi mama mendengar percakapan Aisyah dan om Ridwan,kalau Aisyah mencintai Malik dan akan melakukan apa pun untuk mendapatkannya walau harus mencelakai kamu Rani. Asal kalian tahu pesantren ini bukan milik mereka,mereka hanya merampas dari pemilik aslinya." ucap bu Mayang membuat David,Sinta dan Rani terkejut.Mereka tidak menyangka kalau orang yang mereka anggap orang baik ternyata orang yang paling jahat,menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginan mereka.
__ADS_1
" lalu aku harus bagaimana ma,,Malik sudah melamar aku dan mau nikahi aku minggu depan?" ucap Rani sukses membuat bu Mayang terkejut.