Suamiku Diatur Mertuaku

Suamiku Diatur Mertuaku
30


__ADS_3

Melihat sang tamu masih ingin bicara sama Rani,Malik pun segera undur diri dan memaksa Cia keluar namun tetap di tahan sama Rani.


" maaf pak Malik,biar Cia menemani saya di sini,kalau boleh bapak juga bisa menunggu kak Gio selesai,setidaknya saya tidak berdua di dalam ruangan ini." ucap Rani membuat Gio membulatkan matanya,pasalnya apa yang ingin dia bicarakan tidak ingin di dengar orang lain,hadirnya Malik akan membuatnya tidak bebas berbicara. Malik pun merasa bimbang antara keluar atau menetap pasalnya dia baru kenal Rani dan belum akrab,tapi harus mendengar pembicaraan yang tampaknya sedikit pribadi.


" maaf sebaiknya saya keluar,biar Cia  di sini, Cia jangan ganggu tante ya." pesannya pada anaknya,dan hal itu nampak memberi kelegaan pada Gio. Rani pun meminta Gio untuk bicara.


" baiklah,aku hanya ingin minta butik dari Rasya." ucapnya membuat Rani menatap tak percaya apa yang Gio ucapkan. Tanpa mereka sadari ternyata David sudah menguping pembicaraan mereka,niat ingin menemui Gio karena rindu ternyata sang sahabat berubah menjadi orang lain


" apa maksud kamu Gio meminta butik tersebut? Kamu kan tau,itu pemberian Rasya untukku." ucap Rani,membuat David yang ingin masuk mengurungkan niatnya. Malik yang melihat David mematung depan pintu ruangan,ingin menegur namun langsung di beri kode untuk diam. Dia oun kembali diam dan duduk.


" kamu sudah ada bagian,dan aku tidak pernah meminta bagian kamu. Kenapa kamu berubah?" tanya Rani membuat Gio tertawa.


" kamu pikir aku benar benar suka sama kamu,aku lakuin semua permintaan Rasya karena dia memberi aku keuntungan. Kamu tuh bukan seleraku,atau pun Tania." ucapnya dan tak lama datang seorang gadis yang benar benar cantik dan seksi,pakaian yang sangat terbuka dan serba ketat menonjolkan semua bagian tubuhnya. Malik yang melihat itu langsung memalingkan wajah,sedang David menatap wanita tersebut dengan jijik.


" permisi,aku mau menjemput kekasihku." ucapnya mendorong pintu dan masuk. Membuat Rani terkejut,David pun akhirnya masuk,sedangkan Cia tertidur di pangkuan Rani.


" kenapa lama sekali sayang,aku tuh bosan menunggu." ucap gadis itu dengan manja. Membuat Rani memutar bola matanya dengan malas..

__ADS_1


" maaf sayang,sebentar lagi." ucap Gio.


" gimana Ran,aku harus mendapatkannya, itu adalah hak ku karena aku yang merintisnya dari nol. Kamu hanya menerima beres saja,alias numpang menikmati. Kalau bukan karena Rasya aku sebenarnya malas mendekati kamu." lanjutnya membuat Rani semakin sakit hati,air mata pun menetes. Melihat hal tersebut David pun menonjok Gio,dia benar benar marah atas apa yang Gio ucapkan. Mendengar suara ribut,Malik pun segera melihat ke dalam. Dia segera membawa putrinya dan menitipkan pada Linda sekertaris Rani, dan kembali masuk namun saat dia masuk dia melihat wajah Rani memar dan keningnya berdarah,di lengan kanan Rani juga terdapat bekas cakaran.


Malik pun segera memanggil anak buahnya yang ada di luar kantor. Saat selesai menghubungi anak buahnya Malik melihat pacar Gio menjambak rambut Rani membuat Rani tidak bisa melawan.


" cepat singkirkan mereka semua" ucap Malik pada anak buahnya,dan segera mereka pun menangkap Gio dan kekasihnya tersebut sedangkan Rani dengan penampilan yang sangat berantakan segera melihat David yang memar di seluruh wajahnya sedang kan Gio pun tak beda jauh dengan David. Tak lama kemudian Sinta masuk bersama bu Mayang,mereka terkejut saat melihat keadaan yang berantakan,beberapa satpam kantor juga luka luka akibat perkelahian tersebut.


" ada apa dengan kalian,kenapa seperti ini?" tanya bu Mayang menghampiri Rani. Sedangkan Gio dan pacarnya segera pergi.


" aku pasti akan kembali Ran." ucap Gio keluar berlalu sambil menarik kekasihnya. Sepeninggalnya Gio bu Mayang dan Sinta  pun bertanya perihal yang terjadi.


" gak bisa gitu,Rasya yang berjuang membangun perusahaan dan butik itu untuk kamu nak." teriak bu Mayang tanpa sadar,tak lama datang seorang dokter membuat semua di ruangan tersebut bertanya siapa memanggil dokter. Belum ada yang bertanya datang Cia membawa banyak cemilan bersama Linda.


" om Titan ada dsini juga ,mw periksa siapa?" tanya Cia membuat semua orang menatap Malik.


" maaf saya melihat kalian semua terluka jadi saya memanggil dokter Tristan." ucapnya melirik Rani.

__ADS_1


" sebaiknya kalian obati luka kalian dulu,ayo kita pindah ke ruang tunggu saja dan biarkan Ob membereskan kekacauan ini." ucap Sinta. Dan mereka pun semua keluar dari ruangan Rani. Setelah mengobati luka mereka bu Mayang segera bertanya yang terjadi,dan Rani pun menceritakan semuanya dengan berlinang air mata. Malik yang tidak paham hanya diam mendengarkan.


" ini tidak bisa di biarkan, sebaiknya kita melalui jalur hukum. Dia tidak bisa meminta karena memang ini punya kamu dari Rasya." ucap Mayang.


" apa boleh saya tau duduk persoalannya,saya bisa bantu urus pengacara." tawar Malik,dari tadi dia melirik Rani,sepertinya Rani sangat terpukul akan Kejadian hari ini.


" Ma,bisakah biarkan saja dia mengambilnya,aku tidak mau jika suatu hari dia mengganggu ku lagi,kalau kita berikan saja biar dia pergi jauh. Aku tidak mau melihat dia lagi,aku tidak mau mengenal dia lagi." teriak Rani histeris membuat David dan Sinta segera memeluknya,Rani benar benar kacau saat ini membuat Malik semakin penasaran akan kisah Rani.


" kak aku tidak mau dia datang lagi,aku tidak mau dia menemuiku lagi,suruh dia pergi jauh,dia jahat kak,dia jahat." racau Rani dan tak lama kemudian dia pun tak sadarkan diri dalam pelukan David membuat David panik.


" tante cantik kenapa Pa,kenapa tante cantik sedih?" tanya Cia sambil menangis. Om Ridwan pun datang setelah di telepon bu Mayang. Malik pun segera mengajak bicara om Ridwan,dia penasaran dengan kisah Rani,Linda pun mengajak Cia untuk bermain tetapi dia tidak mau beranjak meninggalkan Rani,dia terus menangis di samping Rani yang belum sadarkan diri.


" sebenarnya ini masalah apa yang membuat dia terguncang seperti ini?" tanya Malik pada om Ridwan,dia pun menatap bu Mayang dan bu Mayang pun menceritakan semuanya tentang Rasya dan Gio membuat Malik geram.


" bisa hubungi pengacara yang menangani ini,dan bawa berkas berkasnya. Saya akan membantu untuk mempertahankan kan miliknya." ucap Malik bersungguh sungguh membuat om Ridwan bengong,pasalnya Malik memiliki team hukum yang kuat,apa yang ingin dia dapatkan akan didapatkannya. Malik yang terkenal pengusaha sukses di berbagai bidang namun tidak banyak yang tau kalau dia juga seorang pengacara handal dan memiliki sebuah perkumpulan yang di takuti sama semua bandit,ya seperti macam Mafia. Bu Mayang pun segera meminta pendapat David.


" baiknya kita tunggu Rani sadarkan diri dulu baru kita bicarakan." ucap David,dia tidak mau gegabah mengambil keputusan yang bisa menyakiti Rani. Tak lama Cia datang menghampiri papanya dengan mata berlinang air mata.

__ADS_1


" Pa,tante Cantik kenapa belum bangun,om Titan,obatin tante cantik cepat supaya bangun,Cia mau sama tante cantik." rengek Cia membuat dokter Tristan bingung.


__ADS_2