Suamiku Diatur Mertuaku

Suamiku Diatur Mertuaku
23


__ADS_3

Selama Rani di rawat,tak sedikit pun Gio meninggalkannya membuat David sedih melihat sahabatnya itu. Sedangkan Rani masih saja diam tidak menghiraukan Gio,dia sangat terpukul mengetahui keadaan Rasya.


" Ran,kamu makan ya sedikit saja. Setelah kamu sembuh aku janji akan menjauh jika itu membuatmu bahagia." ucap Gio membuat Sinta meneteskan air matanya,Rani pun masih dan tak bergeming. David pun mendekat pada adiknya itu.


" Ran,kamu harus sembuh kalau kamu sudah sembuh kakak janji akan membawa kamu menemui Rasya." ucap David,ya dia sudah bertekad akan membawa Rani bertemu Rasya,dia ingin masalah Rani dan Rasya selesai. Dan hal itu pun membuat hati Gio sedih karena bagaimana pun dia sudah jatuh Cinta pada Rani.


"Kakak janji?" tanya Rani,membuat Gio semakin sedih. Dia pun segera keluar dari ruang rawat Rani dan menuju taman rumah sakit. Sinta yang melihat kesedihan sahabatnya pun mengikutinya ke taman


Dan duduk di sampingnya,dia juga menghubungi David agar tidak mencarinya.


" Gio,kamu yang sabar ya,berikan waktu pada Rani untuk menyelesaikan semuanya bersama Rasya. Aku yakin Rani sebenarnya sudah Cinta sama kamu." ucap Sinta mencoba memberi pengertian pada sahabatnya.


" aku tidak apa kok Sin,aku memang harus mengerti posisi ku yang hadir sebagai pengganti." ucap Gia kemudian berdiri.


" untuk sementara aku akan menjauh,memberi waktu pada Rani. Dan aku harap kalian tidak menghubungiku dulu,biarkan dia mengetahui isi hatinya,apakah ada aku di dalam sana atau tidak." ucap Gio dan kemudian pergi meninggalkan Sinta.


Sedangkan di dalam ruang rawat Rani dan David bicara dari hati ke hati.


" Ran,kakak hanya mau tau apakah di dalam hati kamu benar benar tidak ada tempat Gio?" tanya David mencoba membuat Rani mengerti akan hatinya sendiri.


" entahlah kak,tapi kehadirannya sudah diatur,aku tidak yakin perasaannya tulus atau tidak. Saat ini aku hanya ingin bertemu Rasya kak." ucapnya sedih,dan tak lama kemudian Sinta masuk.


" Gio mana sayang?" tanya David.


" dia pergi,tidak mau di ganggu untuk sementara waktu ini,biarkan dia menenangkan hatinya." jelas Sinta.


" biarkan dia pergi kak,lihatlah dia tidak tulus padaku kan." ucap Rani,dan di dalam hatinya dia merasa sedih. " kenapa kamu pergi disaat aku butuh sandaran" ucapa Rani sedih,dia pun bingung apakah dia mencintai Gio atau tidak,tapi di saat Gio pergi dia merasa kehilangan.


Di luar negeri,Rasya kini makin drop dan sang kakek menghubungi Mayang.

__ADS_1


" anak kamu sekarang sakit,apakah kamu mau menemuinya atau tidak?" ucap sang kakek.


" baiklah ayah,aku akan menuju ke sana sekarang." ucap bu Mayang. Kepergian bu Mayang membuat pak Joni dan Ardi saling melirik,namun hal itu tidak luput dari pandangan Mayang. Dia pun segera tau kalau ayah dan anak itu punya rencana.


" kalian pikir aku wanita bodoh,jangan kira aku pergi namun tidak mengawasi kalian." ucapnya dalam hati,dia juga sudah memasang cctv dalam setiap sudut rumahnya.


" aku akan menemui anakku,kalian tidak apa kan ku tinggal." tanyanya pura pura khawatir.


" kamu tidak usah khawatir,aku akan meminta Ardi mengawasi perusahaan kamu." ucap Pak Joni. Mereka mengira kalau bu Mayang percaya pada mereka sepenuhnya.


" baiklah aku berangkat sekarang." ucapnya. Bu Mayang pun segera pergi,namun di menitip pesan kepada semua art di rumahnya agar mengawasi pak Joni sekeluarga,dan di perusahaan dia juga memerintahkan bagian keuangan agar tidak mengeluarkan uang tanpa tanda tangannya.


" aku tidak akan membiarkan kalian menikmati kekayaanku." ucapnya kemudian.


Setelah kepergian bu Mayang pak JoniĀ  dan Ardi pun duduk di ruang keluarga.


" kita harus bisa memanfaatkan keadaan saat ini,mumpung dia ke luar negeri. Kita harus menguasai hartanya agar hidup kita lebih baik lagi." ucap pak Joni.


"Hehehhe kamu itu melihat papa begitu yah?? Sebenarnya papa hanya ambil keuntungan saja,dia menyukai papa ya jadi turuti aja,harta dia banyak. Papa sangat mencintai ibu kamu." ucap pak Joni,tanpa mereka sadari kalau bu Retno mendengar hal itu dia lun menangis dan berlari memeluk suaminya.


" makan ibu ya Yah,selama ini ibu kira ayah benar benar mencintainya." ucapnya sambil menangis dan tetap memeluk sang suami.


" saat Mayang kembali,kamu harus tetap seperti biasanya agar dia tidak curiga,kita harus menguasai rumah dan hartanya. Toh dia tidak punya saudara dan anaknya juga sekarang sedang sekarat." ucap pak Joni. Tanpa mereka semua sadari percakapan mereka terekam cctv dan seorang art kepercayaan bu Mayang mendengar dan merekamnya.


" dasar para manusia benalu,di tampung di rumah nyonya malah ingin menguasai,ingin kaya ya kerja dan usaha jangan merebut punya orang. Kasian nyonya,menikah sama keluarga parasit." ucap art itu dalam hati


Kini Rani sudah pulih,dia pun kini sedang mempersiapkan keperluannya ke luar negeri. Dia melihat handphonenya namun tak ada kabar dari Gio. Kini dia merasa ada yang hilang dan merasa hatinya seakan kosong.


" apa aku benar benar mencintai kamu Gio,kenapa disaat kamu menghilang aku merasa sepi." ucapnya pelan,dia merasa hatinya kosong.

__ADS_1


" kamu dah siap dek?" tanya David saat menemuinya di kamar.


" sudah kak,oya kak apa kak Gio ada menghubungi kakak?" tanyanya ragu,dan hal itu membuat David tersenyum,dia yakin Rani mencintai Gio.


" kamu rindu ya sama Gio.?" ejek David. Namun Rani terdiam dia pun memandang David sendu.


" aku tidak tau kak,aku hanya merasa kehilangan saat ini." ucap Rani dan air mata pun menetes.


" kamu yang sabar ya,dia pasti akan datang menemui kamu. Yuk kita berangkat sekarang." ajaknya.kemudian mereka menuju ke bandara. Saat di bandara Rani masih seperti sedang mencari seseorang,dia sangat ingin bertemu Gio.


" kamu nyari siapa Ran?" tanya Sinta yang sedari tadi melihat Rani celingak celinguk.


" kak Sinta,apa kak Gio tidak menghubungi kakak?" tanya Rani dengan suara pelan.


" tidak ada dek,kamu sekarang fokus ke tujuan kamu,jaga kesehatan ya di sana,ingat jangan makan yang pedas pedas dan obatnya jangan lupa di minum." nasehat Sinta.


" kak,kalau kakak ketemu sama kak Gio,tolong suruh dia hubungi aku." ucap Rani.


" kamu merindukannya Ran?" tanya Sinta.


" iyya kak,aku merindukannya,aku merasa kosong tanpanya." ucap Rani mengungkapkan perasaannya. Kini dia sadar kalau dia benar benar mencintai Gio. Tanpa mereka sadari kalau Gio ada di dekat mereka dengan penampilan seperti wanita,dia pun tersenyum karena mendengar ucapan Rani. Namun masih menahan diri agar tidak menampakkan dirinya,dia ingin Rani menyelesaikan hubungannya dengan Rasya.


" ternyata kamu juga mencintaiku aku akan menunggu kamu." ucapnya dalam hati. Rani dan David pun berlalu meninggalkan Sinta sendirian.


" semoga kebahagiaan cepat mendatangi kamu dek,kakak akan mencari Gio." ucap Sinta berbalik.


" aku dengar semuanya." ucap Gio membuat Sinta kaget. Sinta pun membelalakkan mata karena orang yang dia kira wanita yang sejak tadi duduk di belakang mereka ternyata dia adalah Gio.


" dasar gila,ngapain juga dandan macam waria gini sih?" ucapnya kesal karena terkejut sama Gio.

__ADS_1


" aku bahagia karena ternyata dia mencintaiku,oh bahagianya hatiku." ucap Gio sambil memeluk rambut palsunya membuat Sinta mendelik malas.


" dasar bucin gila." dia pun keluar dari bandara dan di kejar sama Gio.


__ADS_2