
Hari hari kini aku lakui dengan tenang tanpa gangguan dari keluarga bang Ardi. Tiap hari juga aku selalu melihat bang Ardi bekerja di kantor sebagai cleaning service,miris sekali melihatnya dari seorang manager jadi cleaning service. Tapi sayang,kelakuannya masih aja sombong.
" lihat saja nanti,setelah aku keluar dari perusahaan ini aku akan memiliki perusahaan yang lebih besar dari ini." ucapnya sombong pada teman kerjanya.
" ngehalu jangan ketinggian dong Di,kalau jatuh sakit banget rasanya." ucap salah satu temannya.
" lagian sekarang tuh ibu jodohin aku sama seorang janda kaya raya, katanya dia pemilik hotel Bintang lima yang cabangnya di mana mana itu. Itu loh hotel yang di jalan kenanga itu." ucapnya serius.
" wah maksud kamu bu Mayang si janda kaya Raya yang terkenal dengan bisnis perhotelannya itu?" ucap Toni salah satu teman seprofesinya.
" aku belum ketemu sih rencananya ntar pulang kantor janjian sama ibu dan calonku itu." ucapnya bangga yang hanya mendapatkan gelengan dari teman temannya. Mereka semua tidak mau menanggapi Ardi lagi dan memilih kembali bekerja.
POV Author
Pulang kantor Ardi pun buru buru pulang ke rumahnya karena malam ini Ardi dan ibu Rerno janjian sama bu Mayang, Ardi pun tidak tau bagaimana tampang bu Mayang. Dia hanya tau Dari cerita ibunya kalau wanita itu cantik dan sexy,penampilan juga selalu modis katanya. Malam ini mereka janjian di restoran ternama. Mereka bertiga pun berangkat karena tidak mau bu Mayang menunggu lama. Bapak Joni yang biasanya malas gabung entah kenapa dia mau saja diajak bu Retno ikut.
" sekali kali bapak makan enak di restoran,jadi bapak mau ikut. Bosan makan di rumah terus." ucap pak Joni saat ditanya anaknya.Ardi pun memaklumi karena selama ini bapaknya selalu menolak tiap diajak oleh ibu Retno kalau ada acara di luar.
Sesampai di restoran mereka pun duduk di ruang VIP yang memang sudah di reservasi bu Mayang. Ternyata bu Mayang belum datang. Mereka pun memesan minuman untuk menemani mereka.
" bapak ke toilet dulu ya,kebelet nih." pak Joni pun beranjak dari duduknya, tak lama ber selang kepergian pak Joni seorang ibu ibu modis dengan gaya sosialita masuk,sepertinya itu bu Mayang.
" maaf di jalan tadi macet,apa jeng Retno dah lama nih menunggu?" tanya wanita itu pada bu Retno.
" kami baru aja sampai kok jeng May." jawab bu Retno.
__ADS_1
" cuma berdua aja nih jeng?" tanya bu Mayang.
" ada bapak tdi lagi ke toilet. Oiyya kenalin nih jeng anak aku Ardi." ucap ibu Retno mengenalkan putranya pada bu Mayang.
" duh ternyata anak jeng Retno sangat tampang dan gagah." ucapnya sambil tersenyum genit. Tak lama pak Joni pun masuk dan bergabung.
" maaf di toilet tadi antri lama." ucap pak Joni dan langsung duduk.
" ini suami jeng Retno ya? Kenalin saya Mayang." ucapnya mengenalkan dirinya pada pak Joni.
" Joni," ucap pak joni singkat. Mereka pun memesan makanan sesuai selera masing masing.
" tampaknya nih ayahnya lebih gagah dari pada anaknya,lebih hot. Tapi gimana aku bisa deketin bapaknya,apa perlu aku nikahi anaknya dulu." ucap dalam hati bu Mayang,sepertinya lebih tertarik pada pak Joni dari pada sama Ardi.
" bu Mayang ini lebih sekai dan menggairahkan dari pada Retno. Gimana caranya supaya bisa ku miliki nih. Badannya masih hot bikin aku jadi bergairah saja,semoga saja dia mau aku dekatin." ucap pak Joni dalam hati. Ternyata dia pun tergoda Pada wanita yang akan di jodohin sama anaknya.
" bisa bisanya ibu jodohin aku sama wanita yang seumuran sama ibu. Aku bisa malu dong bu sama teman temanku,apa lagi kalau ketemu Rani,dia bisa menghinaku bu." ucap Ardi protes.
" yang penting dia itu kaya Di,kita bisa hidup enak kembali. Ibu tuh kangen pengen kumpul sama teman teman ibu." ucap bu Mayang.
" benar Ardi,bapak juga pengen selalu makan enak dan bersantai. Bapak kangen juga pengen pergi mancing sama teman teman bapak dulu,kalau kita masih miskin begini bapak malu kumpul sama mereka lagi." ucap pak Joni mempengaruhi Ardi.
" ya kalau kamu menikah dengannya selain dapat harta dan hidup nyaman,bapak akan mendekatinya." ucap dalam hati pak Joni.
" tapi pak,umurnya jauh banget diatas Ardi, pantasnya jadi ibu aku." tolak Ardi.
__ADS_1
" kamu mau selalu jadi tukang bersih bersih di kantor kamu itu,kalau kamu menikah sama Mayang kamu bisa kelola hotelnya atau perusahaannya. Hidu kamu lebih terjamin,kami pun orang tua kamu bisa hidup lebih nyaman. Setidaknya kamu jadi berbakti." ucap bu Retno,membuat Ardi terdiam tampaknya sudah terpengaruh sama bu Retno. Tak lama bu Mayang kembali bergabung.
" duh jeng Mayang, gimana sekarang bisnisnya.?" tanya bu Retno.
" Ya begitulah jeng,aku butuh seseorang di rumah yang menemaniku." ucap Bu Mayang.
" gimana nih menurut jeng anak saya ini? Apa cocok nih buat dampingi kamu jeng?" tanya Retno.
" gimana dengan Ardi sendiri jeng,mau gak mendampingi aku." tanya Mayang tersenyum malu.
Bu Retno pun menyikut Ardi,minta supaya Ardi menerimanya. Dengan terpaksa pun Ardi setuju.
" ya sudah semua setuju,jadi kapan nih bisa di resmikan? " tanya pak Joni.sepertinya dia sangat bahagia akan perjodohan anaknya.
" secepatnya,karena aku mau kita sudah menikah sebelum anak ku pulang dari luar negeri." ucapnya.
" tapi gini loh jeng,Ardi ini kan butuh kerjaan juga soalnya dia sudah gak ada kerjaan apa bisa jeng memberinya pekerjaan? "Tanya bu retno.
" bisa kok tenang aja,jeng Rerno mau kerja juga? Aku bisa member kesibukan. Dan mas Joni juga bisa aku berikan kesibukan." ucap mayang.
" aku sih jeng maunya buka butik,kalau bapak sih biasanya dia di rumah piara ikan dan burung." ucap bu Retno,sedang pak Joni terdiam dengan fantasinya.
" baik,aku akan memberikan jeng Rerno butik,dan mas Joni bisa koleksi birung dan ikan,Ardi nti kerja di perusahaan ku. Kamu mau kan?" tanya Mayang sama Ardi yang di angguki saja. Setelah selesai mereka pun semua keluar dan saat di pintu keluar tampak bu Mayang memberikan secarik kertas kepada pak Joni secara sembunyi di sertai kerlingan mata dan senyum genit. Tampaknyamereka sama sama suka,anak yang di jodohin tapi bapak yang jatuh Cinta. Pak Joni pun membuka secarik kertas itu sembunyi sembunyi,dia pun tersenyum bahagia. Ternyata itu nomor handpone bu Mayang. Mereka pun berpisah dan akan kembali bertemu saat waktunya akan membicarakan pernikahan Ardi dan Mayang. Ardi pun kini tampak lesu karena perkiraan meleset jauh dari kenyataan,ya dia masih membayangkan kalau bu Mayang masih muda,tapi ini sudah berkepala lima.
" kirain masih kepala tiga ternyata menuju nenek nenek." omelnya saat perjalanan pulang.
__ADS_1
" yang penting kaya,toh kalau sudah tua gak lama lagi dia di panggil tuhan kan kamu bisa kuasai hartanya." ucap pak Joni,nampaknya dia sangat ingin Ardi menikah sama Mayang. Akhirnya Ardi oun diam karena bapak dan ibunya tidak mengijinkan dia untuk menolak perjodohan ini. Nasib punya orang tua yang hanya peduli akan harta tanpa peduli pada perasaan anak.