
Esok harinya,Karena David masih tidak mau memberitahu Sinta siapa tamunya,maka Sinta pun ngambek membuat Rani sibuk sendiri.
" duh udah dong kak,mungkin teman lama kalian yang mau datang dan kak David mau memberi kejutan buat kakak." rayu Rani.
" ayo kak,temani aku belanja bahan masakan buat makan malam nanti. Kalau gak belanja apa mau ku masak,isi kulkas juga sudah kosong. Masa hari sabtu gini diam di rumah." omel Rani.
" kaka lagi sakit perut Ran,malas kemana mana. Kamu pergi sendiri dulu ya." ucap Sinta.
" ya ampun wajah kakak pucat banget,kakak sakit? Apa perlu kita ke rumah sakit?" tanya Rani.
" bisa bikin kan kakak,air gula jahe?" tanya Sinta membuat RaniĀ mengernyitkan dahinya.
" kakak datang bulan?" seketika Rani ingat kebiasaan bulanan Sinta.
" iyya,makanya kakak mager,ini hari pertama." jelas Sinta,membuat Rani kasihan karena wajahnya sangat pucat . Dia pun segera membuatkan air gula merah sebelum berangkat belanja.
" ini kak minum selagi hangat. Kaka tidak apa aku tinggal sebentar ya,soalnya harus belanja buat ntar malam." ucap Rani yang hanya di jawab anggukan sama Sinta, Rani pun menghubungi David untuk memberi tahunya kalau Sinta tidak enak badan dan tidak afmda menemaninya.
" baik,kaka temani Sinta supaya kamu bisa belanja dengan tenang. Kamu bisa kan belanja sendiri? Aku ajak bik Sumi nti ke apartemen supaya gak ada fitnah. Sekalian nti ada bantuin kamu." ucap David.
Rani pun menuju pasar tradisional,karena selain harganya murah sayuran di sana masih segar. Rani yang memang lebih senang belanja kebutuhan dapur di pasar tradisional dari pada di swalayan. Saat sampai di penjual ikan tidak sengaja ada seseorang menabraknya sampai terjatuh,alhasil bajunya kotor,untung belanjanya tidak tercecer.
" kalau jalan tuh hati hati dong,gak liat apa orang bawa barang begini main ditabrak saja." omel Rani.
" maaf mbak,aku kejar ponakanku,maaf banget mbak" ucap pria tadi.
" tante maafin om aku,jangan marah lagi,ini salahku." ucap anak kecil itu dengan wajah menahan tangis,matanya berkaca kaca membuat Rani iba.
" ya sudah gak apa apa,lain kali jangan lari lari di tempat ramai gini,gimana kalau om kamu gak bisa ngejar dan kamu di culik orang jahat?" ucapnya. Dia pun berdiri dan menatap pria yang menabraknya seketika matanya membola.
" kamu?" tanya Rani,dan pria itu pun cengengesan.
__ADS_1
" maaf aku benar benar tidak sengaja,sebagai ganti ruginya aku bantuin kamu bawa belanjanya dan antar kamu pulang." ucap pria itu yang tak lain adalah Gio.
" bantuin aku bawa ke mobil aja,aku rempong mana pinggang sakit lagi habis jatuh." omel Rani.
Dan Gio pun membantu membawa belanjaan Rani setelah semua belanjanya lengkap.
" ada pesta ya,belanjanya banyak banget?" tanya Gio,namun Rani masih diam saja.
" heran deh, ada ya cowo se cerewet gini,ngalahin emak emak tukang gosip." ucap Rani dalam hati.
" makasih ya sudah di bantuin,permisi." ucap Rani masih kesal sama Gio.
"Cewek yang unik,cantik pula." gumam Gio setelah mobil Rani sudah tidak terlihat.
" hayo om Gio kenapa liatin tante tadi,naksir ya?" ejek Reza sang ponakan. Mereka pun juga meninggalkan pasar setelah keperluan yang di carinya di dapatkan.
Sesampainya di apartemen Rani masih saja ngomel tak karuan,rupanya dia masih kesal atas peristiwa yang menimpanya di pasar.
" loh Ran,celana kamu kenapa kotor begitu,hmm bau amis lagi." ucap David.
" gak usah protes,buruan bawa belanjaan aku mau mandi segera mungkin. Aku benar benar kesal hari ini,apes bener hidupku hari ini. Belanja sendirian,di tabrak cowo rese yang cerewet. Mana jatuhnya di tempat ikan pula,kaka kira aku tahan bau amis ikan inj. Setelah ini,kakak cuci tuh mobil biar hilang baunya." omel Rani panjang lebar membuat David bengong. Dia pun di tinggal sama Rani.
" den David,jangan bengong aja tuh natar non Rani makin ngamuk. Ternyata kalau dia marah seram juga." tegur satpam yang berjaga.
" ngeri juga dia kalau marah." ucap David berlalu.
Rani pun setelah mandi segera memulai memasak,dia masih dengan wajah cemberutnya.
" bi Sumi,jangan dekat dekat dulu,ntar malah tambah ngamuk,nti tugas bi Sumi menata dan mencuci peralatan saja ya,biarkan dia masak sendiri dulu." ucap David,dia takut melihat wajah Rani yang tampak di kelilingi awan hitam,bemar benar gak enak di pandang.
" memang Rani kenapa kak?" tanya Sinta.
__ADS_1
" kakak juga gak tau,pas tadi kakak bantuin bawa belanjanya,kaka liat pakaiannya kotor,sepertinya dia jatuh di pasar tadi." jelas David.
" wah bakalan penuh tuh meja makan kak,bisa bisa semua belanjanya tadi di masak semua." ucap Sinta. Melihat wajah mendung Rani kini tidak ada yang berani mendekat. Mereka memilih menonton saja dari pada kena semprot.
" den,tampaknya non Rani mulai senang,tuh mukanya dah ceria lagi. Tapi semua belanjanya tadi di masak tuan,bahkan isi lemari benar benar kosong." ucap bi Sumi.
" waduh parah,siapkan rantang ya bi,karen otomatis gak bakalan habis nih masakan." ucap Sinta." dan kak,besok belanjai aku ya,buat persiapan seminggu ke depan,karena tuh benar benar di masak semua." lanjutnya sinta yang di angguki David. Tampak pula Rani selesai dengan acara memasaknya,wajahnya pun sudah ber sinar kembali. Dia pin segera membersihkan diri dan istirahat di kamarnya. Sedangkan bi Sumi menata masakan di meja makan dan membersihkan dapur.
Pukul 19.00
Bell apartemen pun berbunyi ternyata tamu undangan David yang akhirnya datang.
" mari masuk,kamu sendirian aja?" tanya David.
" aku bawa ponakan nih, lagi usil di bawah." tunjuk Gio pada Reza yang jongkok di bawahnya.
" ya ampun Reza,ayo masuk ngapain jongkok di situ." ajak David. Mereka pun duduk di ruang tamu.
" Sin,sini sayang lihat siapa yang datang." panggil David,dan Sinta pun keluar.
" Nino? Reza?" ucap Sinta yang di balas tawa sama Reza,pasalnya mereka semua tau kalau Gio paling anti di panggil Nino.
" kebiasaan ya kalian,manggil nama itu terus. Dasar pasangan jahil." omel Gio,sedangkan Reza masih tertawa dan akhirnya Gio pun membekap mulutnya.
" dasar nih bocil usil,ketawa terus." omelnya.
" Sayang panggil Rani dong." perintah David. Tak lama kemudian Rani pun keluar bersama Sinta.
" kamu" ucap Rani bersamaan dengan Gio.
" tante cantik?" panggil Reza. Membuat David dan Sinta bengong.
__ADS_1