
Saat yang lain sibuk mencari Cia,dan Rani sibuk melarikan bu Nancy ke rumah sakit,beda halnya dengan ayah dan anak ini. Mereka justru sibuk mencari berkas berkas kekayaan bu Mayang. Beruntung semua sertifikat sudah di serahkan kepada David dan Rani. Untung sebelum ikut bergabung ke ruang tamu tadi David membawa berkas berkas tersebut ke mobilnya. Saat sedang sibuk mencari Cia, tiba tiba anak buah Malik yang di markasnya menelpon memberitahukan kalau Ardi tewas bunuh diri dengan mengiris pergelangan tangannya.
" kalian tidak mengawasinya dengan benar hah?" tanya Malik marah,pasalnya dia berencana setelah menikah dia ingin Rani melampiaskan arahnya kepada Ardi.
" maaf bos,tadi dia minta tidur dan minta selimutnya diganti,katanya dia kedinginan,kami tidak tau kalau ternyata dia sudah memegang alat penyangga obat nyamuk,dan dia pakai itu mengiris nadinya bos." ucap anak buah Malik.
" ya sudah suruh anak buah kamu menguburkan dengan layak,jangan lupa memberi tahu orang tuanya." ucap Malik.
" maaf bos,orang tuanya juga meninggal kemarin di penjara,ayahnya meninggal karena di tusuk sama preman di penjara dia menghina barong jadi barong langsung menikamnya. Sedangkan istrinya di keroyok karena menghina teman selnya." lapor anak buah Malik membuat Malik kesal,semua orang yang menyakiti Rani meninggal satu per saru tanpa dia mengotori tangannya.
" ya sudah kamu bantu cari Alexia dia kabur entah kemana." perintah Malik membuat anak buahnya tertawa.
" bos napa rempong benar,kan ada alat pelacak di anting non Cia bos,nyalain aja hp bos." ucapnya tetap tertawa membuat Malik memarahinya.
" diam kamu Roy,awas kalau ketemu." ucap MAlik.
" kamu kalau panik kebiasaan lupa segala hal,pasti sekarang nyonya jantung lagi,semoga tidak parah. Kalau kamu bukan bos sudah ku tempeleng kamu." ucap Roy kaki tangan Malik di Markasnya,Roy adalah sahabat yang mana masih saudara sepupunya,dia angkat jadi kaki tangannya karen hobby Roy yang suka tawuran.
__ADS_1
Di rumah sakit, Rani sedang menunggu namun dokter belum ada yang keluar membuat dia cemas.
" kamu tenang dulu,pasti dia baik baik aja."ucap David menenangkan Rani. Tak lama dokter pun keluar,dengan segera Rani mendekati dokter.
" bagaiaman keadaannya dok?" tanyanya cemas.
" tidak perlu khawatir,dia biasa begini cuma kalau sampai itu terjadi lagi maka mungkin nyawanya tidak tertolong,dia sudah terlalu sering kena serangan jantung ringan." ucap dokter menjelaskan. Rani pun akhirnya senang dan merasa lega,
" biarkan dia istirahat dulu,nanti setelah pindah ke ruang perawatan kalian boleh menjenguknya. Suster,siapkan kamar nyonya Nancy." perintah dokter membuat Rani tercengang,hal itu membuat dokter tersenyum.
" tidak usah khawatir,ini rumah sakit milik si Malik. Btw kamu siapanya Malik?" tanya dokter membuat Rani gelagapan.
Di pesantren karena tidak ada yang melihat,om Ridwan pun menggeledah lemari Bu Mayang,dia bersama Aisyah mengobrak abrik lemari bu Mayang,sedangkan bu Mayang masih menemani Malik bersama dengan David.
" tuan Malik,saya baiknya kembali ke pesantren saya khawatir sama Putri saya Rani." ijin bu Mayang. Baru akan beranjak bu Mayang menerima telepon dari Rani.
" ya sayang kamu aman kan?" tanya bu Mayang cemas,dia pun tanpa sadar menitikkan air mata.
__ADS_1
" baiklah sayang,mama menyusul ke sana sama David." ucap bu Mayang dan dia pun menyampaikan kepada Malik soal ibunya yang di bawa ke rumah sakit. Saat akan berangkat ke rumah sakit,anak buah Malik pun membawa Alexia yang tengah tertidur.
" maaf bos kami menemukan dia tidur di pelataran mesjid sana." tunjuk anak buah Malik,dan dia oun mengambil alih anaknya dan segera menuju rumah sakit.
Di lain tempat,di pesantren para santri sibuk belajar,dan om Ridwan sibuk mengobrak abrik lemari bu Mayang.
" kok tidak ada apa apa sih bah,capek aku nyari." ucap Aisyah yang kelelahan,selesai membereskan lemari dan tempat tidur dia pun berbaring di ranjang. Melihat putrinya berbaring tiba tiba nafsu om Ridwan bangkit dia pun segera mendekati dan mengelus paha sang Putri.
" duh abah,aku tuh capek,gak dapat apa apa pula. Ntar kalau ada yang liat gimana,? Ucap Aisyah membuat om Ridwan terkekeh.
" tenang saja,mereka pasti sekarang di rumah sakit,abah kangen goyangan kamu. Sudah lama kamu tidak melayani abah." ucap om Ridwan,ternyata mereka sering melakukan hal menjijikkan tanpa peduli hubungan darah mereka. Mereka benar benar telah mengotori pesantren yang seharusnya tempat menimba ilmu agama malah mereka melakukan hal tercela. Untung saja para guru dan ulama yang bekerja di pesantren tersebut adalah yang beriman kuat bukan seperti mereka,entah apa jadinya pesantren tersebut kalau gurunya pun sama bobroknya dengan mereka.
Saat mereka asyik bercumbu,tanpa sadar ada santriwati yang sedang mencari mereka,dan mendengar ******* mereka,santri tersebut pun mengintip dari pintu yang tidak tertutup rapat,dia pun segera menutup mulutnya. Dia terkejut melihat di dalam kamar,dengan segera dia pun hati hati merekam aksi bejat pemilik pesantren yang di hormatinya tersebut. Puas merekam dia pun segera pergi dan kembali ke asrama. Dia pun segera melaporkan hal tersebut kepada Rani,dia menelpon Rani setelah mengirim video menjijikkan tersebut,Rani pun sangat terkejut namun dia segera menutupinya. Tidak sampai hati memberi tahu pada ibu angkatnya,namun dia tidak rela pula ibunya di khianati. Dia pun membicarakan hal tersebut pada Sinta dan hal tersebut membuatnya tercengang.
" apa yang harus kita lakukan kak,aku tidak rela mama di sakiti. Bukankah mereka ayah dan anak kandung?" ucap Rani tak habis pikir atas perlakuan om Ridwan dan Aisyah,saat semua tenggelam dalam pikiran masing masing,rombongan Malik bersama bu Mayang dan David. Melihat Rani dan Sinta bengong membuat mereka berpikir sesuatu terjadi pada ibu Nancy. Malik pun segera menemui dokter dan merasa lega karena ibunya tidak apa apa. Cia yang melihat Rani bengong tanpa peduli sekitarnya segera ke pangkuan Rani dan hal tersebut membuatnya terkejut. Melihat Cia di depan matanya dia pun segera memeluk dan menciumnya.
" lain kali jangan kabur lagi,gimana kalau ada orang jahat nyulik kamu terus ngancam papa kamu,kamu mau papa kamu sedih?" ucap Rani yang di balas gelengan sama Cia.
__ADS_1
" maafin Cia tante,Cia sedih karena Oma tidak mengijinkan tante jadi mamanya Cia." ucap Cia sedih membuat Rani pun ikut sedih.
" dengarin tante sayang,walau tante tidak menikah denga papanya Cia,tante Tetap sayang banget sama Cia. Kapan pun Cia mau ke rumah tante boleh." ucap Rani membuat Cia segera memeluknya dan mengucapkan terima kasih. Beda halnya dengan Malik dia hanya menatap sendu pada wanita pujaan hatinya. Kini dia harus berjuang extra untuk mendapatkan restu dari sang ibu.