
Setelah Rani sadar,mereka segera pulang dan kumpul di pesantren untuk meminta pendapat Rani mengenai masalahnya. Rani yang masih di kamarnya pun merenung akan mengambil sikap bagaimana nantinya. Sinta dan bu Mayang pun menyusulnya.
" Ma,kenapa Gio berubah begitu ma,kenapa dia tega sama aku." tangis Rani pun pecah dalam pelukan Sinta,dia sangat terpukul akan kedatangan Gio,orang yang dia rindukan dan selalu nantikan justru hadir membawa masalah.
" kalau kamu mau kita bisa memenjarakannya,bukti kalau kamu pemiliknya itu sah di mata hukum." ucap bu Mayang
" belum lagi apa yang telah di lakukan pada kamu siapa yang membuat luka luka ini dek?Apa pacarnya Gio?" tanya Sinta. Setelah tenang kembali Rani pun diajak kumpul bersama bu Mayang dan David,di sana jiga sudah ada om Ridwan dan Malik beserta team pengacaranya dan juga pengacara yang dulu mengatasi warisan Rasya.
"Sebenarnya ini murni kekayaan Bu Rani,karena pak Rasya sudah mewariskan semuanya pada beliau,kalau soal pak Gionino hanya mendapat 10% saham di perusahaan dan dia mendapat keuntungan 5% dari hasil butik jika dia bersama bu Rani,tapi kalau mereka tidak bersama maka dia tidak boleh mengganggu gugat hasil butik." ucap pengacara tersebut,demi membantu Rani pengacara tersebut dijemput oleh anak buah Malik. Rani pun terdiam,dia memandang David seolah meminta pendapat,Sadar dirinya di pandang dia pun hanya bisa menoleh dan menatap Rani dalam. Mengingat persahabatan yang terjalin bertahun tahun kini harus hancur hanya karena harta,David menghela nafas dalam mengingat semua kenangan mereka bertiga di mana selalu berbagi suka dan duka,tak terasa David meneteskan air mata. Melihat suaminya meneteskan air mata,Sinta hanya mampu menggenggam tangan suaminya.
" kalau aku menyerahkan butik dan perusahaan tersebut padanya apa kalian keberatan.?" tanya Rani pelan,membuat semua orang kaget.
" dengan catatan,butik itu tidak boleh memakai desainku dan nama RR lagi,dan perusahaan itu juga tidak boleh menggunakan nama RR dan memproduksi brand RR? Kak,tarik semua saham kita di perusahaan RR dan di butik,aku memilih menyerahkan semuanya dengan catatan dia tidak menggangguku lagi." ucap Rani tegas,membuat Malik kagum padanya tanpa sadar dia pun tersenyum. Aisyah yang melihat Malik tersenyum dengan memandang Rani membuatnya cemburu. Pasalnya selama ini dia selalu berusaha menarik perhatian Malik namun tidak pernah di lirik,dan sang Putri Alexia pun tidak pernah menyukainya. Aisyah kini merasa iri pada Rani,orang yang baru bertemu mampu menarik perhatiannya,sedangkan dia yang sudah dua tahun mencoba mendekati tapi tidak pernah dilirik sedikit pun.
__ADS_1
" kalau itu keinginan bu Rani,kita bisa membuat surat perjanjian agar kelak dia tidak merugikan pihak ibu." ucap pengacara tersebut dan semua pun setuju.
Sedangkan di tempat Gio,pulang dengan keadaan marah dan luka luka membuat sang ibu menjerit.
" siapa yang melakukan semua ini Yo? Tania apa yang terjadi kenapa Gio terluka?" ucapnya panik.
" ini semua tuh karena Rani gak mau menyerahkan butik sama kita tante."ucap Tania semakin memprovokasi Bu Rosa ibunya Gio.
" bu,sudahlah bu perusahaan dan butik itu milik Rasya yang di berikan ke Rani,aku tidak punya hak bu." ucap Gio,ternyata selama ini dia sudah disetir sama ibunya,dia selalu harus menuruti kemauan ibunya termasuk menyakiti Rani.
" tidak bisa begitu,kamu yang menemani Rasya dari nol jadi kamu yang lebih berhak. Kamu sama Tania secepatnya menikah tidak usah tunangan,agar ada membantu kamu urus perusahaan itu nantinya." ucap bu Rosa membuat Gio terdiam,dia selalu menuruti kemauan bu Rosa semua aturan harus diturutinya,bahkan memutuskan persahabatan dengan David. Kini dia hanya bisa terdiam. Dia kini sedih karena harus menikah dengan orang yang tidak di cintainya.
Setelah diskusi tentang perusahaan dan butik yang ini di berikan pada Gio,Rani pun merasa sedikit lega,seolah bebannya terangkat. Malik pun kini semakin kagum pada wanita tersebut yang tidak silau akan harta duniawi,dia bahkan tetap bekerja keras mengembangkan perusahaannya walau dia bisa saja bersantai dan berfoya foya. Setelah sembuh dari luka lukanya,Rani pun kembali bekerja,dia yang seorang wanita tidak bisa tinggal diam saja bukan karena ingin serakah tetapi baginya selama masih muda dan sehat dia akan bekerja untuk bekal anak anaknya dan masa tuanya nanti,pikirannya yang kini jauh memandang ke depan membentuknya jadi pribadi yang lebih dewasa,segala peristiwa telah dia lewati telah membuatnya menjadi wanita tegas dan tak mudah terintimidasi. Saat sibuk bekerja tak lama datanglah bu Mayang bersama Om Ridwan ingin mengajak makan siang,baru juga duduk di sofa tamu ruangan Rani masuk pula David bersama sang istri mereka pun ingin mengajak Rani makan siang bersama,Rani hanya bisa menggelengkan kepala melihat kekompakan mereka menemuinya.
__ADS_1
" baiklah,aku akan tinggalkan pekerjaanku sebentar,tapi kita makannya jangan jauh jauh karena jam dua aku ada meeting." ucap Rani serius membuat David menepuk jidatnya membuat Rani menegurnya.
" jangan bilang kakak lupa akan meeting kita nanti dan tidak mempersiapkan proposal kerja sama kita." tuduh Rani membuat David kikuk pasalnya apa yang dikatakan Rani benar,dia pun ingin undur diri dan batal ikut makan siang namun dengan segera Rani menahannya.
" aku sudah mempersiapkan semuanya,ayo kita makan siang agar nanti kita ada tenaga dan bisa fokus saat meeting,ingat kak tender kali ini harus kita dapatkan lagi. Mulai sekarang aku tidak mau ada kata gagal dalam memperebutkan tender." ucap Rani tegas membuat bu Mayang dan om Ridwan menghela nafas kasar,pasalnya dalam pandangannya saat ini Rani menjadi orang serakah. Menyadari kedua orang tua angkatnya menatapnya aneh dia pun jadi tau apa yang di pikirkan mereka,namun dia tetap memilih diam sampai di restoran samping kantornya,saat mereka semua duduk dan memesan makanan masing masing,Rani pun membuka suara.
" Ma,om.. Mungkin kalian berpikir saat ini aku serakah dalam hal pekerjaan,tetapi aku saat ini ingin melepas warisan dari Rasya dan akan menggantinya dengan perusahaan yang bergerak di bidang yang sama,aku juga akan membuat butik baru tapi aku tidak akan menarik satu pun karyawan yang dari sana,ini konsep butik yang akan aku dirikan dan aku sudah membeli rukonya,tempatnya juga jauh lebih strategis,dekat dari fakultas,perkantoran dan sekolahan." ucap Rani antusias,karena tekadnya kuat ingin menyerahkan semua milik Rasya kepada Gio maka dia akan menggantinya dengan milik sendiri dari nol,dia ingin mempekerjakan para preman dan gelandangan di perusahaannya nantinya walau hanya sebagai cleaning service,melihat banyaknya preman dan para pencopet kemarin membuatnya semakin ingin membuka lowongan.
" kemarin aku jalan jalan ke taman sendirian dan bertemu para anak jalanan,mereka sebenarnya anak anak baik cuma keadaan memaksa mereka melakukan hal itu. Minimnya pendidikan membuat mereka tidak di terima di mana pun. Saat ini aku membuka kelas buat mereka dan aku menyewa guru privat buat mereka belajar." ucap Rani membuat semua keluarganya bangga,dan Malik yang ada di belakang mereka tanpa mereka sadari ikut kagum mendengar penuturan Rani.
" wanita yang hebat,entah apa yang sudah kamu lalui sehingga kamu kini jadi wanita kuat seperti ini." ucapnya dalam hati.
" aku juga akan mengambil ibu ibu yang bisa menjahit buat desain aku,biar tidak ada lagi wanita yang ditindas sama suami mereka hanya karena mereka kerja di dapur saja,aku ingin mengangkat derajat para wanita sehingga tidak ada lagi istri yang di dzolimi oleh suami dan di tindas oleh mertua. Aku tidak mau apa yang pernah ku alami di alami oleh wanita lain." ucapnya menangisembiat semua yang mendengarnya ikut terharu.
__ADS_1