Suamiku Diatur Mertuaku

Suamiku Diatur Mertuaku
37


__ADS_3

Setelah mendengar penuturan Rani membuat bu Mayang segera bungkam,dia pun bingung harus melakukan apa demi keselamatan anak angkatnya.


Belum mendapatkan solusi tiba tiba om Ridwan datang menghampiri mereka pun segera mengemas semua berkas dan mereka pun semua tertawa kecil demi menetralkan ketegangan mereka,agar om Ridwan tidak curiga.


" di depa ada tuan Malik,katanya ada yang mau di bicarakan." ucap om Ridwan dan segera menghampiri bu Mayang dan mencium keningnya.


" duh abah makin mesra aja deh,bikin iri." ucap Sinta demi membuat om Ridwan tidak curiga.


" ayo anak anak kita masuk,tidak baik membuat tamu menunggu. Soal berkas berkas itu mama minta maaf merepotkan kalian ya,mama mau bersantai dulu bareng abah kalian," ucap bu Mayang berseloroh,sedangkan Rani kini dalam kebimbangan apa yang harus di lakukannya apa lagi Malik sudah di luar. Dia kini merasa takut,karena banyak hal yang harus dipertimbangkan,terutama keselamatan mama angkatnya tersebut.


Mereka pun kini masuk dan duduk di ruang tamu,nampak Aisyah selalu berusaha mencari simpati Malik dan Cia. Seolah memaksa Cia untuk menyukainya. Cia yang melihat Rani masuk langsung menghambur memeluknya,hal itu semakin membuat Aisyah semakin marah,dia pun mengepalkan tangannya.


" tante cantik,aku Rindu." ucap Cia yang hanya di balas senyuman sama Rani. Mereka segera duduk di hadapan Malik,di samping Malik ada mamanya.


" jadi kamu yang namanya Rani?" tanya ibu Nancy,ibunya Malik. Dia pun menelisik penampilan Rani yang tertutup dengan jilbab besar namun nampak modis,dia mencoba membandingkan dengan penampilan Aisyah walau masih memakai jilbab namun nampak kekinian alias jilbab yang masih menampakkan lekuk tubuh jadi nampak lebih modis dari Rani.

__ADS_1


" iyya tante,saya Rani,ini kaka saya David dan istrinya Sinta." ucap Rani memperkenalkan saudaranya,tak lama datang pula Aisyah dengan minuman dan cemilan membuat bu Nancy menyukai Aisyah,dia oun tersenyum lembut dan manis kepada Aisyah membuat Aisyah senang.


" kalau kamu yang cantik ini namanya siapa?" tanyanya pada Aisyah,dengan sikap malu malu pun Aisyah menjawab." Aisyah tante." ucapnya dengan suara dibuat selembut mungkin membuat yang mendengarnya terbuai namun tidak berlaku pada Malik dan Rani serta David cs mereka seolah mau muntah mendengarnya. Cia pun memutar matanya malas dan tetap stay di pangkuan Rani.


" tante Aisyah kok nada suaranya begitu banget,habis flu ya tante,gak biasanya suaranya begitu,biasanya juga seperti terompet." ucap Cia membuat Rani dan Sinta menggigit bibirnya demi menahan tawa,sedangkan Malik langsung tersedak air minumnya.


" Cia sayang tidak boleh begitu ya sama tante Aisyah. Cepat minta maaf." perintah Rani karena nampak wajah Aisyah memerah,Cia pun segera turun dari pangkuan Rani dan menuju ke Aisyah minta maaf. Setelahnya dia pun kembali ke Rani hal itu membuat bu Nancy merasa ada yang aneh karena cucunya tersebut tidak pernah mau berdekatan dengan wanita mana pun.


" kamu pasti mengguna gunai cucuku sehingga dia mau dekat denganmu" ucap bu Nancy membuat semua yang ada di ruangan terkecuali Aisyah,terlonjak kaget. Sedangkan Aisyah merasa senang dan tertawa dalam hati,dia bahagia melihat Rani sengsara.


" maaf ya tante,saya tidak pernah melakukan hal semacam itu. Selama ini cucu dan anak tante yang selalu datang menemui saya." bela Rani.


" sebenarnya saya datang ke sini mau melihat wanita mana yang anak saya Malik ini sukai,sehingga meminta saya melamarnya. Tapi melihat dari penampilannya membuat saya batal melamar." ucap bu Nancy membuat Malik dan Cia membelalakkan mata.


" mama"

__ADS_1


" oma" teriak Malik bersamaan dengan Cia.


" mama lebih setuju kmu bersam Aisyah dari pada wanita kampung itu." tunjuk bu Nancy pada Rani membuat Rani menghela nafas kasar.


" tuan Malik,bukankah dari awal saya katakan kita tidak cocok,cukup sudah penghinaan ini." ucap Rani tegar,dari awal memang dia belum memiliki perasaan apa pun pada Malik.


"Tidak usah jual mahal kamu wanita kampung,mana mungkin anak saya mengejar ngejar kamu kalau bukan kamu yang menggodanya duluan" hina bu Nancy membuat bu Mayang berdiri.


" sudah cukup bu Nancy,anak saya tidak pernah menggoda tuan Malik,selama ini anak saya hanya sibuk mengurus perusahaannya,dia tidak memiliki waktu untuk menggoda tuan Malik. Dan anda tuan Malik,tolong jauhi Putri saya." ucap bu Mayang menahan marah,dan Sinta pun mengelus bahunya supaya duduk kembali dan tenang. Mendengar hal itu Cia pun segera diam diam pergi,dia tidak rela jika papanya dan Rani batal menikah. Dia pun segera pergi keluar secara mengendap ngendap,tidak mau kalau pengawal sang ayah melihatnya,dengan hati hati dia pun keluar dari pesantren. Sedangkan di dalam belum ada yang menyadari kalau Cia menghilang.


" bukankah Rani seorang janda,bisa jadi dia merasakan kesepian jadi menggoda tuan Malik." ucap Aisyah tiba tiba membuat Malik marah.


" jaga bicara anda nona,selama ini sayah diam saat anda menyakiti Putri saya saat berkunjung ke sini,saya tau anda sering mencubit lengan Putri saya saat dia tidak menuruti anda. Saya juga tau selama ini anda menyukai saya,tapi anda bukan tipe saya." ucap Malik marah,dan Rani hanya terdiam,hatinya sakit di tuduh menggoda.


" maafkan Aisyah tuan Malik. Dia memang bukan wanita karier dan tidak memiliki kekayaan seperti Rani,tapi tolong jangan tuduh seperti itu Putri saya. Kami memang orang miskin jadi mungkin itu membuat tuan Malik tidak menyukai Putri saya dan menyukai Rani yang memang sudah kaya dari lahir." ucap om Ridwan semakin membuat Malik marah,dan semua orang tercengan mendengar ucapan om Ridwan.

__ADS_1


" sepertinya tuan Ridwan tidak tau apa apa tentang saya,selama beberapa tahun ini saya menjadi donatur untuk pesantren ini,anda kira saya tidak tau seluk beluk pesantren ini? Untuk apa saya mencintai wanita seperti Putri anda yang hatinya busuk bahkan rela menjajakan tubuhnya pada pria hidung belang. Jangan kira saya tidak tau,anda berada di balik pesantren demi menutup aib anda. Bukankah semalam anda melayani pria dari kota M,demi mendapatkan uang dan menjadikan mereka donatur di pesantren ini?" ucap Malik membuat semua orang terperanjat,pasalnya mereka tidak menyangka kalau Aisyah bisa melakukan hal tersebut. Wajah Aisyah pun berubah pias mendengar ucapan Malik,pasalnya dia semalam sudah berusaha menyamar sedemikian rupa demi menutup kebiasaannya dan tidak di kenali orang. Semua orang pun terdiam setelah mendengar ucapan Malik,namun tiba tiba Rani sadar kalau Cia tidak ada di ruangan.


" loh Cia mana?" ucap Rani membuat mereka semua panik dan dengan segera berhamburan mencari,sedangkan bu Nancy segera duduk dan memegang dadanya,dia pun terkena serangan jantung,untung Rani masih di ruangan tersebut dia pun segera menolong bu Nancy membawa ke rumah sakit,sedangkan Aisyah memilih diam saja bersama papanya.


__ADS_2